
di antar abi..
•
•
•
🎋🎋🎋🎋
setelah ponselnya bisa hidup di dapatinya notifikasi telfon dari galih maupun anisha hatinya semakin was-was tak lama kemudian telfon dari rumahnya masuk segera dia angkat dan langsung di sambut suara Ghanisha
" kakak di mana?? Ummah abi kakak mengangkat telfonnya " /Ghanisha
tak berapa lama kemudian terdengarlah suara galih " kak, kamu dimana sekarang?? pulang sekarang " /Galih
Ghaniyah masih bungkam dia harus menjawab apa dengan abi nya apakah dia harus menjawab dia lembur di kafe?
" Ghaniyah!! " /Galih
gadis itu terperanjat mendengar suara abinya " iya abi, Niyah sekarang ada di mobil, dan akan segera pulang " /Ghaniyah
" baiklah, pulang sekarang juga. " /Galih setelah mendengar galih bicara seperti itu telfon pun mati gadis itu langsung menjalankan mobil nya menuju rumahnya
tak membutuhkan waktu lama mobil itu sudah berada di halaman rumahnya karena Jalan pun sudah lenggang hanya beberapa pengendara saja yang melintas
dengan was-was Ghaniyah masuk ke dalam rumah terlihatlah anisha, galih, dan adiknya duduk di ruang tamu dia yakin pasti dia yang di tunggu " assalamu'alaikum "
" waalaikumsalam " setelah mengucapkan itu galih pun kembali bersuara " masuk ke kamar mu besok saja kita bicarakan ini " setelah mengatakan itu galih menarik tangan anisha dan masuk ke dalam kamarnya
" kakak dari mana? kenapa baru pulang? kenapa ponsel kakak nggak aktif? kakak tau nggak ummah sama abi khawatir banget sama kakak, sekarang kakak istirahat aja besok saja bicaranya " ucap gadis itu dan berjalan menuju tangga dan masuk ke kamarnya kembali dia pejamkan mata nya dan tak lama kemudian tertidur
Ghaniyah menghela nafas dan melangkahkan kakinya menuju kamarnya setelah membersihkan diri gadis itu naik ke tempat tidur tak lama dia pun tertidur karena sungguh badannya pun sungguh lelah
***
__ADS_1
pagi harinya Ghanisha,Ghaniyah, anisha juga galih sarapan bersama semuanya hening sampai galih membuka suara
" kak, semalam kamu kemana? sampai ponsel pun di matikan " mendengar itu Ghaniyah menatap galih dia masih bungkam bingung mau memberi alasan apa
" Niyah!!" Ghaniyah terperanjat sampai tangan nya yang sedang mengoleskan selai roti ke roti nya itu terlempar ke lantai
" i-iya bi? " dadanya bergetar was-was karena baru pertama kali ini dia mendengar abinya membentak seperti itu
" semalam kamu dari mana?!"
" ammmm, i-itu semalam, Niyah jenguk temen melahirkan bi di rumah sakit " galih hanya diam mendengar alasan dari putri sulung nya itu
" Ghanisha, ambil tas kamu, hari ini abi nganter kamu ke sekolah " Ghanisha hanya menganguk dan pergi ke kamar nya untuk mengambil tas nya dan masuk ke dalam mobil galih sedangkan galih sudah menunggu di dalam mobil terlebih dahulu
mobil pun melaju menuju sekolah nya galih sengaja mengantar putrinya untuk ke sekolah dia hendak bertanya langsung kepada yang bersangkutan tentang laporan Rey anak dari asisten pribadinya yaitu Key
" Isha "
( Note : Isha adalah nama kecil Ghanisha ya gais supaya kalian enggak bingung)
" iya, kenapa bi? " galih menoleh sedikit ke arah Ghanisha dan kembali fokus ke jalan
" isha nggak pacaran kan? " Ghanisha tersenyum lalu menggelengkan kepalanya " abi tenang aja, isha nggak akan melanggar larangan abi sama ummah " galih tersenyum dan mengelus kepala Ghanisha yang tertutupi jilbab sekolah nya " pinter anak abi "
setelah pembicaraan itu Ghanisha kembali fokus ke ponsel nya untuk memberi tugas kepada asisten nya itu siapa lagi kalau bukan Rey
" isha ada yang mau di ceritakan tidak dengan abi? " menoleh ke arah galih " cerita apa bi? " galih tersenyum lalu mengambil dan menggengam tangan kanan putrinya " abi lihat seminggu ini kamu ini di anter mang guguh ke sekolah, sepedanya kenapa? rusak kah? "
" oh, itu pas hari senin itu Ghanisha yang sengaja di senggol mobil dan terjatuh, sepedanya sih cuma penyok dikit aja bi, dan isha nggak sempet ke bengkel buat benerin "
dengan sengaja galih membuka ponselnya dan membuka akun Instagram milik Rayyan dan dengan sengaja menjatuhkan ponselnya " aduh nak, tolong ambilkan ponsel abi jatuh "
Ghanisha langsung mencari ponsel abinya " dimana bi? " galih masih tetap fokus menytir " Ada sayang di situ, coba kamu liat lagi "
tak berapa lama Ghanisha menyodorkan ponsel itu kepada abinya " tolong buka kan dong sayng, abi susah ini buka password nya "
__ADS_1
" password nya apa bi? "
" usia kakak dan usia kamu "
Ghanisha langsung mengetik angka 22 dan angka 15 selanjutnya terbuka alangkah terkejut nya dia melihat foto seorang laki-laki yang tempo hari menyenggol sepedanya " diaaa?? " batinnya
galih melihat raut wajah terkejut Ghanisha dan memutuskan untuk bertanya " kamu kenal laki-laki ini sayang? " Ghanisha langsung menyodorkan ponsel abinya dan segera di ambill oleh galih
" mmmm, itu bi, wajah laki-laki itu mirip dengan orang yang tidak sengaja menyenggol sepeda isha tempo hari "
" dia namanya Rayyan putra dari sahabat abi, kamu tanya ke kakak dia pasti tau, soalnya mereka pernah bertukar nomer ponsel " wajah Ghanisha mendadak tak suka mendengar bahwa kakaknya sudah mempunyai nomer laki-laki yang membuat hatinya bergetar untuk pertama kali itu
" Rayyan? jadi benar nama nya Rayyan, nama di kotak P3K itu ternyata namanya " batinnya
" sayang sudah sampai " Ghanisha terkejut saat mendengar suara abinya " ah, iya bi. makasih abi sayanggg " tapi Ghanisha tak kunjung keluar dari mobil " kenapa nggak keluar nak? kita sudah sampai " Ghanisha hanya nyengir sambil menegadahkan satu tangannya kearah galih " minta uang biii " galih seketika tertawa mendengar putrinya meminta uang
" bukan nya sudah ummah kasih ya tadi? " tanya galih dengan sedikit terkekeh dan itu membuat ghanisha memajukan bibirnya
" ummah ngasihnya sedikit bi, cuma 15 ribu " ucap gadis itu dengan wajah yang memelas " kan biasanya juga segitu "
" hari ini Ghanisha mau bayar uang kas kelas bi, untuk satu bulan kedepan "
" berapa? " mendengar itu Ghanisha langsung tersenyum bahagia
" 150ribu bi, buat satu bulan, karena perharinya 5ribu " tanpa basa basi galih mengeluarkan uang merah dua lembar dan memberikan nya kepada putrinya bungsu nya itu " nih, abi lebihin buat kamu nabung di rumah "
" makasih abi, " ghanisha langsung mencium punggung tangan galih dengan bahagia sesudah mengambil uang nya " nanti pulang abi jemput, abi hari ini mau makan siang di rumah " Ghanisha menganguk dan langsung turun dari mobil setelah mengucapkan salam kepada abinya
" NARA!! " panggil nya dan segera berlari menyusul temannya itu memasuki gerbang sekolah
setelah memastikan putrinya masuk ke dalam lingkungan sekolah galih melajukan mobil nya menuju kantornya tempat dirinya mencari nafkah untuk keluarga kecil nya
🌴🌴🌴🌴
...TBC...
__ADS_1