
" ayah " lirih bunda lia
" biarkan dia nangis.. biar dia tahu apa kesalahan nya! ayah tidak melarang dia untuk bekerja tetapi ayah hanya ingin dia pulang tepat waktu!! kalo bisa sore jam 4 sudah ada di rumah.. ini tidak kerja sampe seluruh ini! " ucap ayah dimas
" mulai besok kamu TIDAK USAH LAGI BEKERJA " Tegas ayah dimas tidak ingin di bantah
mendengar itu anisha mendongak menatap sang ayah dengan air mata yang terus mengalir di pelupuk matanya
" ayah jangan larang anisha bekerja ayah hiks..hiks " ucap anisha di sela isak tangisnya sambil memegang kaki ayah dimas
" ayah... hiks.. hiks.. an.. nisha.. moh.. on.. hiks.. " ucap anisha
" jika ayah sudah berkata TIDAK YA TIDAK ANISHA KAMU PAHAM TIDAK!!! " geram ayah dimas
" hikss.. hikss.. hikss.. a.. a... yah.. " lirih anisha
ayah dimas langsung menarik tangan sang istri menuju kamar bunda lia berusaha melepaskan genggam tangan sang suami ingin memeluk sang putri dengan isak tangis
" ayah bunda mohon.. lepasin yah.. bunda ingin.. meluk anak bunda.. " lirih bunda lia
" Bunda!! " bentak ayah dimas
Anisha terus terisak di ruang keluarga dia terduduk di atas sofa single dengan isak tangis
" hufthh.. astaghfirullah.. huffthh " ucap anisha sambil menghembuskan nafas kasar
keesokan harinya anisha sudah siap dengan baju nya muslim nya dan jilbab melilit Kepala nya
anisha keluar kamar menuju meja makan untuk sarapan pagi bersama kedua orang tuanya dan adik semata wayangnya
" assalamu'alaikum " ucap anis sambil menarik kursi di sebelah zahra
" waalaikumsalam mbak.. " ucap zahra
" waalaikumsalam " ucap ayah dan bunda lia bersamaan
anisha langsung mengambil nasi goreng dan telur ceplok memindahkan ke piring nya
" nisha kamu inget kan apa kata ayah " ucap ayah dimas
" iya yah.. anisha inget " ucap anisha
zahra menatap anisha dengan bingung anisha melirik adiknya dengan senyum seolah tidak terjadi apa-apa
" mbak ada apa? " tanya zahra
" nggak ada apa-apa dek " jawab anisha sambil tersenyum
zahra menatap manik mata sang kakak mencari kebohongan di manik mata itu
" mbak ada apa? " tanya zahra menaikkan volume suara nya
__ADS_1
anisha menghembuskan nafas kasar " hufflepuff.. mbak mau berhenti kerja sayang " jawab anisha lirih
zahra terkejut dia beralih menatap sang ayah " ayah apa karena ayah mbak nisha mau berenti kerja? " tanya zahra
ayah dimas hanya berdehem untuk menjawab pertanyaan zahra
" ayah jawab zahra jangan hemm hemm hemm " ucap zahra dengan nada kesal
" iya zahra ayah menyuruh mbakmu berenti kerja " jawab ayah dimas
" tapi yah ada ap... " ucapan zahra di potong ayah dimas
" tidak ada tapi-tapian zahra! keputusan ayah sudah bulat " ucap ayah dimas tegas
zahra beralih menatap sang bunda dengan tatapan memelas
bunda lia hanya tersenyum dan menggeleng mengisyaratkan bahwa zahra jangan membantah
zahra menghembuskan nafas kasar dan kembali menyantap sarapannya
setelah sarapan zahra langsung berangkat sekolah dan anisha melajukan motornya ke supermarket M
setelah sampai Anisha langsung mengetuk pintu ruangan bu windy tidak ada jawaban menandakan bahwa bu windy belum datang anisha masuk dan membersihkan ruangan big boss nya itu
setelah selesai anisha kembali ke mejanya membersihkan setiap inci ruangan kerjanya itu
setelah selesai Anisha memeriksa bahan makanan yang hampir habis stok di supermarket itu yang sudah di letakkan oleh susi kemarin malam di meja kerjanya
tak lama anisha mendengar suara pintu terbuka anisha mendongak dan nampak lah bu windy berdiri di ambang pintu dengan senyuman
anisha langsung berdiri dan tersenyum " waalaikumsalam bu " jawab anisha
bu windy mendekati anisha " masuk ke ruangan saya.. " ucap bu windy
" iya bu.. baiklah " ucap anisha
anisha mengikuti big bos nya masuk ke ruangan dalam anisha di suruh duduk di depan meja kerja big bos nya itu
" ada apa ya bu? apa saya melakukan kesalahan? " tanya anisha
" tidak ada nisha.. hanya saja.. " ucap bu windy menggantung ucapannya
" hanya saja.. apa bu? " tanya anisha
" hanya saja.. ini hari kamu menerima gajih mu " ucap bu windy
anisha tersenyum lega " oohh itu bu.. " ucap anisha
" ini nisha gajih kedua mu " ucap bu windy sambil menyerahkan amplop coklat
anisha menerima gajih nya dengan senang hati
__ADS_1
anisha sedikit mengintip dia melihat cek yang ada di amplop itu
" terimakasih banyak bu.. " ucap anisha
"sama-sama nisha " jawab bu windy
" bu maaf sebelumnya mungkin ini adalah hari terakhir saya bekerja dengan ibu " ucap anisha menunduk
" kenapa nish.. kamu tidak nyaman bekerja dengan saya? " tanya bu windy
anisha menggeleng " saya hendak melanjutkan studi saya bu " jawab anisha berbohong entah alasan apa lagi yang akan anisha pakai
" sayang sekali ya nish... padahal saya sudah nyaman sekali kamu sebagai asisten saya " ucap bu windy
Anisha nanya tersenyum masam " baiklah saya tidak bisa melarang kamu untuk Riseint dari supermarket ini.. semoga studi kamu lancar ya nish " sambung bu windy
" iya bu terimakasih atas semuanya atas kebaikan ibu selama saya bekerja di sini " ucap anisha
" baiklah ini nomer ponsel saya dan ini nomer telpon rumah saya.. kamu kalo perlu bantuan apa pun hubungi saya jangan sungkan ya " ucap bu windy sambil menyerahkan secarik kertas
anisha mengambil kertas tersebut dan tersenyum dan menyimpan nya
" terimakasih sekali lagi bu " ucap anisha
" saya boleh pulang sekarang bu? " tanya anisha
" boleh nish.. kalo boleh.. kamu tolong carikan pengganti kamu ya karena kan nggak mungkin saya sendiri lagi.. " ucap bu windy
" iya bu insyaallah secepatnya ya bu.. nanti saya Hubungi ibu " ucap anisha
bu windy tersenyum dan menganguk bu windy berdiri berjalan mendekati Anisha Refleks anisha bangkit dari duduk nya
tanpa aba-aba bu windy memeluk anisha dengan kehangatan anisha membalas pelukan bu windy
" terimakasih kamu sudah membantu saya nish " ucap bu windy masih memeluk anisha
" iya bu sama-sama.. ibu juga sangat baik.. saya yakin.. semua orang yang bekerja di sini pasti betah karena memiliki big boss yang sangat baik seperti ibu "
bu windy melepas pelukan nya dan menatap anisha dengan senyum memandang wajah cantik anisha
" kamu baik-baik ya di sana.. semoga studi kamu berjalan lancar " ucap bu windy
" iya bu.. " ucap anisha
" eh ngomong-ngomong kamu mau melanjutkan studi di mana? " tanya bu windy
" di khairo bu.. " jawab anisha
" woww.. kamu mau melanjutkan studi di khairo nis? " tanya bu windy
" iya bu.. Cita-cita saya hanya satu.. yaitu menjadi seorang ustadzah " ucap anisha ya memang cita-cita anisha sejak kecil hendak menjadi seorang ustadzah lulusan khairo mesir itulah cita-cita nya sejak usia 5 tahun karena saat itu anisha melihat seorang ustadzah sedang ceramah di masjid dekat rumahnya
__ADS_1
------------------------------
BERSAMBUNG