
" kamu adalah satu-satunya teman aku dulu nish "
anisha nampak berfikir mencoba mengingat nama Della sesaat kemudian dia langsung menatap lekat Della
" kamu sudah ingat aku siapa nish? "
" Della... kamu Della? "
" iya nish sekarang kamu sudah ingat? "
anisha menganguk dan kembali memeluk Della
" terimakasih nish "
" untuk apa Dell? "
" untuk semuanya "
" duduk dulu Dell "
" nisha ternyata kamu lebih kaya dari aku nish.. aku nggak tau bahwa kamu.. itu "
" sttt.. iya dulu aku hanya nggak mau anak-anak tau identitas ku karena takut mereka minder sama kaya kamu dulu.. "
" apa anak-anak tau kamu kaya nish? "
" nggak.. mereka nggak tau.. jadi aku minta tolong sama kamu jangan beritahu mereka ya "
" kamu ada nggak kontak mereka Dell "
" aku kehilangan kontak mereka, nish "
" ya sudah kamu kenal sama viola Dell? "
Della menatap viola sebentar yang menunduk menatap lantai dingin itu
" iya.. dia kakak kelas kita dulu.. "
" kalo aku boleh tau kenapa viola mau aku menjauhi galle? "
" kamu tau yang nelfon kamu waktu itu viola nish? "
" ya.. karena setelah aku mematikan telfon nya aku menyuruh orang untuk menyelidiki si pe nelfon itu dan dapet nya viola "
" viola kamu jelasin deh ke anisha.. dan mulai sekarang kamu stop mengejar galle okay.. "
" iya.. nisha.. waktu itu "
" sekitar 7 tahun lalu aku dan galle adalah sepasang kekasih kami bahagia saat itu kami makan siang bersama di sebuah cafe di sana aku dan galle membicarakan tentang kehidupan kami setelah menikah nanti.. tapi galle bilang dia tidak mau mengambil harta abinya setelah menikah nanti dan pernikahan kami di gelar dengan sederhana.. sedangkan aku mau semuanya Terlihat mewah hidup dengan bergelimang harta dari galle.. uang yang tak pernah habis.. setelah mendengar itu dari galle aku memutuskan untuk pergi dari galle dan aku ingin memulai hidup dengan para laki-laki kaya.. sejujurnya aku sudah menikah tetapi aku hanya di jadikan istri sirih mereka.. entah sudah berapa banyak laki-laki yang aku nikahi.. sampai saat mereka bangkrut dan aku mendengar kabar tentang galle kalau dia menjadi ceo di perusahaan milik abinya yang di jakarta.. aku memutuskan untuk kembali dengan galle.. aku pulang ke rumah tante Mia mamahnya Della dan aku mulai mendekati galle.. tetapi aku mendengar bahwa galle hendak menikah dan aku mulai mencari tau tentang calon istri nya itu.. aku mendapatkan kau nish.. dan kau tau lah selanjutnya.. maafkan aku nish.. maaf "
" jadi kamu mendekati galle hanya karena harta? "
" iya nish.. kau benar.. aku hanya mau harta galle bukan galle.. "
" Nisha aku mewakili vio sebagai adek sepupunya tolong maafkan vio ya.. maafkan kesalahan nya "
" sudahlah lupakan.. vio apakah kamu masih hendak memisahkan aku dan galle? "
" nggak nish aku sudah nggak mau kalian pisah.. aku sadar orang yang sudah aku benci saat itu adalah orang yang baik.. dia mengeluarkan aku dari ruangan terkutuk itu dia merawat aku beberapa hari ini.. aku semakin merasa bersalah terhadap mu nish.. "
__ADS_1
" sudah ya makasih sekali lagi vio kamu sudah mau menerima bahwa aku yang akan mendampingi galle.. "
" iya nish.. kalo ada orang yang hendak menghalangi kalian lagi akulah orang pertama yang akan membentengi kalian berdua "
" terimakasih vio.. "
" nggak nish harusnya aku yang berterimakasih "
" iyadeh sama-sama "
" Nisha.. aku mau bawa pulang vio boleh ya "
" kenapa? "
" kamu kan beberapa hari kedepan sibuk banget kan dengan galle "
" iya sih.. yaudah kamu boleh bawa viola pulang Dell "
" ya sudah vio ayok sekarang aja kita pulang "
" ya Dell. aku pulang nish "
" iya hati-hati "
" terimakasih ya nak anisha ternyata benar kata orang-orang kamu itu baik sekali orang nya "
" sama-sama tante "
keluarga malik pulang bersama viola sekarang tinggallah anisha dan tuan heru di sofa itu
galih baru saja selesai dengan sholat nya langsung menghampiri anisha dan tuan heru
" ya sudah sini aku jelasin semuanya "
anisha menjelaskan semuanya tentang viola dan dirinya dia juga menceritakan tentang dia yang koma selama seminggu di kairo
" kenapa kamu nggak menghindari mobilnya viola nish "
" galle coba kamu fikir kalo aku saat itu selamat dia pasti akan melakukan cara yang mungkin akan lebih berbahaya lagi dari menabrak aku.. aku nggak mau itu galle.. aku rela mati jika itu bisa membuat nya senang aku akan mati dengan sukarela "
" kalo kamu mati aku akan nikah sama siapa nish? "
" berarti kita tidak berjodoh di dunia galle.. kau ini apa-apaan kau itu kan memiliki gelar ustadz kan.. "
" aku sudah tak memiliki gelar itu karena aku sudah tau ke pesantren lagi.. aku sibuk di kantor nish.. "
" sudahlah kau pulang sana besok kita akan memiliki gaun untukku kan "
" ya sudah aku pulang kek galle pulang assalamu'alaikum "
" iya nak galle waalaikumsalam "
" ayo galle aku anter "
" Nisha.. besok aku akan menjemput mu lagi ya sayangku "
" iya sana pulang nanti keburu maghrib lagi "
__ADS_1
" ya sudah aku pulang assalamu'alaikum "
" waalaikumsalam hati-hati galle "
" iya "
mobil galih sudah menjauh dari rumah besar itu anisha segera masuk dia masih mendapati kakeknya di sana
" kek anisha ke kamar dulu kakek istirahat lah.. nanti kita sholat bersama ya "
" ya sayang.. "
kediaman asfaradzhi
galih sudah sampai sejak lama sekarang mereka sedang makan malam sedang keluarga kecil frans sudah kembali ke Jakarta bersama azkar dua hari lalu
" galle bagaimana lokasinya.. apa sudah di pilih? "
" sudah umi "
" undangan nya? "
" sudah juga umi "
" berapa banyak undangan yang kau buat? "
" tiga ribu umi "
" astaghfirullah hal adzim banyak banget galle "
" nggak papalah mi.. "
" sudah kau bayar? "
" belum "
" lokasinya sudah galle kirim uang DP nya "
" ya sudah habiskan makanan mu "
" iya umi.. "
setelah selesai makan malam galih kembali ke kamar nya dia merebahkan diri di kasur empuk nya itu
" nanti anisha akan tidur di samping aku ini.. "
meraba kasur yang ada di sebelah nya yang saat ini di tempati oleh guling-guling nya
" guling nanti yang akan menempati posisi mu saat ini adalah anisha calon istri ku.. ini foto nya cantik kan guling "
" kau tau aku sangat mencintai nya guling.. aku akan membahagiakan nya selalu.. aku nggak akan menghianati kepercayaan nya padaku "
" kau tau guling dia sudah mempercayai aku sepenuhnya. .. aku sangat bahagia guling.. aku jadi nggak sabar pengen Cepet-cepet nikah sama dia "
" nanti kalau aku memeluk anisha kau jangan cemburu ya guling... kan aku sudah sering memeluk mu.. dan do'a ka semoga semuanya lancar sampai hari H "
setelah berceloteh dengan guling nya galih tertidur sampai adzan shubuh berkumandang
bersambung
__ADS_1