
Hari berganti hari detik berganti dengan menit dan menit berganti dengan jam sekarang adalah hari yang di nanti-nanti oleh anisha dan juga Galih yaitu hari di mana mereka telah sah menjadi suami dan istri
anisha tampak cantik dengan sedikit polesan di wajahnya dan tampak anggun dengan gaun akad yang kemarin dia pilih bersama sang calon suami
" Wahh baru sedikit di poles udah cantik banget mbak nya "
anisha tampak malu dengan pujian dari sang perias nya itu
" bener kan Mbaknya udah cantik banget "
" iya, mbak pake skincare apa si.. sharing dong ke kita hahaha "
" ahhh kalian bisa aja.. "
" hahaha.. yaudah mbak sebentar jilbab di pake dulu ya "
" iya "
setelah memakai jilbab anisha duduk di tepi tempat tidur dengan melihat foto dirinya bersama dengan sang adik siapa lagi kalau bukan zahra
tak lama pintu kamar nya terbuka dan nampak lah dua wanita yang amat di sayangi anisha siapa lagi kalau bulan sang adik dan bundanya
" assalamu'alaikum mbak "
" waalaikumsalam "
" apakah sudah siap? kita akan segera berangkat ke tempat acara "
" hmm iya sudah "
" ya sudah mari mbak kita juga ikut siapa tau makeup nya nanti luntur hahaha "
" iya ayok kalian ikut aja "
anisha turun dengan di gandeng dengan bunda lia dan zahra ayah dimas yang tengah sibuk bicara di telfon dengan seseorang nampak diam saat melihat sang putri turun dengan gaun akad nya dan juga sangat cantik itu
anak yang dulunya begitu manja dengan nya sekarang sudah dewasa dan akan segera menikah
" Anisha "
anisha tersenyum saat ayah dimas memanggilnya bunda lia dan zahra segera menuntun anisha menuju ayah dimas
ayah dimas langsung memeluk anisha seakan enggan untuk melepaskan sang putri kesayangan nya
" sayang kau sangat cantik nak "
" terimakasih yah "
" kamu sudah siap? "
anisha hanya mengangguk dengan sedikit senyum di bibir indahnya
" baiklah ayok kita berangkat sekarang saja ke tempat acara.. galle sudah mengirim kan alamat nya "
__ADS_1
" iya yah "
" bund nggak ada yang ketinggalan lagi kan? "
" nggak yah semuanya sudah siap "
" ya sudah yuk sayang kita ke mobil "
ayah dimas menuntun anisha bersama bunda lia mereka seakan tidak percaya putri kesayangan mereka sudah dewasa dan akan segera menikah
anisha masuk ke dalam mobil ayah dimas dan bunda lia duduk mengapit anisha di kursi belakang sedangkan zahra dia duduk di samping sopir
di mobil
anisha menggenggam kedua tangan ayah dan bunda nya dan meletakkan di atas pangkuan nya
dia mencium tangan keduanya secara bersamaan
" bunda ayah "
" iya sayang "
" terimakasih banyak "
" untuk apa sayang "
" untuk kalian yang sudah sabar membesarkan anisha sampai sekarang ini.. mungkin dengan ucapan terimakasih tidak akan cukup untuk membalas semua jasa-jasa kalian terutama jasa bunda yang sudah mengandung anisha dan melahirkan anisha dan terimakasih untuk ayah yang sudah mau menyanyangi anisha selama ini yang sudah sabar dengan semua sifat dan kelakuan anisha mungkin tanpa anisha sadari anisha sudah mengecewakan kalian... maaf ayah bunda.. dan terimakasih.. untuk saat ini hanya itu yang bisa anisha ucapkan untuk kalian.. "
bunda lia meneteskan air matanya kala mendengar ucapan putrinya yang sekarang tengah memakai gaun akad nya
" kamu tidak perlu berterimakasih kepada bunda sayang.. karena bunda ikhlas sudah mengandung dan melahirkan kamu.. "
" iya nak kamu tidak perlu berterimakasih itu adalah tugas kami sebagai orang tuamu.. kamu adalah titipan dari Allah untuk kami nak.. dan kami sangat sayang dan cinta sama kamu nak "
" kamu juga tidak perlu meminta maaf sayang bunda dan ayah sudah memaafkan kamu sebelum kamu meminta maaf sayang "
" terimakasih terimakasih terimakasih bunda ayah nisha tidak akan melupakan semua yang kalian lakukan terhadap anisha "
zahra juga meneteskan air matanya tetapi dia mengalihkan pandangan ke luar jendela supaya tidak ada yang tau bahwa zahra juga menangis
Rasanya berat sekali melepas mbak nisha.. apakah nanti kalo aku nikah akan kaya mbak nisha.. bunda ayah zahra nggak akan meninggalkan kalian batinnya
skip sampai
anisha turun dengan bantuan bunda lia dan zahra ayah dimas sudah sibuk dengan urusan nya sendiri di acara
sebelum turun dari mobil anisha mengucapkan bismillah terlebih dahulu dan tiba-tiba dadanya berdetak begitu cepat nya
Bismillahhirahmannirrahim, ya Allah lancar kan lah hari ini semoga tidak ada hambatan selama acara Amin batinnya
saat anisha sudah berdiri di samping mobil nya Viola dan Della segera menghampiri anisha yang saat itu sudah berhasil membuat mereka terpukau dengan kecantikan nya
" Anisha "
__ADS_1
Anisha tersenyum kepada Viola dan Della mereka langsung memeluk anisha erat
" kau sangat cantik nish.. galle memang tidak salah memilih istri "
" iya kau benar sekali vio.. "
" ayok nish kita masuk lewat pintu itu "
" iya ayok "
saat anisha masuk dia begitu takjub dengan dekorasi nya yang menurutnya sangat indah itu
" ayok nish duduk di sini kamu masih tidak di perbolehkan bertemu dengan galle "
" kau ini Dell nisha juga tau kalo itu hahaha "
anisha hanya tersenyum menanggapi Viola dan Della yang dari tadi asik berceloteh ria
sebenarnya anisha dan galle duduk bersebelahan tetapi di batasi dengan tirai putih di antara mereka
" Baiklah bisa kita mulai sekarang? "
" iya "
" Ananda Galih silahkan jabat tangan bapak dimas selalu ayah kandung dari Ananda Anisha "
galih menjabat tangan ayah dimas dia sudah gugup sedari tadi
" Ananda galih apakah sudah hafal yang tadi saya suruh hafalkan? "
" sudah pak "
" silahkan bapak dimas "
" Saya nikahkan dan saya kawinkan putri saya Anisha Aulia Rahmah frainkeris Binti Dimas Prasetyo frainkeris dengan Galih asfaradzhi Mahendradatta Bin Rasyid Asfaradzhi Mahendradatta dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan lantunan ayat suci Al-Quran oleh ananda Galih tunai "
( gitu aja kali ya soalnya aku nggak tau ijab nya kayak apa maklum masih muda haha)
" Saya terima nikah dan kawinnya Anisha Aulia Rahmah frainkeris Binti Dimas Prasetyo frainkeris dengan mas kawin tersebut tunai "
dengan satu tarikan nafas galih mengucapkan ijab kabul nya degan lancar dan lugas
" Bagaimana para saksi? "
kedua saksi mengangukkan kepala dan berucap kata ' sah '
" Sah "
semua tamu undangan yang hadir ikut mengucapkan kata ' sah ' sampai menggema di gedung itu
anisha yang mendengar itu langsung meneteskan air matanya merasa terharu karena dalam waktu sejekap mata status nya telah berganti dari lajang menajadi Istri
"Ya Allah berkahilah rumah tangga hamba dengan kesejahteraan dan kedamaian bersama jodoh yang telah engkau pilihkan untuk hamba ya Allah.. yaitu Galih asfaradzhi Mahendradatta Aminn.." batinnya
__ADS_1
-------------------------
Bersambung