
matahari sudah menghilang dan sekarang giliran si bulan yang datang menerangi gelapnya malam
anisha dan galih sekarang sudah berada di perjalanan mereka berniat akan menginap di rumah besar ayah dimas untuk 2 hari kedepan dan setelah nya akan kembali menginap di rumah abi Rasyid
di mobil
" mmm.. mas kita mampir ke cafe kencana dulu ya aku ada janji sama seorang dokter kenalan ku di sana "
" iya kita mampir sebentar ya "
" makasih mas "
" sama-sama sayang "
cafe kencana
anisha sudah berada di depan cafe kencana dia kembali menelfon dokter sila menanyakan keberadaan nya di dalam cafe itu
" assalamu'alaikum, dok saya sudah berada di depan cafe ni.. "
...........
" owh.. ya sudah tunggu saya di dalam ya dok "
.............
" assalamu'alaikum "
.............
" gimana sayang? "
" udah ayok mas kita masuk katanya di meja nomer 8 "
" owh.. yuk "
galih mengengam tangan anisha memasuki cafe kencana itu dan mencari meja dengan nomer 8
setelah mendapatkan meja nya anisha dan galih segera menuju seorang wanita yang berjas putih itu
" assalamu'alaikum, dokter sila? "
dokter sila mendongak " waalaikumsalam, ibu anisha? "
" iya dok.. saya anisha "
" owh iya benar saya dokter sila "
anisha dan dokter sila saling berjabat tangan setelah mengenali satu sama lain
" silahkan duduk bu "
" terimakasih dok, ayok duduk mas "
galih hanya menganguk dan duduk di kursi samping anisha.
" sebelumnya perkenalkan dulu ini suami saya dok namanya galih "
" mas ini dokter sila kenalan aku "
galih mengatup kedua tangannya di depan dada dan sedikit menganguk juga senyuman tipis di Bibir nya
dokter sila juga menganguk sambil tersenyum meski arah galih
" jadi gimana dok? apa yang mau dokter jelaskan? "
__ADS_1
" owh iya apa ibu membawa hasil pemeriksaan hari itu? "
" iya dok saya membawa nya "
" boleh saya lihat bu? "
" boleh silahkan dok "
anisha mengambil hasil pemeriksaan nya hari itu yang di berikan dokter sila, dokter sikap segera mengambil surat itu dan mulai membacanya
" owh astaghfirullah maafkan saya bu nisha? "
" maksud dokter apa? "
galih hanya diam mendengar kan dua wanita itu berbincang-berbincang
" ternyata ada kekeliruan dalam penulisan nama ibu dan nama pasien lain bu "
" maksud dokter apa? "
" seharusnya surat ini atas nama Anesha Rahmanisa dan di sini ditulis nama ibu.. "
" maksudnya apa? saya belum mengerti dok "
" ini bukan hasil pemeriksaan yang saya lakukan bersama ibu, liat bu di sini namanya ' ANISHA RAHMANISA BUKAN ANISHA A. RAHMAH F. "
" jadi hasil pemeriksaan itu bukan punya saya dok? "
"bukan bu, tapi demi kebaikan bersama kita akan melakukan pemeriksaan kembali dengan ibu nisha dan juga pasien saya ini "
" iya dok.. jadi kapan bisa periksa dok? "
" nanti saya hubungi lagi kapan waktu yang tepat untuk kita melakukan pemeriksaaan kembali bu "
" iya bu pasti.. dan maaf sekali lagi bu "
" iya dok tidak papa saya tau dokter sila pasti banyak memiliki pasien.. saya mewajarkan hal ini terjadi dok.. "
" terimakasih bu atas pengertian nya "
" iya dok sama-sama.. kalo begitu saya pamit dengan suami hendak ke rumah orang tua saya dok.. dan sekali lagi terimakasih "
" iya bu.. "
" mari dokter assalamu'alaikum "
" iya mari.. waalaikumsalam "
di mobil
" sayang kamu kenapa sebenarnya hmm? pemeriksaan apa yang kalian bicarakan? "
" nanti ya mas aku ceritain kalo sudah sampai di rumah, nggak enak kalo kita ngobrol dengan kamu masih nyetir kayak gini.. bahaya tau mas nyetir sambil ngobrol "
" ya sudah kita rumah ayah sekarang "
Galih melajukan mobilnya agak cepat karena dia sudah tak sabar ingin mendengar cerita sang istri nya itu
" mas pelan-pelan aja nyetir nya nggak usah buru-buru juga.. kita pasti akan sampe kok mas "
" iya sayang tapi nggak papa lah sedikit cepat agar cepet juga sampe nya "
anisha hanya geleng-geleng kepala mendengar alasan yang di buat oleh Galih
20 menit di jalan akhirnya mobil Galih sudah memasuki rumah besar ayah dimas itu
__ADS_1
Galih segera memperkirakan mobilnya di bagasi samping rumah setelah selesai memperkirakan mobil mereka masuk
mereka masuk dalam keadaan Hening walaupun anisha dan galih sudah mengucapkan salam berkali-kali tetapi tidak ada sahutan dari dalam sama sekali
tak lama kemudian anisha dan galih sudah berdiri tepat di tengah-tengah ruang keluarga anisha memutuskan untuk mencari ke bundanya ke dapur tetapi selangkah kemudian dia terpeleset untung saja galih sigap menangkap tubuh ansiah
" ahhhh "
" nisha ( hap) "
mereka saling memandang satu sama lain dan tanpa mereka sadari bunga-bunga mawar merah bertaburan dari atas menerpa tubuh mereka berdua yang saat itu sangat keliatan mesra seperti adegan-adegan di India biasanya
" welcome back home "
teriakan zahra yang menggelegar dari atas tangga belum mampu melumpuhkan tatapan mata kedua pasangan muda itu mereka masih saling tatap menatap mata masing-masing
ayah dimas dan bunda lia menghampiri mereka yang masih setia dengan posisi nya zahra juga ikut menghampiri kakak dan kakak iparnya itu
mereka melihat pasangan muda itu dalam diam sampai zahra memberi kode bahwa mereka harus sedikit menjauh dari pasangan muda itu
saat mereka sudah sedikit mundur zahra memberi kode tepuk tangan mereka akhirnya bertepuk tangan sambil melihat romantisnya pasangan itu
seketika lamunan mereka buyar saat mendengar suara tepukan tangan
prok prok prok prok
" astaghfirullah hal adzim "
galih membantu anisha untuk kembali berdiri dengan kedua kakinya mereka sangat terkejut dengan kehadiran zahra dan kedua orang tua mereka yang saat ini tengah memperhatikan mereka
dan mereka tambah terkejut lagi saat melihat bunga-bunga mawar di lantai yang tadi menerpa tubuh mereka
" gimana mbak dan abang ku kejutannya apa kalian senang? "
anisha dan galih saling pandang sejujurnya mereka masih bingung dengan suasana saat ini
" maksud kamu apa ra? "
" iya mbak nisha, ini adalah kejutan untuk kalian "
ucap zahra sambil menunjukkan hamparan bunga mawar mengelilingi pasangan itu
" maksudnya? "
" apa kalian tidak sadar tadi bunga-bunga mawar ini menerpa tubuh kalinya heuh? "
anisha dan galih menggeleng menjawab pertanyaan zahta, sontak membuat zahra menepuk dahinya
dia sudah susah-susah merancang semua kejutan hari ini untuk menyambut kedua kakaknya dan sampai memohon kepada ayah dan bundanya supaya mau ikut berpartisipasi dalam kejutannya hari ini
" berarti semua ini sia-sia dong "
zahra hanya bergumam tapi mampu di dengar oleh bundanya..
bunda lia hanya menggelengkan kepala dan merangkul zahra
" tidak ada sia-sia sayang "
" maksud bunda.. ya sia-sia dong niat zahra itu membuat ini supaya kedua kakak zahra itu senang karena penyambutan mereka sangat unik di buat "
--------------
hari ini up nya cuma bisa satu aja ya soalnya hari ini aku sibuk banget dengan semua tugas-tugas sekolah ku..
bersambung
__ADS_1