Cinta Istri Sholehah

Cinta Istri Sholehah
Epson 9


__ADS_3

" Ah iya Pak selamat datang " ucap anisha dengan senyum merekah


" Masya Allah cantik sekali " gumam Rizky dalam hati


" Mari pak saya permisi.. saya mau mengabsen karyawan Shiff malam " ucap anisha tentu saja itu hanya alasan karena tak baik seorang gadis berduaan dengan seorang laki-laki di satu ruangan tanpa hubungan apa-apa


Rizky memandang wajah anisha yang mulus tanpa noda sedikit pun


anisha melambai-lambaikan tangan nya ke depan wajah Rizky


" Astaghfirullah... kenapa orang ini memandang ku seperti itu.. " gumam anisha sambil menunduk


Rizky tersadar dari lamunan nya karena anisha menundukkan kepala nya


" astaghfirullah kenapa denganku.. kenapa aku seperti terhipnotis dengan anisha.. " gumam Rizky dalam hati


" saya masuk dulu " ucap Rizky dan berlalu masuk ke ruangan mamah nya


" Alhamdulillah akhirnya pak Rizky masuk juga.. " ucap anisha dan mengambil buku absen karyawan dia keluar untuk menyerahkan buku itu kepada bagian absensi karyawan


***


Di dalam ruangannya Rizky duduk di kursi mamah nya dia binggung harus apa di ruangan itu sedangkan kata mamah nya semuanya sudah di atur oleh anisha


Dia memilih untuk mengutak atik ponsel nya sambil membalas chat Whatsapp dari nikita adiknya yang tengah menggoda nya


tak lama anisha menelfon menggunakan telfon yang tersedia di sebelah mejanya


Rizky segera mengangat nya


" Hallo pak.. ada yang ingin bertemu.. " ucap anisha di ruangan depan


" siapa? wanita atau laki-laki " jawab Rizky dari ruangan dalam


" seorang wanita pak.. " ucap anisha


" siapa namanya? " tanya Rizky


" katanya nama Sabila pak " jawab anisha saat mendengar nama Sabila Rizky menegang


" suruh dia menunggu di sofa ruangan mu " ucap Rizky dan segera dia memutuskan sambunngan telfon


***


Di ruangan depan anisha sudah meletakkan telfon nya kembali


" Maaf.. mbak kata pak Rizky anda di suruh duduk din sofa sana " ucap anisha sambil menunjuk sofa panjang ruangannya


" kenapa? saya ingin bertemu dengan Rizky! saya ingin bicara dengan Rizky! " ucap Sabila


" saya hanya menyampaikan apa yang di katakan oleh bapak mbak.. " ucap anisha


mau tidak mau Sabila berjalan ke sofa panjang ruangan anisha dia duduk dengan anggun nya dia menatap anisha dengan sinis karena menggenakan hijab juga pakaian tertutup


" wanita macam apa ini pakaian nya.. norak sekali " gumam Sabila dalam hati sambil menatap anisha dengan sinis yang sedang menghitung dana untuk melengkapi bahan makanan yang kurang di supermarket

__ADS_1


Tak lama pintu ruangan dalam terbuka keluar lah Rizky dari balik pintu dia menghampiri anisha dan menatap sinis Sabila yang duduk di sofa panjang ruangan sekertaris sekaligus asisten nya


Anisha berdiri sambil menunduk karena Rizky berdiri di dekat mejanya


" Nisha kamu bisa masuk ke ruangan dalam saya akan bicara di sini " ucap Rizky dengan malas


"Baik Pak.. saya permisi.. Assalamu'alaikum " jawab anisha sambil mengambil kertas-kertas entah untuk apa kertas itu othor juga tak tau


anisha masuk ke dalam ruangan dalam dia lebih memilih duduk di sofa panjang di ruangan dalam dia kembali mengerjakan yang tadi belum selesai


***


Di ruangan depan Rizky duduk di kursi yang tadi di duduki anisha


Sabila berjalan mendekati Rizky dia berdiri di belakang kursi dan memegang pundak Rizky dengan gaya Centilnya


Rizky hanya membiarkan dirinya di sentuh Sabila sambil pada saat Sabila ingin mencium nya Rizky tidak tahan lagi dia segera bangkit dari duduk nya dan masuk ke dalam ruangan dalam


anisha yang sudah selesai dengan pekerjaan dan hendak berdiri terkejut karena Rizky yang tiba-tiba masuk


" astaghfirullah " ucap anisha sambil memejamkan matanya


" maaf telah membuat mu terkejut " ucap Rizky


anisha membuka matanya dan melihat Rizky yang masih berdiri


" ya tidak papa pak... " jawab Anisha


" Anisha " panggil Rizky


" tolong kamu suruh wanita itu pergi dan pastikan dia tidak bisa datang ke sini lagi " ucap Rizky


" baik Pak.. saya keluar dulu assalamu'alaikum " jawab anisha


" Waalaikumsalam " ucap Rizky


Anisha keluar dari ruangan dalam dia mendapati wanita yang bernama Sabila itu duduk di sofa panjang ruangannya


" Mmm.. kemana Rizky? " tanya nya


" maaf mbak.. kata pak Rizky anda boleh pergi sekarang " ucap anisha


" kenapa? saya masih ingin bersama dengannya! " teriak Sabila kepada anisha


" ya Allah kuatkan hamba.. " ucap anisha dalam hati sambil memejamkan matanya


" saya hanya mengatakan apa yang pak Rizky katakan mbak.. " ucap anisha lagi dengan lemah lembut


Tak puas dengan jawaban anisha Sabila berteriak-teriak memanggil nama Rizky


" Rizky keluar kamu! atau aku menghancurkan supermarket ini! " teriak Sabila mencoba untuk masuk tapi ditahan oleh anisha


" Maaf mbak silahkan mbak pergi " ucap anisha sambil menahan sabila supaya tidak masuk


" Rizky!! " teriak Sabila

__ADS_1


" maaf mbak Sabila silahkan pergi.. kalau tidak saya panggil kan satpam " ucap anisha pelan tapi tegas


" Awas kamu Rizky!! baiklah saya akan pergi " ucap Sabila


" mari mbak.. apa perlu saya antar " ucap anisha


" tidak perlu! saya bisa sendiri " ucap Sabila


" baik mbak terimakasih atas kerja samanya " ucap anisha sambil tersenyum seketika Sabila kembali tenang melihat senyum anisha dia membalasnya dengan uluran tangan anisha menyambutnya dengan senang hati


" Sabila " ucap Sabila


" Anisha mbak.. " ucap anisha masih menjabat tangan Sabila


" Baiklah anisha aku akan pergi terimakasih " ucap Sabila


" iya mbak.. " jawab anisha


setelah Sabila pergi dari ruangan anisha. anisha langsung mengetuk ruangan Rizky


Tuk.. tuk.. tuk..


setelah mendapat sahutan dari dalam yang menyuruhnya masuk anisha membuka pintu dengan pelan


" ya anisha apakah dia sudah pergi " ucap Rizky


" ya pak.. mbak Sabila sudah pergi " jawab anisha


" kenapa dia tadi berteriak-teriak? dan kenapa seketika dia kembali tenang? " tanya Rizky


" saya tidak tahu pak.. hanya mbak Sabila dan Allah yang tahu " jawab anisha sederhana


entah kenapa jawaban anisha yang sederhana mampu membuat Rizky kagum


" ah iya Pak saya hampir " ucap anisha


" kenapa? " tanya Rizky


Anisha meletakkan berkas di dalam map coklat ke atas meja Rizky


Rizky mengernyit heran dan menatap anisha dia berfikir bahwa anisha akan mengundurkan diri


" Apa ini " tanya Rizky dengan nada yang tidak suka


" ini daftar bahan makanan yang hampir habis stok di supermarket pak.. saya sudah menghitung dana nya silahkan bapak cek terlebih dahulu.. kalo saya salah tolong tegur saya pak.. " jelas anisha


seketika wajah tidak suka Rizky pun menghilang dia menertawakan dirinya sendiri


" ah baiklah.. " jawab Rizky


" saya permisi pak.. silahkan di cek dulu pak.. sebelum kita memesan bahan makanan nya " ucap anisha


" mmmm anisha.. aku akan membawa ini pulang karena aku tak bisa mengecek nya " ucap Rizky


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2