Cinta Istri Sholehah

Cinta Istri Sholehah
Epson 32


__ADS_3

" galle ayok ke meja makan " teriak anisha


tetapi Galih masih tak beranjak dari tempat duduknya Anisha yang kesal karena tak mendapat sahutan dari Galih dia berjalan kembali masuk ke dapur melihat Galih yang masih fokus dengan handphone nya sambil sesekali tertawa


anisha mengambil nasi, piring dan air minum dan menaruhnya di meja makan kembali dia masuk ke dapur Galih yang masih fokus dengan handphone nya tak menyadari bahwa anisha sudah mendekat


Tiba-tiba anisha merebut handphone Galih dari tangan empunya sehingga Galih terlonjak kaget dan refleks berdiri menghadap anisha


" eh handphone ku " ucap Galih


Anisha menampilkan wajah acuh tak perduli dengan si empunya handphone yang kaget


" nisha handphone ku itu... siniiin " ucap Galih dan berusaha merebut handphone nya dari tangan Anisha tetapi anisha lebih gesit menyembunyikan handphone nya di belakang punggung nya


" makan dulu sana tadi katanya laper sampe nelfon dan nanyain apartemen ku.. giliran makan nya udah di depan mata kamu sibuk sendiri.. menyusahkan ku saja kau.. itu namanya kau tak menghargai masakan ku.. yang sengaja memasakkan untuk mu makan.. " omel Anisha layaknya anak yang di marahi ibunya laki-laki itu hanya menundukkan kepala nya saja sedangkan anisha mengomel dengan berkacah pinggang


" sekarang makan sana! " ucap anisha tetapi tersirat nada tegas disana Galih hanya menganguk mengerti dan berjalan di belakang anisha menuju meja makan


anisha mengambilkan makanan untuk Galih " nih makan katanya laper ternyata sibuk main handphone " kesal anisha


Galih mengambil piring yang berisi makanan yang di sodorkan Anisha dan ingin memakan tetapi di hentikan oleh Anisha


" eh main makan aja cuci tangan dulu sana " titah Anisha


" huftt iya nish.. biasa aja kali ngomong nya " ucap Galih


" sana ke dapur cuci tangan sana " ucap anisha


" iya " dan berlalu ke dapur untuk mencuci tangan


" astaghfirullah kenapa aku jadi nurut gini si dengan dia.. kenapa aku ini.. kok aku deg - deg an ya " gumam Galih sambil menyentuh dadanya


" galle lama banget si kamu cuci tangan atau mandi si " teriak anisha dengan nada kesal


" iya sebentar napa nish " sahut Galih


bibi anisha yang sedang duduk bersama suami dan kedua anaknya mendengar teriakan anisha tersenyum simpul terkecuali Arsya gadis itu sedang tertidur di pangkuan abinya


" bi mereka kaya pengantin baru ya bi hehe " ucap bibi anisha


" iya mi mereka kaya cocok gitu ya " ucap paman anisha


" kita do'akan aja bi supaya mereka berjodoh " ucap bibi anisha


" amin mi " ucap paman anisha


Galih sudah keluar dari dapur sesudah ia mencuci tangannya tadi


" lama banget si cuci tangan doang kaya mandi aja kamu tu " celetuk anisha


" apasi nish.. " ucap Galih


" sudah sana duduk makan dan pergi secepatnya dari apartemen ku " titah Anisha


" ia siap ibu negara " ucap Galih dan mulai memakan makanan nya


" enaknya masakan kamu " puji Galih di sela-sela makannya


" alhamdulillah kalo kamu sukan" ucap anisha


" kamu nggak makan nish? " tanya Galih


" udah aku udah makan dengan Anggia tadi " jawab anisha

__ADS_1


" Anggia di undang makan malam bersama kenapa aku ngga di undang " celetuk Galih


" eh kamu pikir kamu siapa? " ucap anisha


" aku kan calon imam mu " jawab Galih santai


" idih ngarep " cibir anisha


" emang kamu punya pacar nish? " tanya Galih


" nggak aku masih single " jawab anisha


" kamu pernah nggak pacaran? " tanya Galih


" Nggak aku nggak pernah pacaran boro - boro mao pacaran deket ama laki-laki aja aku nggak pernah " ucap anisha


" jadi baru kali ini kamu deket dengan laki-laki? " tanya Galih


" emang siapa laki-laki yang deket sama aku.. aku nggak pernah ngerasa deket sama laki-laki deh " ucap anisha


" lah terus aku kamu anggap apa dong aku ini laki-laki tau.. Jangan-jangan kamu anggap aku ini banc* lagi " ucap Galih dan meminum air putih yang sudah di siapkan anisha tadi laki-laki itu sudah selesai dengan makannya


" lah ahahaha kapan aku bilang kamu itu banc* hahaha " ucap anisha sambil tertawa renyah di balik tangannya


" udah kan makannya? " tanya anisha


" iya udah " jawab Galih


" kenyang nggak? " tanya anisha


" alhamdulillah kenyang nish " jawab Galih


" oh iya kamu ngapain di sini galle! " tanya anisha


" kuliah di? " tanya anisha


" universitas Al-azhar " jawab Galih


" kamu tinggal di mana galle? " tanya anisha


" kamu pikir ada ya apartemen yang lebih deket dari apartemen ini " jawab Galih


" maksudnya kamu di apartemen ini juga? " tanya anisha


" hmmm " jawab Galih


" apartemen mu nomer berapa galle? " tanya anisha


" 403 di lantai atas " jawab Galih


" oohh begitu " ucap anisha


" iya begitu " ledek Galih


" pantesan kok cepet amat gitu kamu nyampe ke sini gitu ternyata eh ternyata kamu di sini juga toh " ucap anisha


" iya.. oh iya nish kamu sendiri ngapain di sini? " tanya Galih


" sama kuliah juga lah " jawab anisha


" di Al-azhar? " tanya Galih


" hmm " jawab anisha

__ADS_1


" kok aku nggak pernah liat kamu ya nish" ucap Galih


" ya iyalah kan ini tahun pertama aku kuliah di sana " ucap anisha


" maksudnya kamu baru masuk nish? " tanya Galih


" hmm " jawab anisha


" udah deh galle ini udah malem aku ngantuk nih.. sana pulang gih " ucap anisha


" oh iya okay.. hmm nish" ucap Galih


" hmmm apaan " ucap anisha


" handphone aku itu " ucap Galih


" astaghfirullah ini nih handphone mu " ucap anisha sambil menyodorkan handphone Galih


" oh iya nish aku pulang dulu ya " ucap Galih


" iya ayok sini ku antarkan ke depan " ucap anisha


" hmm ayo " ucap Galih mereka menuju pintu apartemen anisha


bibi Anisha yang melihat dua sejoli itu akan menuju pintu keluar


" eh nak mau pulang ya? udah makannya nak? " tanya bibi anisha ramah yang masih mengenakan cadar nya dan hanya bersisa mata saja


" iya bi dia udah mau pulang " jawab anisha


" sini nak duduk dulu paman mau bicara mau tahu siapa namanya " ucap paman anisha


Galih menatap anisha meminta persetujuan anisha


" ah nggak usah paman ini udah malam loh di sini ada dua anak gadis nggak baik laki-laki ada disini Malam-malam lagi " ucap anisha


" kalo begitu paman hendak tau namanya saja nak " ucap paman anisha


" Nak siapa nama mu? " tanya paman anisha kepada Galih


" Galih namanya Galih paman " lagi lagi anisha yang menjawab


" galle sana gih kamu pulang " usir anisha


" Nisha kok kamu ngusir nak Galih sih " ucap paman anisha


" ah tidak paman bener kata anisha ini sudah malam lain kali saya pasti kesini lagi kok.. sekarang saya pamit dulu paman " ucap Galih


" nah bagus tuh " ucap anisha


setelah berpamitan dan menyalami paman anisha Galih di antar anisha ke depan pintu


" nish aku pulang dulu ya.. assalamu'alaikum " ucap Galih


" waalaikumsalam " ucap anisha


anisha belum kembali masuk dia memandang punggung belakang Galih sampai laki-laki itu masuk ke dalam lift sebelum masuk ke dalam lift Galih melambaikan tangannya dan anisha juga melambaikan tangannya dengan senyuman manisnya


---------------


meski nyaman tanpa kepastian tetap saja yang pasti lebih pantas untuk di nanti


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2