
" iya sayang besok ayah urus ya tempat tinggalmu di sana.. pendaftaran kamu.. serta semua kebutuhan kamu besok ayah akan urus semuanya okay sayang "
mendengar itu anisha mengeratkan pelukan nya pada sang ayah
" terimakasih banyak ayah.. nisha sayang ayah.. muachh " ucap Anisha sambil mengecup pipi kanan sang ayah
" hahaha kamu itu sudah besar anisha.. masih saja seperti anak kecil nya ayah " ucap ayah dimas terkekeh sambil mencolek hidung mancung sang putri
" ayah zahra mau di peluk juga " ucap zahra sambil merengut kesal
ayah dimas menoleh pada si bontot nya dan tersenyum melihat wajah sang putri
" sini sayang duduk di sini dan peluk lah ayah mu ini " ucap ayah dimas
dengan gesit bagaikan kilat zahra sudah duduk di samping kiri ayah nya dan mau tidak mau bunda lia berpindah duduk ke kursi single
zahra dan Anisha memeluk sang ayah megitu erat dan enggan melepaskan
tak lama terdengar lah suara adzan isya berkumandang
" kita sholat isya dulu yuk sayang-sayang nya ayah.. kita sholat di ruang ibadah ya sayang " ucap ayah dimas dan di angguki oleh kedua putri nya dan masih enggan melepas pelukan nya
" bagaimana kita sholat kalian saja seperti ini.. lepaskan dulu sayang " ucap ayah dimas gemas dengan kedua putri cantiknya itu
dengan berat hati anisha dan zahra melepas pelukan nya
" ya udah yuk kita ambil air Wudhu sayang " ucap ayah dimas bunda tidak bisa ikut sholat karena sedang kedatangan tamu bulanan nya
" sementara kalian sholat bunda siapin makan malam ya " ucap bunda lia
" Bund.. kenapa sih bunda nggak mau pake pembantu biar bunda nggak kecapean " ucap ayah dimas
" nggak kok yah.. kan bunda nggak kemana-mana juga bosen lah di rumah dari pada bunda nggak ada kerjaan lebih baik bunda urusin rumah urusin anak-anak dan yang terpenting urusin kakak Dimas.. hahaha " ucap bunda lia
ayah dimas yang mendengar dirinya di sebut sang istri dengan embel-embel 'kak' terkekeh pelan
" ayuk ah yah.. sholat sana anak-anak pasti pada udah ambil air wudhu nya " ucap bunda lia
" ya udah bunda siapin makan malam aja ya bund " ucap ayah dimas
__ADS_1
ayah dimas melihat kedua putri nya sedang merapikan sajadah dan memakai mukena ayah dimas tersenyum melihat keduanya
" Ekhemm.. udah siap semuanya sayang " ucap ayah dimas di ambang pintu
" sudah yah.. " ucap anisha
" baiklah mari kita sholat " ucap ayah dimas dan mengimami sholat kedua putri kecilnya itu
setelah sholat anisha mencium punggung tangan kanan ayah dimas di ikuti zahra
setelah selesai dengan sholat isya mereka berjalan bersama menuju meja makan terlihat lah sang bunda sudah menunggu sedari tadi
" ayok kesayangannya bunda.. kita makan " ucap bunda lia
mereka duduk di kursi masing-masing yang biasa di tempati
" sini yah biar bunda yang ambilin nasi nya " ucap bunda lia tapi di hentikan oleh anisha
" jangan bund.. biar nisha saja yang mengambil kan untuk ayah juga bunda " ucap anisha bunda lia tersenyum dan menganguk
Anisha berdiri dan mengambil piring sang ayah mengisinya dengan nasi dan ikan gorame goreng hangat juga sayur bayam
" ini bund.. " ucap anisha
" makasih sayang " ucap bunda lia dan ayah dimas bersamaan
Anisha menganguk dan mengambil piring milik sang adik
" eh mbak nisha mau apa.. jangan mbak.. biar zahra saja " ucap zahra melihat piring miliknya di ambil sang kakak
" tidak papa sayang.. biar mbak saja " ucap anisha sambil tersenyum
" baiklah terserah mbak saja " ucap zahra mengalah
" kamu mau ikan mana dek.. gorame atau peda? " tanya anisha
" gorame mbak.. dan sayur nya osengan kol dan kubis.. dan oh iya mbak nasi nya jangan banyak-banyak " ucap zahra
" asyiap sayangnya mbak " ucap anisha dengan gesit anisha mengisi piring sang adik dengan makanan yang di sebut kan sang adik
__ADS_1
" ini ni.. makan yang banyak " ucap anisha
" makasih mbak ku yang paling cantik " ucap zahra anisha menganguk dan mengambil piring nya dan ikut makan bersama
***
Sementara di rumah keluarga Asfaradzhi seorang laki-laki tampan tengah duduk di balkon kamar nya sambil tersenyum tipis membayangkan mata indah yang melotot tajam ke arah nya
Ya laki-laki ini adalah Muhammad Galih Asfaradzhi Mahendradatta laki-laki yang di omeli oleh anisha malam itu
" kenapa aku merasa dia cantik ya.. dengan melihat matanya saja sudah ku pastikan dia cantik bahkan bisa di bilang sangat cantik.. wanita yang pertama kali menampar wajah ku.. hehehe wanita yang pertama kali mendorong tubuhku dan wanita yang pertama membentak ku walaupun aku mendengar suaranya lembut tapi kenyataan nya dia sedang marah hahaha " Gumam Galih sambil terkekeh ia masih ingat saat anisha mengucapkan salam tapi dia menjawab dengan terbata akibat terkejut mendengar anisha mengucapkan salam
dan dirinya di suruh mengulang menjawab salam nya
" wanita yang unik " gumamnya lagi sambil tersenyum tipis
" ahh kenapa aku ini.. hahaha memikirkan wanita yang bukan mahram ku.. aku juga tak tau apakah dia sudah ada yang memiliki atau bahkan dia sudah menikah.. hahaha " ucap nya lagi sambil menutup pintu balkon kamar nya itu
" udah ah dari pada matanya itu membuat ku tak bisa berpikir apa-apa lebih baik aku tidur karena dua hari lagi aku akan berangkat ke khairo.. huuft " gumam Galih sambil menarik nafas panjang
***
Subuh ini anisha setelah anisha sholat gadis itu tidak seperti biasanya yang langsung ke dapur membantu sang bunda menyiapkan sarapan tetapi gadis itu di sibukkan dengan baju-baju yang harus dia bawa nanti saat dia berangkat ke khairo
Anisha sejak satu jam yang lalu setelah sholat subuh bolak-balik dari lemari ke kasur dan meletakkan baju-baju nya
" huuft baju ini.. ini.. ini.. dan ini.. ahha.. hijab ini serasi juga.. okay.. di sana aku akan pake masker kesehatan aja kali nya.. hahaha " celoteh anisha sendiri sambil tertawa sendiri
Dia memasukkan baju-baju gamis dan hijab-hijab panjang jumbo nya.. sarung tangan kaos kaki.. dan masker kesehatan juga keperluan dirinya nanti di khairo
***
Di meja makan ayam dimas bunda lia dan zahra sedang menunggu putri sulung nya itu
" haduhh!! mbak nisha kemana pagi-pagi belum keluar kamar juga " ucap zahra
" ya sudah kamu panggil gih mbak mu itu.. bunda juga sudah lapar " ucap bunda lia
zahra berjalan menuju kamar sang kakak dan mengetuk pintu kamar nya
__ADS_1
BERSAMBUNG