
kedatangan zahra..
β’
β’
β’
ππππ
setelah makan siang galih tidak kembali lagi ke kantor nya saat ini mereka sedang duduk bersama di ruang keluarga
" kakak tadi malam kemana? kenapa pulang nya larut banget? " tanya galih diri nya merasa kurang puas dengan jawaban Ghaniyah tadi pagi
Ghanisha yang sedang memainkan ponsel nya itupun menoleh ke arah kakak nya " iya kak, kakak kemana tadi malam? "
" aku ke rumah sakit, abi niyah ke rumah sakit, jenguk temen yang lagi lahiran "
p
" kenapa pulang nya larut banget? kenapa nggak ngasih kabar ke orang rumah dulu? "
" ponsel Niyah mati bi makanya nggak ngasih kabar ke dulu "
" kenapa pulang nya larut banget? "
" ke asikan ngobrol "
" emang kakak ke rumah sakit mana? "kali ini bukan galih yang bertanya melainkan anisha
" rumah sakit permata cahaya ummah "
saat Ghanisha hendak bersuara bunyi bell berbunyi menandakan sedang ada tamu Ghanisha berjalan untuk membukakan pintu nya
ceklek..
" aaaaaaaaaaa, auntyyy isha kangennnnn " Ghanisha langsung memeluk wanita cantik yang sedang berdiri Di depan pintu
" Aunty juga kangen sama kamu, ponakan kecil nya auntyyy " adik dari anisha itu segera mengecup kepala ponakan nya
mata Ghanisha beralih ke arah sosok laki-laki yang baru saja keluar dari mobil " aunty itu siapa? " bisik nya zahra segera mengikuti arah pandangan zahra yang ternyata tertuju kepada lelakinya
" itu temen aunty sayang, sebentar aunty kenalkan " Ghanisha menganguk laki-laki itu sekarang sudah berada tepat di depan nya ternyata laki-laki itu cukup tinggi dari badannya
" gimana ada yang ketinggalan lagi kak? " tanya zahra kepada laki-laki itu
" nggak ada, ni tadi aku cari ini " laki-laki itu mengangkat kedua tangannya memperlihatkan dia totebag zahra hanya menganguk
" dia siapa? " kembali bertanya kepada aunty nya, mata laki-laki itu beralih ke arah sosok gadis cantik itu
__ADS_1
" oh iya, kak kenalkan dia ponakan kecil nya aku, yang pernah aku ceritakan itu loh " laki-laki itu menganguk lalu mengulurkan tangan kepada ghanisha
" ternyata memang benar, dia sangat cantik, kenalkan aku Rizky " Ghanisha membalas jabatan tangan Rizky dengan senyuman
" Ghanisha om " laki-laki itu terkejut ketika di panggil om oleh gadis cantik di depan nya itu sedangkan zahra hanya tertawa melihat ekspresi lelakinya itu
" om? "
baru saja Ghanisha ingin membuka mulutnya suara Anisha sudah terdengar " Dekk, siapa yang dateng? kenapa nggak di suruh masuk? "
" ah iya, isha lupa. ayuk masuk aunty " Ghanisha segera menggandeng lengan zahra dan menuntunnya masuk
" ayuk masuk kak " ucap zahra yang sudah di tarik lengannya oleh sang ponakan
" Om?? " tunjuk Rizky kepada dirinya sendiri apakah setua itu dirinya sampai di panggil om lalu melangkah masuk
***
" siapa sayang dateng? " tanya anisha yang baru keluar dari ruang keluarga
" Mbakkk " ucap zahra dan langsung memeluk kakak semata wayang nya dengan rasa rindu yang menggunung
" Zahra? kamu dateng dek " zahra hanya menganguk dalam pelukan kakak nya itu beberapa lama kemudian dirinya melepaskan pelukan nya
" apa kabar kamu? kenapa ga mau pulang? ayah sama bunda mana kenapa nggak ikut ke sini? mereka sehat kan? " zahra terkekeh melihat kakak nya melontarkan begitu banyak pertanyaan
" kok malah ketawa si " mata anisha tak sengaja melihat Rizky otaknya memutar mencoba mengingat Rizky karena wajah laki-laki itu sangat familiar di matanya
anisha memandang adiknya lalu memandang lagi ke arah Rizky " ini maksudnya apa? " tanpa basa basic zahra memperlihatkan cincin di jadi manis nya anisha terkejut sambil menutup mulutnya
" aku dan kak Rizky sudah bertunangan mbak "
" hah. kapan? kok mbak nggak tau?!! " zahra hanya terkekeh melihat ekspresi kakak nya itu
" mbak pasti tau kenapa aku dan kak Rizky jadi bertunangan, udah ah mana ponakan aku satunya, Ghaniyah ini aunty sayanggg " teriak zahra dan berlalu meninggalkan semuanya di ruang tamu
anisha memandang ke arah Rizky dengan senyuman nya " selamat pak, mari masuk " Rizky hanya tersenyum canggung ke arah anisha
Ghanisha yang sedari berada si sana langsung menggandeng lengan Rizky setelah tau laki-laki itu tunangan aunty kesayangannya lalu masuk ke ruang tengah
***
terlihat lah bahwa Ghanisha, anisha, zahra, dan galih tengah berbincang seru seketika Ghanisha langsung duduk di samping aunty nya itu
" auntyy, mana hadiah aku? " ucap Ghanisha Ghaniyah yang mendengar itu langsung menengadahkan tangannya seperti yang di. lakukan oleh Ghanisha
" eh kak, dek, masa langsung minta hadiah, aunty nya baru sampe loh, bawa tunangan lagi "
" iyakah, jadi adek kecilnya abang udah tunangan? " ucap galih
__ADS_1
" mbak, abang, udah deh. "
" pak Rizky, kenapa si mau tunangan sama adek saya, hahaha " ucap anisha
" mbak, kok masih manggilnya bapak sih, kak Rizky belum tua-tua amat kok " ucap zahra
" DIAMMMM " kakak beradik itu merasa si abaikan oleh orang-orang yang ada di sana
" kok kita berdua nggak di ajak ngobrol siii " celetuk Ghanisha
" kamu belum cukup umur, buat di ajak ngobrol, kalau Ghanisha sabi lah, hahahaha " ucap zahra
mendengar itu Ghanisha menggembungkan pipi nya karena di anggap belum cukup umur
" kenapaaa tu pipi, minta di cubit iya? hahahaha " ucap zahra sambil mencubit kedua pipi Ghanisha yang keliatan sedikit Chubby
" aduuhhh sakit auntyyy " gadis itu bersidekap dengan wajah garang ke arah zahra
" uuuuuu tatutttt " ucap zahra dengan nada yang di buat-buat dan semua orang pun tertawa termasuk Rizky dia sangat senang melihat zahra dan Ghanisha berceloteh sedangkan Ghaniyah gadis itu sedikit pendiam dengan orang baru
" udah ah jangan cemberut gitu, gemesh tau, mau aunty cubit lagi? "
" nggak!!!!! jangannn!!! "
" makanya jangan cemberut lagi "
anisha dan galih hanya terkekeh melihat interaksi keduanya
" aunty sekarang udah tunangan, kakak kapann? " celetuk Ghanisha membuat Ghaniyah yang sedang minum tersedak emang adek lucn*t emang kakak nya tersedak malah di ketawain
" jodoh nya belum datang " ucap Ghaniyah santai
" tapi ada nggak rasa ingin menikah? " tanya zahra Ghaniyah tersenyum dan menganguk
" ada si, tapi mau gimana lagi. jodoh nya belum datang aunty "
zahra menatap kakak dan kakak iparnya
" kenapa nggak kalian jodohin aja Ghaniyah sama siapa itu, anaknya kak Anggia " saran zahra anisha hanya mengangkat bahunya sambil melirik suaminya
Ghanisha menegang mendengar saran yang terlontar dari aunty nya
" gimana kalo beneran ummah sama abi jodohin kakak sama kak Rayyan, terus aku gimana? aku mencintai laki-laki itu " batinnya ingin sekali dia berkata seperti itu tapi apalah daya dia tak mungkin langsung berkata seperti itu sedangkan mereka baru sekali ketemu itupun ke tidak sengajaan
π΄π΄π΄π΄
Aduhhh onty zahra, Saran mu membuat salah Satu ponakan mu akan sakit hatiiπ
Ghanisha semangatt kejar terus cintamu jangan kasih kendorrr π£οΈ
__ADS_1
...TBC...