Cinta Istri Sholehah

Cinta Istri Sholehah
Epson 66


__ADS_3

" terimakasih lih ente sudah mau dateng ke sini walaupun telat si "


" ya sorry banget ya tadi itu ada miting mendadak astaga "


" iya nggak papa lih yang penting ente sekarang sudah hadir di sini ya "


Galih menyodorkan sebuah kunci kepada Radit


" apa nih lih? ini kunci apa? "


" udah ambil ah ini hadiah pernikahan dari ana sama anisha buat kalian ya "


" nggak usah lah galle tidak perlu seperti ini "


" anggia yang sekarang sudah menjadi seorang istri buat sahabat ana ini hadiah bukan sembarang hadiah lho "


" maksud ente apa lih? "


" ini hadiah sebagai permintaan maaf dari ana sama anisha untuk kalian, karena anisha tidak dapat hadir di sini dan ana yang dateng nya telat.. mohon di Terima ya "


Radit dan anggia saling pandang Radit menganguk sedangkan anggia mengendikan bahunya sambil menggeleng


Galih yang melihat itu hanya bisa tersenyum geli melihat tingkah kedua pasangan baru itu


" gimana udah belum diskusi nya hm? "


" ya sudahlah galle kami Terima, terimakasih ya "


" nah gitu dong nih.. alamat rumahnya di jakarta jalan xxx komplek xx nomor xx ya "


" ini kunci rumah lih? "


" bukan ini kunci kebahagiaan kalian hahaha biar bisa malam pertamaan hahaha "


" ah ente lih bisanya ya ngomong begitu padahal ente sendiri belum nikah "


" hahaha sudahlah yang penting kalian jangan lupa ke rumah kalian ya semua data-data rumahnya sudah atas nama Radit ya "


" ah makasih banyak lih "


" sama-sama dit ya sudah ana balik ke kantor ya soalnya banyak yang harus di kerjakan assalamu'alaikum "


" galle tunggu sebentar ada yang hendak aku ngomongin sama kamu "


" ada apa nggi soal apa? "


" soal anisha "


" ya sudah apa nggi? "


" jadi begini galle anisha itu sebenarnya sudah pulang ke Indonesia tapi dia nggak bilang ke siapapun dia ke sini buat periksa perut nya karena sering sakit katanya terus dia di fonis.. Mmm "


" anisha di fonis apa nggi? "


" iya nggi anisa di fonis apa "


" mendingan kamu baca sendiri deh surat dari rumah sakit nya "


Galih membaca surat dari rumah sakit yang anisha kunjungi saat itu


matanya terbelalak melihat angka 20 persen kesempatan anisha untuk hamil


" nggi ini nggak bener kan ini cuma rekayasa kan? "


" sayangnya nggak galle itu asli dan bukan rekayasa "


" ya sudah aku pergi dulu assalamu'alaikum "


Radit menyentuh pundak anggia seketika lamunan anggia Buyar dia langsung menengok ke arah Radit dan kembali menengok ke arah galih


" kamu kok ngelamun sih nggi "


" hah apa! dit aku ngelamun jadi tadi aku nggak bilang apa-apa "


" iya nggi galih mau pamit tuh tapi kamu aja yang ngelamun dari tadi kamu banyak fikiran ya? "


" ah nggak kok hehehe "

__ADS_1


" mungkin anggia ny kecapean kali dit ya sudah assalamu'alaikum "


" waalaikumsalam galle hati-hati di jalan "


" iya terimakasih "


" sama-sama "


hufh jadi tadi aku nggak ngomong apa-apa hampir aja hufh batinnya


" kamu kecapean sayang? "


" hmm i_iya mas aku kecapean "


" apa nggi kamu manggil aku apa? "


" mas nggak papa kan? "


" nggak papa lah nggi malah aku seneng "


" alhamdulillah kalo kamu seneng mas "


***


di sebuah kamar di rumah Radit terlihat anggia sedang duduk di atas tempat tidur milik sang suami dengan memikirkan kejadian tadi


sedangkan Radit laki-laki itu sedang di kamar mandi untuk membersihkan diri karena anggia yang menolak untuk mandi terlebih dahulu alhasil sekarang radit lah yang mandi terlebih dahulu


Radit keluar dari kamar mandi dengan handuk yang hanya melilit di pinggang nya sehingga terlihat lah roti sobek di bagian perutnya dan tubuh kekarnya


anggia masih tak menyadari keberadaan Radit yang sudah duduk di depannya Radit merebahkan Kepala nya di paha anggia seketika lamunan anggia buyar kala itu juga


" astaghfirullah hal adzim maaf ya mas ak_"


anggia terdiam sebentar kala melihat tubuh kekar dan roti sobek itu tak berapa lama kemudian


" aaaaaaaaaaaaaaaAA " anggia berteriak sangat nyaring sehingga terdengar sampai ke lantai dasar orang tua anggia dan adiknya langsung berlari ke kamar kedua pasangan muda itu


Radit terkejut dan tanpa aba-aba dia mendaratkan bibir nya di atas bibir anggia membuat mata anggia terbelalak kaget


" kenapa kau berteriak anggia "


" aku hanya terkejut melihat kau tidak memakai baju seperti itu "


" kenapa? ck. aku sedang malas untuk berpakaian nggi "


" apa maksud mu "


tak lama terdengar lah suara ketukan pintu dari luar kamar Radit


" anggia sayang kamu tidak papa nak Radit menyakiti mu "


anggia dan radit saling pandang kala mendengar suara mamanya Radit


anggia dengan cepat mengambil kan baju untuk Radit


" Ni cepat pakai nanti mama ngira yang nggak-nggak lagi "


" hahaha ya sudah sini bajunya kamu bukain pintu sana "


" nggak kamu pakai dulu "


" okay "


Radit sudah memakai baju yang di pilihkan anggia untuknya


" sudah kan? "


" hmm "


anggia membuka pintu kamar nya terlihat tiga orang dengan wajah cemasnya


" anggia sayang kamu nggak papa kan Radit menyakiti mu ya"


" tidak kok mah anggi tidak papa tadi cuma ada kecoa saat suami anggi di kamar mandi "


" hufh syukur lah kamu nggak mandi nggi "

__ADS_1


" ini mau mandi mah "


" ya sudah kamu mandi terus turun ke bawah ya kita makan malam bersama "


" iya mah "


anggia kembali masuk ke dalam kamar nya Dengan segera Radit menarik tangannya


" kamu ngapain "


" mau foto sama kamu yuk foto "


anggia dan Radit foto bersama di kamar yang sudah di hias sedemikian rupa itu



" sudah kan aku mau mandi dulu awas ah "


" ya sudah sana mandi "


" tapi mas baju aku "


" udah nanti saat kamu keluar dari kamar mandi bajumu sudah ada sana bau "


" ih bau dari mana orang wangi kok "


" tetep aja bau "


" awas ya kamu mas "


" apa sayang "


" nggak papa aku mandi dulu "


anggia dengan cepat masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan Radit yang sedang menahan tawanya


" kok lucu ya mukanya hahaha "


" astaghfirullah hal adzim "


Radit mendekati lemarinya di sana terdapat banyak baju wanita itu sudah di siapkan mamahnya sejak jauh-jauh hari


20 menit kemudian anggia keluar dari kamar mandi dengan kimono handuk Radit meneguk salivanya melihat kaki jenjang putih milik anggia


" kamu kenapa mas "


" emm.. "


" kamu kenapa mas? "


" emmmhh.. "


" mas kamu kenapa "


" emmh.. anu.. cepet pakai bajumu "


" kenapa mas? "


" nggak papa cepat pakai "


" kayaknya ada apa-apa nih "


" cepat pakai atau kita akan melakukan nya sekarang ini "


" melakukan apa mas? "


" emmm.. cepat pakai aku sudah tak tahan "


" okay-okay "


anggia dengan cepat memakai baju yang di ambilkan radit dari lemari nya


-----------------


Kira-kira radit mau melakukan apa ya dengan anggia jadi penasaran hahaha


bersambung

__ADS_1


__ADS_2