
Inkubator...
•
•
•
" dok bagaimana keadaan anisha dan bayi nya dok? "
" selamat ibu dan bapak sudah menjadi kakek dan nenek, dan keadaan anisha sudah stabil kita tinggal menunggunya sadar "
" apakah kami bisa segera menemui anisha dok? "
" mungkin setelah kami memindahkan anisha ke ruang rawat inap baru kalian bisa menemui nya "
" apa jenis kelamin anaknya dok? "
" alhamdulillah,, anak anisha berjenis kelamin perempuan dan sehat tetapi karena usia kandungan nya belum genap 9 bulan kami harus melakukan tindakan,, bayi anisha harus berada di inkubator, karena bobot nya belum mencukupi "
" lakukan yang terbaik dok, dan saya minta ruang rawat inap anak kami VIP tingkat atas dok,, "
" baik Pak,, kami akan segera menyiapkan ruangan VIP dan akan segera memindahkan anisha,, "
" terimakasih dok,, "
" sama-sama bapak,, kalau tidak ada yang ingin di tanyakan lagi saya permisi "
***
Anisha sudah berada di ruang rawat inap VIP sesuai permintaan abi Rasyid dan baby girl anisha berada di inkubator
zahra,Rya, dan angdit dan baby Rayyan terlebih dahulu menemui anisha dan para orang tua sedang melihat ketiga bayi itu di ruang inkubator
" ra,, galle kemana? Kenapa dia tak ikut ke sini? "
" terakhir kata mbak Nisha,, bang galle lagi perjalanan bisnis ke negara k, kak "
Rya hanya mangut-mangut mendengar jawaban dari zahra
Anisha POV
aku terbangun di ruangan yang serba putih dan bau ruangan ini yang begitu menyengat seperti rumah sakit
apakah aku di rumah sakit?
apakah aku sudah melahirkan?
__ADS_1
tetapi suamiku?
di mana suami ku?
aku sangat Bingung dengan semua ini, di tengah-tengah kebingungan ini aku memilih untuk memejamkan mata ku tak lama kemudian
aku mendengar orang-orang berbicara dan seperti sedang mengagumi sesuatu tetapi aku tak tau itu apa
ku coba untuk membuka mataku untuk melihat mereka semua di tengah-tengah aku berusaha untuk sadar dari tidur ku
aku mendengar suara tangisan bayi aku pun semakin semangat untuk sadar dan melihat kembali dunia ini
saat aku sudah sepenuhnya membuka mataku aku melihat bunda dan umi sedang menenangkan seorang bayi apakah itu bayi ku?
saat aku hendak berbicara seseorang masuk ke dalam ruang rawat ku ternyata itu...
suamiku??!
galle berjalan ke arah bayi itu dan mengendong nya tapi bayi itu tak kunjung berhenti menangis
galle berjalan ke arah ranjang ku dia begitu terkejut melihat kedua mataku sudah terbuka dan oh tidaaaakk apakah aku bisa memotret nya ekspresi itu sungguh lucu
Anisha POV end
Galih POV
saat aku mendengar kabar dari keyy bahwa istri ku sudah melahirkan aku begitu terkejut seingat ku kandungan nya masih 8 bulan berarti anisha melahirkan secara prematur
keyy menelfon seseorang dan setelah menunggu kurang lebih 2 jam lamanya orng itu datang dengn motornya
melihat motor aku segera menaiki nya dan berbicara pada keyy bahwa aku akan pulang mengendarai motor
keyy setuju aku pulang kembali ke Surabaya menaiki motor aku tau aku sudah sangat jauh dari Surabaya tetapi mengingat istri ku melahirkan aku seakan tak tau jarak ataupun waktu
hari sudah malam berkendara tak baik jika di malam hari apalagi sekarang aku sedang bermotor
aku pun menginap di hotel terdekat sampai pagi menjelang
saat pagi setelah sholat subuh aku segera chek out dari hotel itu dan kembali memulai perjalanan
aku tau semalam anisha sudah di melahirkan dan kemungkinan aku bisa segera melihat anak ku
kurang lebih 8 jam berkendara tanpa stop akhirnya aku sampai di rumah alexander rumah sakit tempat anisha melahirkan
aku masuk dan menanyakan ke resepsionis di mana kamar istri ku, saat sudah tau di mana kamar istri ku segera ku langkahkan kaki ku menuju kamar itu
ku buku kamar itu dan ku lihat semua orang tengah berkumpul dari umi, abi, ayah, bunda, bang rans, mbak ai, juga kedua anaknya, mbak Rya dan suaminya, zahra dan anggia dan Radit juga baby Rayyan
__ADS_1
segera ku masuk dan mengucapkan salam semua orang nampak begitu senang melihat ku setelah beberapa lama aku bergabung aku beranjak ke ranjang anisha
ku lihat mata sayu nya tertutup dengan wajah yang sedikit pucat ku genggamam tangannya ku kecup kening nya dan juga bisikan kata-kata Cinta untuknya
bunda lia memberitahu ku bahwa anak ku berjenis kelamin perempuan aku sangat bahagia ku menanyakan dimana putri ku berada
umi menjawab putri ku berada di ruang inkubator segera ku kesana untuk menemui putriku tak lupa untuk ku mengadzani nya aku kan belum mengadzani nya?
dia sangat cantik seperti anisha aku sangat menyayangi putri pertama ku kebahagiaan yang tiada taranya
1 minggu kemudian
seminggu sudah anisha masih belum sadarkan diri putri kecil kami sudah keluar dari ruang inkubator itu
siang itu aku keluar untuk membeli makanan untuk semuanya tetapi saat aku masuk kulihat putriku sedang menangis seperti nya putri ku rewel
ku gendong putriku itu dan mendekati ranjang anisha berapa terkejut nya aku melihat anisha sudah sadar
tanpa pikir panjang putriku ku serahkan kepada mbak Rya dan segera berlari untuk memanggil dokter
Galih POV end
setelah di periksa dokter Nana anisha dinyatakan sudah sehat seperti sedia kala memang anisha tak sakit tetapi entah kenapa anisha tak sadarkan diri selama seminggu lamanya
besok anisha sudah bisa pulang dan kami akan pulang ke rumah kami
urusan anak cabang galih seperti nya laki-laki itu sudah tak memikirkan nya lagi..
saat bunda lia sibuk membereskan untuk kepulangan anisha dan sang cucu anisha justru sangat dekat dengan buah hatinya bersma sang suami
" namanya siapa mas? "
" kata anggia dan radit mereka menyerahkan nya ke aku!! jadi untuk sementara dulu putri kita di panggil putri dulu ya.. sekarang aku masih tidak dapat berfikir "
" baik "
saat sudah siap galih dan keluarga membawa anisha berserta baby putri untuk pulang ke rumah nya
di dalam mobil putri tertidur di gendongan anisha seperti nya bayi itu nampak sangat tenang dan damai dalam tidur nya
Bersambung
#detik-detik menuju end
Note :
__ADS_1
Saat seorang anak dilahirkan, sang ibu juga dilahirkan. Dia tidak pernah ada sebelumnya. Wanita itu ada tetapi ibunya, tidak pernah. Seorang ibu adalah sesuatu yang benar-benar baru
terimakasih..