Cinta Istri Sholehah

Cinta Istri Sholehah
Epson 13


__ADS_3

bu windy dan zelin keluar dari ruangan admin menuju parkiran mobil zelin


" makasih ya aunty sudah mengantar zelin sampe di sini " ucap zelina


" iya sayang.. tidak masalah.. " ucap bu windy


" ya udah aunty zelina pamit ya.. assalamu'alaikum " ucap zelina sambil mencium punggung tangan kanan bu windy


" iya sayang.. Hati-hati ya " ucap bu windy


zelina tersenyum dan menganguk dan segera melajukan mobilnya menjauh dari supermarket bu windy segera kembali masuk


Ceklek


" assalamu'alaikum nish " ucap bu windy


" waalaikumsalam bu " jawab anisha


" nisha bagaimana? " tanya bu windy


" bagaimana apa ya bu? " tanya anisha


" zelina tadi " jawab bu windy


" kenapa dengan nona zelina bu? " tanya anisha bingung


" bagimana pendapat kamu tentang zelina " jawab bu windy


" nona zelina baik bu cantik juga sopan.. itu menurut dari pandangan saya bu " ucap anisha


" menurut mu Rizky cocok tidak dengan zelina " tanya bu windy


" saya kurang tau bu.. " jawab anisha sopan


" baik tidak masalah " ucap bu windy


" saya masuk dulu ya " sambung bu windy


" iya bu silahkan " ucap anisha sambil membukakan pintu ruangan dalam


" terimakasih anisha " ucap bu windy


" sama-sama Bu " jawab anisha


***


tidak terasa waktu berjalan begitu cepat kini anisha sudah 2 bulan bekerja sebagai asisten dan sekertaris bu windy di supermarket M


hari ini anisha pulang larut malam karena harus mengawasi karyawan shift malam sampai waktu tutup


" alhamdulillah akhirnya tutup juga " gumam anisha sambil mengunci supermarket


" astaga sudah jam 10 malam ini sudah larut sekali.. " gumam anisha sambil melihat jam di lengannya


Anisha berjalan menuju motor kesayangan dan memakai helm segera dia melajukan motornya membelah jalanan yang sepi


saat hampir di ujung jalan anisha melihat empat orang laki-laki tengah berkelahi

__ADS_1


seketika anisha menepikan motornya untuk menunggu perkelahian itu selesai


anisha duduk di atas motornya dengan perasaan takut dan keringat dingin mulai bercucuran di pelipis nya


sudah satu jam lamanya anisha menunggu tetapi belum ada tanda-tanda perkelahian itu selesai


anisha mulai was-was selain malam yang sudah larut tetapi juga takut jika salah satu laki-laki itu menyadari kehadiran anisha walaupun sudah sangat jauh


" astaga ini sudah jam 11 malam bagaimana ini.. Bismillah aja lah numpang lewat kan nggak papa juga kan " gumam anisha sambil memasang masker kesehatan juga memakai helm dia menjalankan motornya


setelah dekat dengan empat laki-laki itu anisha tambah gugup dan sedikit menaikan tingkat kecepatan motornya


" astaghfirullahhaladzim " ucap anisha setelah dekat dengan empat laki-laki itu


mendengar suara anisha keempat laki-laki itu menoleh ke arah anisha dan salah satunya berjalan mendekat ke arah anisha


anisha berusaha menyembunyikan rasa takut nya supaya tidak terlihat oleh para laki-laki itu


" Hai cantik " ucap laki-laki itu sambil mencolek dagu anisha yang tertutup masker kesehatan


" Ya allah beraninya kau menyentuh ku " bentak anisha entah keberanian dari mana sampai dia bisa membentak laki-laki itu


laki-laki itu terkejut dengan reaksi anisha yang membentak nya


" kenapa sayang " ucap laki-laki itu lagi sambil memegang lengan anisha yang ada pada stang motornya


Anisha langsung melotot ke arah laki-laki itu dan turun dari motor nya


setelah turun dari motor anisha langsung menghempaskan tangan laki-laki itu yang memegang lengannya


" BERANI NYA KAU!!!!! MENYENTUH KU!!! BRENGSEK!!! " Teriak anisha


anisha langsung menampar pipi laki-laki itu dan mendorong tubuh laki-laki itu sampai tersungkur


anisha mendekati motor nya dan membuka jok motor nya dia mengambil sarung tangan


kembali anisha mendekati laki-laki itu yang tersungkur anisha duduk mensejajari dengan laki-laki itu


" assalamu'alaikum bang " ucap anisha


Tidak ada jawaban dari laki-laki itu anisha menghembuskan nafas kasar dan menatap laki-laki itu


" Assalamu'alaikum!!! " ucap anisha dengan suara yang meninggi


Masih tidak jawaban dari laki-laki itu membuat anisha menoleh ke samping dia mengambil Ranting pohon yang cukup besar


anisha mengambil dagu laki-laki itu dengan Ranting pohon itu membuat laki-laki itu mendongak menatap anisha yang masih menggunakan masker kesehatan


" eh bang.. kalo orang ngucap salam di jawab " bentak anisha membuat laki-laki itu terlonjak kaget


" assalamu'alaikum " ucap anisha dengan nada melemah


" Wa... wa.. alai.. kum.. salam.. " ucap laki-laki itu terbata


" ulangi!! Assalamu'alaikum " ucap anisha


" waalaikumsalam " ucap laki-laki itu gugup

__ADS_1


" ini sudah hampir jam 12 malam bang... ngapain abang di sini " tanya anisha


" kamu sendiri ngapain di sini sendiri lagi " tanya laki-laki itu


" saya baru pulang kerja bang.. lah abang sendiri " ucap anisha


" sa.. saya.. Mmm.. udah bukan urusan mu" jawab laki-laki itu


Anisha tersenyum di balik masker kesehatan nya


" baiklah bang.. saya permisi.. tolong jangan ganggu saya " ucap anisha sambil berdiri dan melempar Ranting pohon itu ke sembarang arah


Anisha berjalan ke arah motornya dan melajukan motornya ke arah rumah


setelah sampai di depan rumah anisha segera membuka pintu rumahnya karena dia membawa kunci cadangan jika sewaktu-waktu dia telat pulang seperti sekarang


" Alhamdulillah bunda dengan ayah pasti udah tidur " gumam anisha pelan


setelah hendak masuk ke dalam kamar seketika lampu Ruang keluarga menyala


" lah kok nyala.. siapa yang nyalain " gumam anisha namun masih terdengar oleh ayah juga bunda nya


" ayah yang nyalain " ucap ayah dimas


anisha berbalik menghadap ayah dimas juga bunda lia


" eh ayah.. assalamu'alaikum ayah bunda " ucap anisha dan berjalan menghampiri kedua orang tuanya dan mencium punggung tangan kanan keduanya


" Anisha ayah mau bicara " ucap ayah dimas


" Mmm tapi yah.. ini sudah malam.. apa tidak bisa besok pagi saja " ucap anisha


" tidak bisa!! ini sudah yang kesekian kalinya kamu pulang hampir tengah malam!! " bentak ayah dimas pelan karena zahra sedang tidur membuat anisha menunduk takut


" kenapa diam anisha!! " bentak ayah dimas pelan namun tegas Anisha hanya tertunduk takut dan diam seribu Bahasa


" Anisha jawab ayah!! " ucap ayah dimas tegas


" an.. anu.. yah.. it.. itu.. mmm " ucap anisha gugup


" kenapa! " ucap ayah dimas bunda lia langsung mengusap bahu sangat suami supaya tidak tersulut emosi


" ayah tenang yah.. biarkan anisha menjelaskan dulu.. kenapa dia jadi pulang telat " ucap bunda lia lembut kepada sang suami


" kemarin-kemarin ayah bisa ngerti karena kamu tidak pernah pulang dari jam 10 malam! melihat hari ini kamu pulang tepat jam 12 malam sudah tengah malam anisha!!! ayah malu anisha dengan tetangga karena anak gadisnya pulang selalu malam " ucap ayah dimas Anisha masih menunduk dan menangis dalam diam


" Anisha kamu perempuan!! kamu itu punya adik.. yang sama juga perempuan.. seharusnya kamu itu mencontohkan yang baik untuk adikmu tidak dengan pulang tekat.. alasan kerja.. mana ada kerja sampai selurut ini " sambung ayah dimas


samar-samar bunda lia mendengar isak tangis sang anak bunda hendak memeluk anisha tetapi di tahan oleh sang suami


___________________


BERSAMBUNG


siapa laki-laki yang anisha temui di jalan tadi ya?


dan kenapa dia ada di jalan itu?

__ADS_1


stay tune terus di Cinta istri sholehah


__ADS_2