Cinta Istri Sholehah

Cinta Istri Sholehah
Epson 34


__ADS_3

Di pagi yang cerah di kairo anisha sudah siap dengan pakaian tertutup nya dengan masker kesehatan kaos Kaki juga sudah melekat di kakinya


" assalamu'alaikum semuanya " sapa anisha pada semua orang yang ada di meja makan


" waalaikumsalam " jawab semuanya tanpa menoleh ke arah anisha


" mmmm bi anisha masih belum bisa pakai cadar seperti bibi " ucap anisha sendu


bibi anisha menoleh ke arah anisha " tidak mengapa sayang.. kamu biasakan saja dulu menutup wajahmu dengan masker kesehatan ini itung-itung kamu belajar hahaha " ucap bibi anisha sambil mengusap Kepala anisha


" iya bener anisha kami tidak ingin kamu merasa tertekan karena menggunakan cadar seperti bibimu kami ingin jika kamu ingin memakai cadar murni dari hati kamu sendiri tidak di paksa oleh seseorang atau terpaksa.. " timpal paman anisha


" iya paman anisha akan belajar dengan masker kesehatan ini sementara sebelum anisha memutuskan untuk mengenakan cadar dan betul-betul menutup semua aurat anisha.. " ucap anisha tersenyum karena masker kesehatan anisha sudah ja turunkan di bawah dagunya


" mmmm oh ya bi.. abi belum menjawab pertanyaan dari Asyad " ucap Arsyad


" Mmm pertanyaan yang mana stadion? " tanya paman anisha


" Batas-batas aurat laki-laki bi.. " jawab Arsyad


" Mmm batas aurat laki2 yaitu dari pusar sampai lutut syad " jawab paman anisha


" Mmm kalo batas aurat nya Arsyad bagaimana bi? " tanya Arsya


" Arsya kan perempuan sayang jadi batas aurat perempuan hampir semuanya aurat, cuma wajah dan telapak tangan doang yg bukan aurat sayang " jawab paman anisha


" kalo wajah bukan aurat kenapa umi dan arsya pakai cadar bi? " tanya Arsya


" dengerin abi ya arsya... Para ulama berbeda pendapat soal status wajah perempuan; apakah termasuk aurat atau tidak? Pertama, mayoritas ulama meliputi ulama mazhab Hanafi, ulama mazhab Maliki, sebagian besar ulama mazhab Syafi’i, dan ulama mazhab Hanbali menyatakan, wajah perempuan tidak termasuk aurat, sehingga tidak wajib ditutupi. Syekh Al-Marghinani dari mazhab Hanafi berkata:   وَبَدَنُ الْحُرَّةِ كُلُّهَا عَوْرَةٌ إِلَّا وَجْهَهَا وَكَفَّيْهَا   “Dan keseluruhan badan perempuan merdeka adalah aurat, kecuali wajahnya dan kedua telapak tangannya.” (Lihat: Ali bin Abu Bakar al-Marghinani, al-Hidayah Syarh Al-Bidayah, juz 1, h. 285). " jelas paman anisha


" maksudnya bi? arsya tidak mengerti " ucap Arsya


" Mmm begini nak, memakai cadarhukumnya sunnah (dianjurkan) dan menjadi wajib jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah. ... Jika ia wanita tua atau wajahnya jelek, boleh baginya menampakkan wajahnya”. " jelas paman anisha


" Mmm berarti memakai cadar itu sunnah ya paman? " tanya anisha


" bisa di bilang seperti itu nish " jawab bibi anisha


" maksudnya dari jika di khawatirkan menimbulkan fitnah apa bi.. paman? " tanya anisha


" menimbulkan fitnah berarti kita sebagai seorang wanita dewasa menampakkan wajah kita kepada seorang laki-laki yang bukan mahram kita akan terjadi fitnah sayang bahkan bisa terjadi zina " jawab bibi anisha


" aaaaahhh ya bi.. setahu Anisha zina mata ya bi? " tanya anisha


" iya sayang.. supaya tidak terjadi zina lebih baik kita menutupi wajah kita sayang..karena jika seorang laki-laki memandang seorang wanita yang bukan mahramnya dosa untuk kalian berdua, dosa untuknya karena tidak dapat menahan pandangannya dan dosa untuk kita yang tidak dapat menutupi wajah kita sehingga seseorang itu memandang wajah kita dan terjadilah zina mata " jelas bibi anisha

__ADS_1


" oh begitu ya bi... lebih baik nisha pakai masker kesehatan aja deh " celetuk anisha


" sudah ayo makan nanti keburu dingin lho " ucap bibi anisha


" iya ayo kita makan " ucap paman anisha


" do'a dulu " celetuk Arsya dan Arsyad bersamaan


" hehehe nisha lupa " ucap anisha malu


***


" assalamu'alaikum nisha " ucap anggita


" waalaikumsalam nggi.. kamu mau ke kampus? " tanya anisha


" iya nish.. lift nya belum terbuka ya?" tanya anggita


" belum paling bentaran lagi " jawab anisha


ting lift terbuka anisha dan anggita segera masuk untuk turun ke lantai dasar apartemen


***


" Lih cepetan lih nanti kita telat " teriak Radit karena galih belum juga keluar dari kamar nya


di kamar Galih lebih tepatnya di toilet di atas closet seorang laki-laki tengah menggerutu kesal mendengar teriakan seorang laki-laki di luar kamar yang tidak sabaran itu


" Raditya aww bisa nggak sih jangan teriak-teriak ana kagak budek " teriakan frustasi batin Galih sambil memegangi perutnya yang rasanya seperti melilit-lilit


" aduhhh perut lu Nape si " batin Galih sambil mengusap-usap perutnya


" Lih ana duluan yak takut telat assalamu'alaikum " teriak Radit dan segera keluar apartemen menuju kampus Al-azhar


satu jam kemudian Galuh selesai dengan urusannya di toilet kini laki-laki itu sedang berbaring di kasurnya karena merasa tak mempunyai tenaga lagi untuk berjalan


" astaghfirullah hal adzim kenapa dengan perut ku ini " gumam Galih dan terlelap dia memutuskan untuk tidak masuk ke kampusnya hari ini


***


sore hari radit sudah pulang dari kampus dia tak melihat Galih di kampus tadi


" assalamu'alaikum " ucap radit tapi tak ada jawaban


dia berusaha mendobrak pintu kamar sahabat nya itu setelah berhasil mendobrak pintu kamar Galih dia melihat sahabat nya berasa di atas tempat tidur dengan memegangi perutnya sebenarnya dia mendengar suara radit tapi dia tak memiliki kekuatan untuk bicara keras karena sejak tadi dia sudah bolak-balik kamar mandi

__ADS_1


" astaghfirullah ente kenapa lih? " tanya radit karena melihat wajah sahabat nya pucat pasi


" perut ana sakit dit " lirih Galih bahkan seperti berbisik


" hah! apa lih ana kagak mendengar suara ente " ucap Radit


" perut ana sakit dit " lirih Galih radit mendekatkan telinga nya ke Galih


" perut ana sakit dit! " kesal itu yang di rasakan Galih saat ini tetapi apa daya perutnya tidak bisa berkompromi saat ini jadi dia harus bersabar


" kok bisa "


" mana ana tau dit "


" ana salah makan kali lih "


" kagak ana habis sholat subuh tadi minum air di kulkas saja "


" pantesan lih siapa suruh pagi-pagi buta minum air dingin.. makan tuh sakit perut "


" ente ini bukannya nolongin ana supaya sakitnya berkurang ini kagak malah ngomel kagak jelas ini aww "


" terus apa yang harus ana lakuin supaya sakitnya berkurang ana bukan dokter Galih "


" apa kek pokoknya sakit banget ini awwww "


" ana jadi kagak tega ini "


" dit ente bisa ambilin hp ana di dekat TV itu tuh "


" ente mau ngapain lih mau nelfon siapa? "


" udah ambilin aja si "


" Nih lagian mau ngapain si "


***


di apartemen anisha gadis itu sesudah pulang dari kuliah dia langsung membersihkan diri dan sholat ashar kini anisha sedang menonton TV di temani camilan dan Coffee late nya


drtd drtt drtt


" siapa sih yang nelfon...


----------------------

__ADS_1


maaf banget ya lama up nya karena urusan di dunia nyata othor sangat sibuk maaf ya readers CIS lama nunggu up nya


Bersambung


__ADS_2