Cinta Istri Sholehah

Cinta Istri Sholehah
Epson 90


__ADS_3

hari yang di tunggu-tunggu kedua pasangan muda itu akhirnya telah tiba dimana itu adalah hari mereka mempublikasikan pernikahan mereka kepada khalayak ramai


kebahagiaan jelas terlukis disetiap wajah yang hadir di sana tak terkecuali zahra karena gadis itu terlambat untung datang ke resepsi sang kakak tersayang nya


anisha dan galih tengah sibuk bersalaman dengan teman sepebisnisan kedua orang tua mereka yang mengucap selamat atas pernikahan mereka


sedangkan di ruang rias zahra gadis itu sejak tadi terus saja mengomel karena ketebalan, lah kemenoran, lah dan masih banyak lagi yang membuat gadis itu berdecak kesal


seperti saat ini dia sedang di pasangkan bulu mata palsu di kedua matanya itu di haruskan di tutup sebentar untuk memasangkan buku mata palsu itu


" sudah belum mbak? "


" belum sebentar lagi ya dek.. nanti kalo saya suruh buka.. buka pelan-pelan ya.. "


zahra hanya mengangguk mengisyaratkan bahwa dia mengerti beberapa saat sudah zahra menutup matanya baru saja dia membuka mulut nya untuk melayangkan protes tetapi dia kalah cepat dengan kakak-kakak periasnya


" silahkan di buka matanya dek pelan-pelan aja.. itu akan sedikit berat kalo belum pernah memakainya "


" saya memang belum pernah memakai beginian mbak "


ketiga perias itu hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala menatap zahra yang tengah membuka matanya dengan sangat pelan


setelah matanya terbuka sempurna zahra mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menghilangkan rasa berat di bulu matanya


" mbak sudah agak berat lagi "


" baiklah kalo begitu kita pake lipstik ya dek "


" tidak jangan mbak "


" kenapa? lipstik cuma pelengkap make-up saja dek.. sedikit saja ya.. saya janji ga bakalan ketebalan atau mencolok "


" warnanya yang kalem aja mbak.. saya ga suka warna mencolok "


" iya siap dek "


setelah dengan begitu banyak drama zahra selalu saja mengomentari riasan di wajahnya akhirnya ketiga perias itu sudah selesai dengan zahra


zahra saat ini berada di ruang ganti baju bersama satu perias yang membantunya untuk mengenakan bajunya


setelah selesai berganti baju zahra kembali duduk di kursi rias kali ini bukan untuk make-up tetapi untuk berjilbab


2 menit yang di butuhkan satu perias itu untuk menghijabkan zahra akhirnya gadis itu sudah sangat cantik dengan baju dan riasan di wajahnya


" sudah selesai kan mbak? "


" sudah dek... "


" terimakasih mbak.. dan maaf tadi aku mengomel ke kalian "


" tidak masalah dek.. kamu tidak pernah memakai make-up ya? "


" iya mbak.. aku belum pernah memakai beginian.. ini juga aku di suruh bunda.. "


ketiga perias itu tersenyum dan salah satu dari mereka menuntun zahra ke kaca besar untuk melihat dirinya sendiri


zahra terbelalak melihat pantulan dirinya sendiri di kaca dia bahkan menyentuh kaca itu untuk memastikan itu dirinya atau orang lain yang mirip dengannya


" i.. ini... aku mbak nya? "


" iya itu kamu.. kamu tau kau sangat cantik dan wajahnya mu sangat mudah untuk di poles.. karena kamu tidak memakai apapun bukan? di wajahmu? "


" iya mbak.. heuh.. terimakasih mbak karena sudah menyulap zahra "


" iya sama-sama "


pakaian zahra sebelum di rias



sesudah zahra di rias



" ya sudah zahra keluar dulu ya assalamu'alaikum "


" waalaikumsalam "

__ADS_1


zahra keluar dari ruang rias dia berjalan sangat terburu-buru karena hendak segera bertemu dengan sang kakak yang mengadakan resepsi nya itu


karena terlalu terburu-buru zahra tak memperhatikan sekeliling sampai dia menabrak seorang laki-laki


zahra hendak terjatuh tetapi dengan sigap laki-laki itu menangkap tubuh zahra dan menahannya


mata mereka terkunci dalam beberapa detik saja setelah itu kesadaran keduanya kembali zahra dengan segera berdiri dan menundukkan kepalanya


tak lama terdengar suara wanita seperti nya memanggil laki-laki itu.. wanita itu mendekati keduanya


" kakak kau dari mana saja.. aku dari tadi menunggumu "


" maaf tadi aku menabrak dia "


wanita itu menoleh melihat ke arah zahra dia terbelalak ketika melihat zahra


" zahra kan? "


zahra mengangguk dia sebenarnya sudah tau suara siapa yang memanggil laki-laki itu dengan sebutan ' kakak '


" ya ampun ra.. lo beda banget.. "


wanita itu langsung memeluk zahra karena sudah lama tak bertemu dengan sang sahabat nya itu


" Niki udahan ya pelukan nya gw mau ke kak nisha dulu "


ya wanita itu adalah Niki dan laki-laki itu adalah Rizky kakak Niki yang dulu sempat memiliki rasa dengan anisha


Niki langsung melepas pelukan nya dengan tubuh zahra dia beralih menatap Rizky yang dari tadi terus memandang wajah sahabat nya


" ya udah niki gw duluan.. kak aku duluan assalamu'alaikum "


" waalaikumsalam "


hanya Niki yang membalas salam dari zahra karena kesadaran Rizky belum terkumpul karena melihat sisi lain dari sahabat adiknya itu


zahra berlalu dan naik ke atas pelaminan untuk menemui kedua kakaknya yang mengadakan resepsi itu


Niki mengibaskan tangannya di depan wajah Rizky mencoba membantu mengumpulkan kesadaran sang kakak


" kak iky.. kak "


" astaghfirullah.. "


Rizky langsung memegang pipi nya dan Melihat ke arah Niki yang saat ini tengah cengegesan sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal


" Niki.. "


" aku belum ke kak nisha kak.. ya udah yuk bareng aja "


tanpa mendengar jawaban Rizky Niki dengan segera menarik tangan sang kakak dan naik ke pelaminan


zahra sudah turun dan saat ini dia hendak membawakan lagunya kak lesty kejora yang berjudul 'Egois-lesti'


*lirik


Harusnya tak begini


Diantara kau dan aku


Sama-sama bertahan


Hanya kar'na satu


Ego sendiri...


Sering kita sembunyi


Di balik sikap dan kata


Padahal hati kita


Tak ingin saling menyakiti


Mengapa tak mencoba


Jujur...

__ADS_1


Pada hati kita


Kasih...


Bahwa sesungguhnya


Engkau dan aku


Takut berpisah


Seandainya saja


Mau...


Sedikit mengalah


Kasih...


Pertengkaran ini


Tak mungkin ada


Selamanya...


Sering kita sembunyi


Dibalik sikap dan kata


Padahal hati kita


Tak ingin saling menyakiti


Mengapa tak mencoba


Jujur...


Pada hati kita


Kasih...


Bahwa sesungguhnya


Engkau dan aku


Takut berpisah


Seandainya saja


Mau...


Sedikit mengalah


Kasih...


Pertengkaran ini


Tak mungkin ada


Selamanya*...


semua orang terpaku mendengar suara zahra yang begitu merdu persis seperti suara kak lesti kejora


ayah dimas dan abi Rasyid yang tengah mengobrol dengan rekan bisnis dan bunda lia dan umi fatma yang mengobrol dengan para istri rekan bisnis suaminya terperangah tak percaya bahwa zahra anaknya bernyanyi


semua mata tertuju dengan zahra yang tengah asik bernyanyi tak tau menahu dengan tatapan memuja dari setiap orang


------------------------


Bonus





__ADS_1


Bersambung


__ADS_2