
hari yang di tunggu-tunggu kedua pasangan muda itu akhirnya telah tiba dimana itu adalah hari mereka mempublikasikan pernikahan mereka kepada khalayak ramai
kebahagiaan jelas terlukis disetiap wajah yang hadir di sana tak terkecuali zahra karena gadis itu terlambat untung datang ke resepsi sang kakak tersayang nya
anisha dan galih tengah sibuk bersalaman dengan teman sepebisnisan kedua orang tua mereka yang mengucap selamat atas pernikahan mereka
sedangkan di ruang rias zahra gadis itu sejak tadi terus saja mengomel karena ketebalan, lah kemenoran, lah dan masih banyak lagi yang membuat gadis itu berdecak kesal
seperti saat ini dia sedang di pasangkan bulu mata palsu di kedua matanya itu di haruskan di tutup sebentar untuk memasangkan buku mata palsu itu
" sudah belum mbak? "
" belum sebentar lagi ya dek.. nanti kalo saya suruh buka.. buka pelan-pelan ya.. "
zahra hanya mengangguk mengisyaratkan bahwa dia mengerti beberapa saat sudah zahra menutup matanya baru saja dia membuka mulut nya untuk melayangkan protes tetapi dia kalah cepat dengan kakak-kakak periasnya
" silahkan di buka matanya dek pelan-pelan aja.. itu akan sedikit berat kalo belum pernah memakainya "
" saya memang belum pernah memakai beginian mbak "
ketiga perias itu hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala menatap zahra yang tengah membuka matanya dengan sangat pelan
setelah matanya terbuka sempurna zahra mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menghilangkan rasa berat di bulu matanya
" mbak sudah agak berat lagi "
" baiklah kalo begitu kita pake lipstik ya dek "
" tidak jangan mbak "
" kenapa? lipstik cuma pelengkap make-up saja dek.. sedikit saja ya.. saya janji ga bakalan ketebalan atau mencolok "
" warnanya yang kalem aja mbak.. saya ga suka warna mencolok "
" iya siap dek "
setelah dengan begitu banyak drama zahra selalu saja mengomentari riasan di wajahnya akhirnya ketiga perias itu sudah selesai dengan zahra
zahra saat ini berada di ruang ganti baju bersama satu perias yang membantunya untuk mengenakan bajunya
setelah selesai berganti baju zahra kembali duduk di kursi rias kali ini bukan untuk make-up tetapi untuk berjilbab
2 menit yang di butuhkan satu perias itu untuk menghijabkan zahra akhirnya gadis itu sudah sangat cantik dengan baju dan riasan di wajahnya
" sudah selesai kan mbak? "
" sudah dek... "
" terimakasih mbak.. dan maaf tadi aku mengomel ke kalian "
" tidak masalah dek.. kamu tidak pernah memakai make-up ya? "
" iya mbak.. aku belum pernah memakai beginian.. ini juga aku di suruh bunda.. "
ketiga perias itu tersenyum dan salah satu dari mereka menuntun zahra ke kaca besar untuk melihat dirinya sendiri
zahra terbelalak melihat pantulan dirinya sendiri di kaca dia bahkan menyentuh kaca itu untuk memastikan itu dirinya atau orang lain yang mirip dengannya
" i.. ini... aku mbak nya? "
" iya itu kamu.. kamu tau kau sangat cantik dan wajahnya mu sangat mudah untuk di poles.. karena kamu tidak memakai apapun bukan? di wajahmu? "
" iya mbak.. heuh.. terimakasih mbak karena sudah menyulap zahra "
" iya sama-sama "
pakaian zahra sebelum di rias
sesudah zahra di rias
" ya sudah zahra keluar dulu ya assalamu'alaikum "
" waalaikumsalam "
__ADS_1
zahra keluar dari ruang rias dia berjalan sangat terburu-buru karena hendak segera bertemu dengan sang kakak yang mengadakan resepsi nya itu
karena terlalu terburu-buru zahra tak memperhatikan sekeliling sampai dia menabrak seorang laki-laki
zahra hendak terjatuh tetapi dengan sigap laki-laki itu menangkap tubuh zahra dan menahannya
mata mereka terkunci dalam beberapa detik saja setelah itu kesadaran keduanya kembali zahra dengan segera berdiri dan menundukkan kepalanya
tak lama terdengar suara wanita seperti nya memanggil laki-laki itu.. wanita itu mendekati keduanya
" kakak kau dari mana saja.. aku dari tadi menunggumu "
" maaf tadi aku menabrak dia "
wanita itu menoleh melihat ke arah zahra dia terbelalak ketika melihat zahra
" zahra kan? "
zahra mengangguk dia sebenarnya sudah tau suara siapa yang memanggil laki-laki itu dengan sebutan ' kakak '
" ya ampun ra.. lo beda banget.. "
wanita itu langsung memeluk zahra karena sudah lama tak bertemu dengan sang sahabat nya itu
" Niki udahan ya pelukan nya gw mau ke kak nisha dulu "
ya wanita itu adalah Niki dan laki-laki itu adalah Rizky kakak Niki yang dulu sempat memiliki rasa dengan anisha
Niki langsung melepas pelukan nya dengan tubuh zahra dia beralih menatap Rizky yang dari tadi terus memandang wajah sahabat nya
" ya udah niki gw duluan.. kak aku duluan assalamu'alaikum "
" waalaikumsalam "
hanya Niki yang membalas salam dari zahra karena kesadaran Rizky belum terkumpul karena melihat sisi lain dari sahabat adiknya itu
zahra berlalu dan naik ke atas pelaminan untuk menemui kedua kakaknya yang mengadakan resepsi itu
Niki mengibaskan tangannya di depan wajah Rizky mencoba membantu mengumpulkan kesadaran sang kakak
" kak iky.. kak "
" astaghfirullah.. "
Rizky langsung memegang pipi nya dan Melihat ke arah Niki yang saat ini tengah cengegesan sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal
" Niki.. "
" aku belum ke kak nisha kak.. ya udah yuk bareng aja "
tanpa mendengar jawaban Rizky Niki dengan segera menarik tangan sang kakak dan naik ke pelaminan
zahra sudah turun dan saat ini dia hendak membawakan lagunya kak lesty kejora yang berjudul 'Egois-lesti'
*lirik
Harusnya tak begini
Diantara kau dan aku
Sama-sama bertahan
Hanya kar'na satu
Ego sendiri...
Sering kita sembunyi
Di balik sikap dan kata
Padahal hati kita
Tak ingin saling menyakiti
Mengapa tak mencoba
Jujur...
__ADS_1
Pada hati kita
Kasih...
Bahwa sesungguhnya
Engkau dan aku
Takut berpisah
Seandainya saja
Mau...
Sedikit mengalah
Kasih...
Pertengkaran ini
Tak mungkin ada
Selamanya...
Sering kita sembunyi
Dibalik sikap dan kata
Padahal hati kita
Tak ingin saling menyakiti
Mengapa tak mencoba
Jujur...
Pada hati kita
Kasih...
Bahwa sesungguhnya
Engkau dan aku
Takut berpisah
Seandainya saja
Mau...
Sedikit mengalah
Kasih...
Pertengkaran ini
Tak mungkin ada
Selamanya*...
semua orang terpaku mendengar suara zahra yang begitu merdu persis seperti suara kak lesti kejora
ayah dimas dan abi Rasyid yang tengah mengobrol dengan rekan bisnis dan bunda lia dan umi fatma yang mengobrol dengan para istri rekan bisnis suaminya terperangah tak percaya bahwa zahra anaknya bernyanyi
semua mata tertuju dengan zahra yang tengah asik bernyanyi tak tau menahu dengan tatapan memuja dari setiap orang
------------------------
Bonus
•
__ADS_1
Bersambung