Cinta Istri Sholehah

Cinta Istri Sholehah
S2-6


__ADS_3

makan bersama..





🎋🎋🎋🎋


previous..


" *baru balik? kapan nggi? "


ini yang di tunggu-tunggu oleh Ghanisha sedari tadi tentang Rayyan dia ingin tahu Rayyan yang menyenggol sepeda nya itu apakah Rayyan yang sama dengan putra nya anggia dan radit


" iya baru kok ya nggak pah, hari senin tadi baru dia balik ke Australia* "


Next..


mendengar itu Ghanisha menegang memutar kembali pertemuan tak di sengaja antara dia dan laki-laki itu senin ya tepat hari itu dia bertemu dengan laki-laki itu dia ingat betul akan hari itu


" senin? apakah benar Rayyan yang waktu itu adalah Rayyan putra nya tante anggi sama om Radit? ya aku bertemu dengannya di hari itu, aku masih ingat dengan baik " batinnya


" kenapa nggak kamu suruh ke rumah aku dulu nggi, aku kan kangen sama dia " Rengek Anisha tak terima


" sayang, mungkin waktu itu Rayyan lagi buru-buru kali " ucap Galih


" iya Nish bener apa kata galle, waktu itu dia emang buru-buru, dia lupa buat ngasih tugas terakhir dari dosennya "


" ooohh "


" Ghaniyah, kamu sekarang lagi sibuk sama apa? " tanya Anggia Ghaniyah langsung tersenyum menanggapi


" aku lagi sibuk sama hotel dan resto tan " jawab Ghaniya


" maksudnya? "


" begini nggi, dia itu punya hotel juga resto yang dia kelola sendiri dari Nol, sampe sekarang sudah berkembang dan memiliki banyak cabang, dia bangun dengan jerih payah dia sendiri, udah sekitar 3 tahun mungkin akhirnya hotel dan resto nya seperti punya orang-orang, dan alhamdulillah sudah memiliki banyak cabang " jelas galih


" waw, sayang kamu pembisnis rupanya? hebat, kamu kuliah udah selesai kah? "


" alhamdulillah udah tante, tapi aku sampe S1 aja karena nggak sanggup lagi buat lanjutin S2, mumet kepala ku "


" ngobrol nya udahan dulu sekarang kita makan malam dulu yuk, tadi mbak Nur udah panasin buat kita " ucap Anisha semua orang berdiri hanya Ghanisha yang masih duduk dengan fikiran nya


ini masih belum cukup untuk membuktikan kalo dia itu orang yang sama, foto. ya aku harus liat foto kak Rayyan anak nya tante anggi dulu, bagaimana pun caranya batinnya lamunannya buyar setelah senggolan dari sang kakak

__ADS_1


" eh apa kak? "


" makan malam, yuk kita udah di tungguin tuh "


" yuk, "


mereka berjalan menuju meja makan semua orang sudah duduk di tempat nya masing-masing dengan makanan di piring mereka masing-masing


" maaf tante, kita terlambat tadi aku bangunin Ghanisha dulu dari melamun " ucap Ghaniyah


" iya sayang nggak papa, yuk duduk di sini dekat tante " ucap anggia dan menepuk kursi sebelah nya untuk di duduki oleh Ghaniyah


" iya tante, " Ghaniyah langsung duduk di kursi sebelah anggia sedangkan Ghanisha duduk di sebelah galih sehingga dia berhadapan langsung dengan anggia


" Ghanisha, umur kamu sekarang berapa tahun? " tanya Anggia yang di tanyain lagi asik dengan dunia nya sendiri sambil tangan hanya mengaduk-mengaduk makanan di piring nya


anggia tersenyum " Ghanisha sayang " kali ini anggia menyentuh lengan Ghanisha yang terletak di samping piring


" ah iya tante kenapa? "


" kamu kenapa melamun? lagi ngelamunin apa hayo, cowok ya? hahahah " canda anggia


" ah nggak kok tante, tadi lagi mikirin tugas besok apa ada atau nggak ada, ternyata nggak ada tante "


" umur kamu berapa tahun nak? "


" ooohhh, kamu dan Ghaniyah beda berapa tahun emang? tante aja nggak tahu lho kamu ada, emang udah selama itu tante nggak pulang ke Indonesia "


" sekitar 7 tahunan kayaknya tan, iya nggak ma? "


" iya nak, sekarang umur kakak udah 22 tahun "


" berarti Niyah sama Rayyan itu beda setahun doang nish? tanya anggia dengan wajah yang berbinar-binar


" iya, kan waktu Niyah ada itu umur Rayyan udah setahun "


" Nish, galle selesai makan ada yang mau aku sama mas Radit omongin sama kalian "


" iya oke, sekarang makan dulu yang banyak "


***


selesai makan Ghanisha dah Ghaniyah masuk ke dalam kamar mereka masing-masing sedang para orang tua sedang berbincang-bincang di ruang tamu


" apa yang hendak kalian omongin sama kami dit? " tanya galih dan anisha hanya mengangguk


sebelum menjawab terlihat Radit menoleh ke arah istrinya terlebih dahulu anggia mengangguk yakin

__ADS_1


" begini galle, Nish, selain niat untuk bersilaturahmi ke sini, juga ada maksud lain dari kedatangan kami ini "


" maksudnya gimana nih, maksud lainnya apa? " tanya galih


" begini galle, Nish, maksud lainnya tuh, kami mau meminta putri mu Ghaniyah untuk putra kami Rayyan karena jujur aku da anggi sangat ingin melihat putra Kami menikah dengan putri mu "


Galih dan anisha saling pandang dengan anisha yang sudah tersenyum dengan lebar dan langsung mengangguk dengan yakin


" bagaimana kalo kita pertemukan saja dulu Ghaniyah dengan Rayyan, bagaimana? setelah pertemuan itu aku akan coba bicara sama putri ku, apakah dia menerima Rayyan ataukah tidak, bagaimana? " satu permintaan sederhana galih langsung di setujui oleh anggia, radit, dan anisha selain ingin mempertemukan Ghaniyah dengan Rayyan dia juga ingin mempertemukan Rayyan dengan Ghanisha ingin melihat reaksi yang akan di tunjukkan oleh putri bungsu nya itu nanti dan juga ingin memastikan apa yang sudah di katakan anak buah nya waktu itu


" baiklah, selesai Rayyan skirpsi, aku akan suruh dia pulang ke indo, gimana galle, nish? "


" iya nggi, aku sungguh berharap kita bisa menjadi besan "


" iya aku juga nish, aku harap anak-anak setuju ya "


" iya "


****


malam sudah semakin larut anggia dan radit memilih untuk pulang padahal anisha dan Galih sudah menyuruh menginap tetapi mereka punya alasan kasian Delon kalo mereka nggak pulang


" aku panggilin anak-anak dulu ya nggi bentar "


" eh nggak usah, mereka pasti udah tidur, ini juga sebenarnya udah larut banget, kita langsung pulang aja ya"


" assalamu'alaikum "


" waalaikumsalam, dit hati-hati ya, semoga selamat sampai tujuan "


" amin, makasih ya nish, kita pamit "


tinn.. tinn..


Radit membunyikan klakson menandakan mereka akan segera pergi anisha dan radit hanya mengangguk dan anisha melambaikan tangannya


" tuh kan mas, apa aku bilang, mereka mau menjodohkan Rayyan dengan Niyah, bahkan sebelum aku ngomong, mereka terlebih dahulu berkata seperti itu "


" udahlah nish, kamu tu nggak tau apa yang lagi aku fikirin kalo pernikahan itu akan terjadi nanti nya "


"emang kamu lagi mikirin apa mas? "


" Udhlah kamu juga nggak akan ngerti "


Galih meninggalkan anisha di luar rumah dan masuk ke dalam kamar


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2