
Di dalam mobil anisha terus memandang ke luar jendela sampai tak merasa mobil yang dia tumpangi sudah berhenti tepat di depan pintu utama rumah besar ayah dimas
Keni pun tidak berani membuka suara dia hanya turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk anisha
" Eh,, maaf keni,, saya melamun,, terimakasih sudah membukakan pintu untuk saya,, "
Keni hanya menganguk dan tersenyum tipis menanggapi ucapan anisha
Anisha segera masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang keluarga,, merebahkan tubuh nya di sofa panjang itu sambil memejamkan mata,, meresapi dingin nya AC ruangan itu pikirannya melayang ke suaminya
" Ya Allah,, semoga suami hamba tiba dengan selamat dan sehat wal afiat ke negara K,, dan kembali ke pelukan hamba dengan sehat wal afiat juga,, Aminn " Batinnya
" Kenapa perasaan ku tidak enak ya,, apakah akan terjadi sesuatu?? Astaghfirullahhalladzim " Batinnya
suara wanita paru baya mengejutkan anisha dan membuka matanya ternyata mbak yang ada di rumahnya
" Mbak Ute,, "
" Non isha?? "
Mbak Ute memang sudah biasa memanggilnya dengan nama masa kecilnya itu 'isha' adalah nama panggilan untuk dirinya sewaktu dirinya masih kecil
" Non isha ngapain rebahan di sini?? Mending ke kamar aja Non,, kan non lagi hamil,, kalo jatuh gimana,, sini mbak bantu ke kamar "
" Iya mbak,, "
Anisha naik ke kamar nya di bantu oleh mbak Ute tangan anisha di genggam erat oleh mbak Ute saat menaiki tangga menuju kamar nya
Anisha dan mbak Ute masuk ke dalam kamar lama anisha dan mbak Ute membantu anisha duduk di kasur empuk itu
Wajah anisha seperti sedang memikirkan sesuatu dan gelisah membuat mbak Ute tertarik untuk bertanya
" Non isha kenapa?? Apakah ada yang non fikirkan?? Kalau Non isha mau,, mbak mau kok dengerin isi fikiran non sekarang,, jangan di pendem sendiri Non,, kasian anak non "
" Mbak,, "
" Iya Non?? "
" Isha kefikiran suami isha,, yang lagi bepergian untuk perjalanan bisnis,, ntah kenapa saat isha melepas suami isha di perbatasan,, perasaan isha nggak karuan mbak,, nggak enak,, rasanya gelisah banget,, takut ada sesuatu sama suami isha,, "
" Astaghfirullah Non,, serahkan semuanya hanya kepada allah,, berdo'a untuk keselamatan dan kesehatan suami Non isha,, Non sholat dan berserah diri kepada allah,, yakin bahwa semuanya akan baik-baik saja,, Allah tidak akan mengecewakan hambanya yang mau menyembah dan berserah diri hanya kepada dirinya,, Non jangan berburuk sangka kepada allah,, sekarang sudah mau masuk waktu dzuhur non sholat ya,, mbak tinggal dulu,, Non mau makan apa?? "
" Tumis kangkung dan semur jengkol,, ya mbak,, nisha hari ini mau makan itu "
" Siap non,, mbak tinggal dulu ya,, assalamu'alaikum "
" Waalaikumsalam,, "
Anisha mengehela nafas dan merebahkan dirinya sebentar di kasur empuknya sambil menunggu adzan dzuhur berkumandang
tak lama kemudian terdengar lah suara adzan dzuhur berkumandang dari musholla Komplek
Anisha segera membersihkan diri dan melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim
" *ya Allah,, hanya kepada engkau lah tempat hamba berserah diri dan tempat hamba berkeluh kesah dan hanya kepada engkau lah hamba memohon pertolongan,, hamba hanya seorang wanita yang tak berdaya dalam menghadapi kehidupan ini,, seorang wanita yang selalu memohon pertolongan hanya kepada mu,, seorang wanita yang selalu meminta perlindungan kepada mu,, meminta kesehatan lahir dan batin kepada mu,, meminta kekuatan untuk mengandung dan melahirkan hanya kepada mu,, "
__ADS_1
" ya Allah,, hari ini hamba mengantarkan suami hamba untuk berangkat perjalanan bisnisnya ke Negara K,, entah kenapa setelah hamba melepas kepergian nya,, perasaan hamba menjadi tidak karuan,, gelisah dan fikiran hamba hanya terfokus kepada suami hamba,, hamba mohon semoga suami hamba mendarat dengan selamat di negara orang itu,, dan sekali lagi hamba hanya mampu berserah diri kepadamu*,, "
" Aminn "
Anisha mengambil al-Qur'an di atas nakas dan membacanya,, suara anisha tidak berubah tetap merdu dan indah di dengar telinga
" A'udzubillahhiminassaytonirraziim,, Bismillahirrahmanirrahim "
Setelah beberapa lama kemudian anisha selesai dengan bacaan Al-Quran nya dan meletakkan nya kembali di atas nakas
" Sadaqallahhuladzim "
Anisha merapikan mukena dan sajadah nya dan hendak membuka pintu kamar nya tepat anisha membuka pintu nya mbak Ute hendak mengetuk pintu itu
" Eh,, assalamu'alaikum,, Non isha "
" Waalaikumsalam mbak,, ada apa?? "
" makanan sudah siap,, mari mbak bantu turun,, "
" Iya mbak,, terimakasih ya,, "
***
Anisha makan siang hanya sendirian karena ayah dimas dan bunda lia lagi keluar mengikuti rapat bisnis di sebuah restoran dan zahra masih di kampus nya dan akan pulang sore hari
" Mbak Ute,, temenin isha makan yuk "
" tapi Non,, "
" ya sudah Non,, saya mau "
***
sore hari anisha duduk di taman belakang rumah sendirian dengan memandangi bunga-bunga indah Itu
zahra sudah memasuki rumah utama di sambut dengan mbak Ute di dekat ruang keluarga
" Non ara,, "
zahra berhenti kala mbak Ute memanggilnya berbalik menghadapinya mbak Ute
" Iya mbak,, kenapa?? "
" Itu ada Non isha,, "
" Di mana mbak,, "
Air muka zahra langsung keliatan begitu senang saat tau sang kakak ada di rumah apalagi mengingat anisha sedang hamil itu membuat zahra semakin senang
" Di taman belakang Non,, "
" Dengan siapa?? "
" Sendirian Non,, saya sudah mendatangi tadi tapi Non isha bilang,, mau sendiri dulu,, Non ara kesana gih,, "
__ADS_1
" Nggak biasanya mbak kayak gitu,, ya sudah ara ke sana dulu mbak,, eh mbak titip tas sama buku ya,, anterin ke kamar "
" Siap Non "
zahra menghampiri anisha dengan camilan dan minuman dingin dengan nampan di tangannya
" Assalamu'alaikum mbak Nisha "
" Waalaikumsalam,, eh zahra udah pulang?? "
" Alhamdulillah,, udah mbak,, "
Duduk di samping anisha sambil meletakkan nampak di tengah-tengah mereka
" Mbak mau?? "
" Boleh deh,, "
Anisha pun mengambil minuman dingin kaleng rasa jambu yang di sodorkan oleh zahra
" mbak ngapain di sini,, sendirian lagi "
" mbak nggak papa kok ra,, mbak cuma kepikiran soal lahiran nanti,, "
" Bohong,, mbak nggak mungkin mikirin lahiran nanti,, ya bisa jadi si mbak mikirin soal itu,, tapi setau zahra mbak itu orang nya bodo amat,, ya jalanin aja,, ya walaupun mbak mikirin lahiran,, nggak mungkin sampai mau sendiri kayak gini,, mbak jujur sama zahra mbak mikirin apa? "
anisha menatap zahra yang duduk di samping nya dengan tatapan teduh khas ibu-ibu hamil dan menundukkan kepala
" mbak,, lagi mikirin,, suami mbak ra,, "
" emangnya kenapa sama bang galle mbak? "
" tadi pagi,, mbak nganterin suami mbak sampai ke perbatasan ra,,"
anisha berbicara setengah-setengah tetapi zahra dengan sabar menunggu sang kakak melanjutkan ucapannya
" dan,, saat mas galle pamit,, perasaan mbak udah nggak karuan,, bawaannya gelisah mulu,, mbak takut ada apa-apa sama suami mbak ra,, "
--------------------------------------
BERSAMBUNG
#jangan jadi pembaca gelap kaliaaan
# jangan lupa like n vote sebelum kalian vote update dulu aplikasi biru atau merah kalian
#Noveltoon atau Mangatoon versi terbaru kalian bisa mensupport aku dengn cara vote n kalian bisa ngasih aku hadiah
#hadiah nya itu ditukar dengan poin kalian
#dan satu lagi jangan lupa daftar kan novel ini di rak buku novel kaliaaannn
Note :
Dunia adalah perhiasan terbaik, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah istri solehah
__ADS_1
terimakasih..