Cinta Istri Sholehah

Cinta Istri Sholehah
Epson 19


__ADS_3

" jadi kamu.. heh.. kamu menguntit saya ya " ucap anisha


Galih menyerngitkan keningnya " Menguntit.. saya menguntit kamu.. ya nggak mungkin lah saya menguntit.. " ucap Galih dia memang tak mengenali anisha karena pada malam itu anisha sedang memakai masker kesehatan


" terus kenapa kamu bisa ada di sini juga.. itu apa namanya kalo bukan penguntit! " ucap anisha ngegas


" memang kita pernah saling bertemu apa? sehingga kamu berpikir saya menguntit kamu!!" ucap Galih ikutan ngegas


" ya jelas kita pernah saling bertemu!!.. " ucap anisha kembali ngegas


" Di mana kalo pernah? " tanya Galih dengan nada nenantang


" Dua malam yang lalu di jalan xx saya memakai motor scupy merah menyala dan menggunakan masker kesehatan " ucap anisha


" Ooh jadi kamu malam itu hah! wanita yang dengan beraninya menampar dan membentak diriku! " ucap Galih walau hatinya senang bertemu dengan gadis yang dari malam itu sedang menduduki tahta di hatinya


" iya itu saya! " ucap anisha dengan lantang


" sudahlah.. yang jelas saya bukan penguntit jelas.. " ucap Galih anisha merengut kesal dan dengan cepat merogoh ponselnya menghubungi sang adik


" Hallo sayang sudah dapat bukunya? " tanya anisha dengan nada kesal


" iya mbak sudah dapat.. mbak kenapa? " tanya zahra


" tidak papa ayo sekarang kamu tunggu di dekat kasir mbak kesana sekarang " ucap anisha


" okay mbak.. " ucap zahra


Anisha kembali menatap Galih dengan memicingkan matanya


" Permisi tuan!! " ucap anisha sambil berbalik


" waalaikumsalam mbak pembentak " ucap Galih dengan menekankan kata Pembentak


Anisha kembali berbalik ke arah Galih dengan wajah kesalnya


" Mbak Pembentak!! " Bentak Anisha


" iya!! karena anda senang sekali membentak!! " ucap Galih


anisha memicingkan matanya menatap tajam ke arah Galih dan di tatap balik Galih menatap tak kalah tajam ke arah anisha


" Baiklah.. terserah anda Tuan kelayaban " ucap anisha dengan menekankan kata Kelayaban


Galih mengerutkan dahinya " Kelayaban? " tanya Galih


" iya Kelayaban tengah malam.. hahaha " jawab anisha sambil terkekeh dan berlalu meninggal kan Galih sendiri dengan fikiran nya


setelah anisha berlalu Galih tersenyum tipis " Kelayaban hahaha sangat lugas " gumam Galih


" Baiklah nona Pembentak " ucap Galih dan berlalu menuju kasir


kembali dia melihat anisha dalam barisan mengantri untuk membayar di urutan belakang


Galih berjalan menuju anisha dan berdiri di belakang anisha


Anisha tak menyadari jika Galih di belakang nya dia berfikir mungkin pengunjung lain


setelah beberapa lama mengantri sekarang giliran anisha untuk membayar

__ADS_1


" Jadi berapa semuanya kak? " tanya anisha kepada petugas kasir


" Oh ini dek semuanya 125.000.00 pakai cash atau kredit? " tanya petugas kasir


" Cash saja kak " jawab anisha dan mencari dompetnya di dalam tas


Anisha terus mengobrak-abrik tasnya mencari dompetnya Galih yang melihat pun mengerti anisha lupa membawa dompetnya


" kak ini buku saya.. sekalian aja dengan nya.. " ucap Galih petugas kasir itu tersenyum dan menganguk dan menghitung harga buku Galih


" jadi berapa kak? " tanya Galih


" total punya adek seharga 130.000.00 di gabung dengan punya adek itu jadi 225.000.00 dek.. mau cash atau kredit? " tanya petugas kasir itu


" cash aja mbak " ucap Galih dan menyerahkan uang seharga 250.000.00 dari dalam dompetnya


" oh iya ini kembaliannya dan terimakasih selamat datang kembali " ucap petugas kasir itu


" iya terimakasih kembali " ucap Galih


" ini dek bukunya " ucap petugas kasir itu


" eh iya kak.. terimakasih " ucap anisha dan berlari menyusul Galih zahra pun ikut berlari mengikuti anisha


Anisha berhasil menyusul Galih yang hendak masuk ke dalam mobilnya


" tuan terimakasih.. boleh minta nomer rekening tuan biar saya transfer uang tuan " ucap anisha


Galih berbalik dan menatap anisha dengan tersenyum tipis anisha kaget saat Galih berbalik


" tidak usah nona pembentak " ucap Galih


zahra yang melihat itu segera menghampiri sang kakak dan memegang pundak anisha


" mbak sudah mbak.. kita terimakasih saja sudah cukup.. ayo pulang " ucap zahra menenangkan sang kakak


" zahra tidak bisa.. mbak tidak mau ngutang dengannya " ucap anisha


" apa mbak ngutang? bukannya mbak bayar pake uang mbak " ucap zahra bingung


" nggak.. dompet mbak ketinggalan di tas satunya dia yang membayar buku kita " ucap anisha


" ooh begitu baiklah ini pake uang zahra saja dulu nanti mbak ganti di rumah " ucap zahra


" nah bagus sini " ucap anisha sambil menengadah kan tangannya.


" Tidak usah apa itu.. jangan jangan sudah tidak papa sekalian aja tadi " ucap Galih saat melihat zahra mengambil dompetnya


" ya sudah terus apa? " tanya anisha


" cuma satu temani aku makan di cafe Pelangi itu " jawab Galih


" Oke baiklah.. kebetulan saya juga ada janji dengan seseorang di cafe itu " ucap anisha


" ayok sekarang saja " ucap Galih mereka menyebrang jalan menuju cafe Pelangi


saat masuk ke dalam cafe anisha menyapu setiap sudut cafe Pelangi


" nah itu dia " ucap anisha

__ADS_1


" ayok " tarik anisha kepada tangan zahra di ikuti Galih di belakang mereka


" Assalamu'alaikum kak " ucap anisha


" waalaikumsalam nish duduk dulu " jawab Bram


" wah wah wah dia begitu lembut dan manis dengan orang lain tetapi dengan ku " batin Galih jengkel


" Apa kabar nish? " tanya Bram


" Baik kak.. kakak sendiri bagaimana? " tanya anisha


" seperti yang kau lihat " jawab bram dengan senyum manis


" Oh iya kak kenalkan ini adik ku zahra " ucap anisha zahra tersenyum dan mengangguk dan mengatupkan tangan di dada nya


" zahra kak " ucap zahra


" Bram " sahut Bram


" Dan ini nisha? " tanya Bram sambil menunjuk Galih yang duduk tanpa ekspresi


" Dia... " ucap anisha menggantung dia bahkan tidak tau nama laki-laki yang di sebutnya tuan kelayaban


" Perkenalkan saya Galih " ucap Galih


" saya Bram " sahut Bram


" Ooh jadi namanya Galih " batin anisha


" aaa saya buru-buru nish " ucap Galih karena tadi dia sempat mendengar kata nish di ucapkan oleh Bram


" kak Galih kenapa buru-buru? " tanya anisha mencoba untuk lembut


" saya harus mempersiapkan barang-barang permisi " jawab Galih


" oh ya sudah kalo gitu kita permisi juga deh saya juga harus packing " ucap anisha


" ya kan sayang? " tanya anisha


" iya mbak ayok.. " jawab zahra


" assalamu'alaikum kak kita duluan" ucap anisha


" iya nish nggak papa " ucap Bram


anisha, zahra dan Galih keluar dari cafe tersebut tanpa memesan apa-apa


Galih kembali ke mobilnya dan anisha kembali ke mobilnya


tanpa saling menyapa mereka masuk ke dalam mobil masing-masing yang terparkir bersebelahan


di dalam mobil anisha zahra terus saja bertanya siapa Galih kenalkah anisha dengan Galih atau ada hubungan apa anisha dengan Galih itu yang dari tadi mengangu pikiran zahra


di mobil Galih laki-laki itu menyetir dengan senyum mengembang dia sangat bahagia karena bisa banyak bicara dengan anisha gadis yang selalu hinggap di pikiran nya sejak dua malam yang lalu


-------------------------------------


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2