Cinta Istri Sholehah

Cinta Istri Sholehah
Epson 5


__ADS_3

" Anisha.. ayah akan ngasih waktu untuk kamu.. menyiapkan diri untuk menikah nak.. " ucap ayah dimas


anisha menundukkan kepala dengan air mata yang terus mengalir


Anisha merasa sesak di dada nya karena emosi yang tidak tersalurkan


Dia langsung berlari ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu


dan masuk ke dalam kamar nya dan mengambil AL-QUR'AN di dalam lemari dan duduk di atas ranjang nya


anisha mulai melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran dengan lemah lembut dengan kehangatan


karena itu adalah satu-satunya obat untuk menenangkan Emosi yang ada di dadanya dia menangis sejadi-jadinya sembari terus melantunkan ayat demi ayat suci Al-Quran


Anisha berhasil melantunkan ayat suci Al-Quran sampai 2 Juz dia merasa puas Anisha tersenyum karena merasa emosi nya sudah tersalurkan


Tak lama terdengar lah suara Adzan zuhur anisha kembali mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat zuhur


setelah melaksanakan sholat zuhur anisha keluar kamar dan menuju ke dapur untuk memasak karena dia tak melihat ada makanan di atas meja makan


setelah selesai memasak anisha mengambil kan makanan untuk bundanya dan membawa makanan dan air menggunakan nampan


dia berjalan mendekati kamar bunda nya dia mengetuk pintu kamar di bukakan oleh zahra


" Mbak anisha " ucap zahra


anisha tersenyum " dek.. kamu kalo mau makan di dapur ada makanan di meja makan.. ini untuk bunda.. " ucap anisha


" mbak anisha masak..? " tanya zahra


anisha mengangguk " ya udah mbak masuk aja zahra mau sholat dulu dan makan baru nanti ke sini lagi " ucap zahra


anisha masuk ke dalam kamar bunda nya sedangkan zahra keluar dan kembali menutup pintu kamar nya


anisha berjalan mendekati sang bunda sambil membawa nampan berisi makanan


" Bunda.. makan siang dulu bund.. " ucap anisha sambil memegang bahu Bunda lia


bunda lia menatap anisha dengan iba dan rasa bersalah


" Bunda nggak laper nish " jawab bunda lia


" Bunda.. makan dulu bund.. " bujuk anisha


bunda lia menggeleng dan menatap nampan yang di bawa anisha

__ADS_1


" bunda nanti sakit? siapa yang susah? aku kan.. aku harus mengurus bunda yang sakit yang lemah yang tak berdaya ya kan? aku nggak mau.. Bunda makan yah " masih mencoba membujuk


anisha mengarahkan sendok berisi makanan ke mulut bunda lia


akhirnya bunda lia mau membuka mulutnya dan menerima suapan anaknya


anisha tersenyum bahagia melihat bunda lia yang begitu menyayangi dirinya


tak lama makanan sudah habis anisha menaruh nampan itu ke atas nakas dekat tempat tidur


" Bunda udah sholat belum? " tanya anisha


" bunda belum sholat nisha " jawab bunda lia


anisha tersenyum " lebih baik bunda sholat dulu.. biar hati dan fikiran bunda lebih tenang " ucap anisha


" Anisha keluar ya bund.. bunda sholat terus istirahat.. anisha di luar " ucap anisha beranjak keluar kamar


dia berjalan ke arah dapur untuk meletakkan nampan makanan di dapur


kemudian dia mengambil satu piring nasi juga satu ikan dan air lalu meletakkan di atas nampan


dia berjalan menuju ruang tamu ayahnya masih di sana


" Ayah.. " ucap anisha


" ayah makan dulu yah.. nanti ayah sakit.. siapa yang akan menikahkan anisha nanti jika ayah sakit " ucap anisha


ayah dimas menganguk dan mengambil nampan makanan yang dibawa anisha


" anisha tinggal dulu ya yah.. mau makan ke dapur " ucap anisha


ayah dimas hanya menganguk dan anisha langsung berjalan menuju dapur


dia melihat zahra makan di meja makan anisha lalu duduk di depan adiknya itu dia mengambil nasi dan ikan untuk dirinya


" Mbak.. " ucap zahra


" ya dek.. " jawab anisha


" Nggak papa.. mbak makan aja " ucap zahra


Anisha menganguk dan memakan makanan yang ada di piring nya


" Mbak sini biar aku yang cuci " ucap zahra dan mengambil piring kotor dia berjalan menuju wastafel untuk mencuci piring nya

__ADS_1


sedangkan anisha membersihkan meja makan dan meletakkan sisa ikan dan sayur ke dalam lemari


setelah selesai anisha duduk di kursi meja makan begitu juga dengan zahra


" Mbak.. " ucap zahra


" iya dek... "


" Mbak yakin mau nurutin apa kata ayah..? " tanya zahra


" iya sayang.. " jawab anisha ragu-ragu


" Tuhkan mbak masih ragu untuk menjawab pertanyaan zahra barusan " ucap zahra


" tapi nggak sekarang kok sayang " ucap anisha


" Ya Alhamdulillah kalo nggak sekarang.. tapi kalo dadakan lagi gimana? " tanya zahra


" hadapin aja sayang " jawab anisha


" terus mbak mau gitu.. nikah muda.. " tanya zahra


Anisha mengendikan bahu nya zahra hanya bisa membuang nafas kasar


" Mbak nanya dulu sama hati mbak.. siapkah mbak menjadi seorang istri? siapkah mbak menghadapi suami bajin*an itu? " ucap zahra


anisha hanya menganguk dan membuang nafas pelan


" Mbak besok aku mau ke supermarket mama nya nikita.. aku masih kerja di sana.. " ucap zahra


" mbak ikut zahra.. mbak mau nemenin kamu.. " jawab anisha


" beneran mbak mau ikut.. capek loh mbak kerja.. " jawab zahra


" iya! nggak papa capek asal menghasilkan uang supaya kita bisa makan.. " ucap anisha


" Baiklah mbak.. besok jam tujuh pagi yah.. " ucap zahra


anisha menganguk sambil tersenyum menatap adiknya itu dengan hangat


" Mbak kenapa? Menatap zahra segitunya banget.. " ucap zahra


" Segitunya apa? " tanya anisha


" ya segitunya lah.. " ucap zahra sayang tingkah

__ADS_1


" Hahahaha " anisha tertawa geli melihat reaksi adiknya


Bersambung


__ADS_2