
malam hari sudah datang menyapa setiap umat manusia yang ada di muka bumi ini begitu juga dengan gadis cantik muda yang hendak melanjutkan studi di kairo mesir ini sekarang dia sedang berada di kamar apartemen milik Anggia temen perempuan yang seumuran dengannya dia disuruh oleh bibi nya untuk menjemput Anggia untuk makan malam bersama dengan paman, bibi dan kedua ponakan kembar beda kelamin itu
" Nggi ayolah makan malam biasa saja.. bibi cuma masak lebih dan nggak mungkin bakal habis juga kalo cuma aku, paman, bibi dan si kembar nggi.. ayolah.. sebagai tanda pertemanan kita bagaimana nggi.. " anisha masih terus berusaha membujuk Anggia supaya mau ikut makan malam bersamanya dan keempat manusia yang sedang menunggu mereka meja makan
" tapi cuma makan malam biasa nih ya nish " ucap Anggia
" heemmm.. kagak bakal ada tambahan apa pun " ucap anisha
" okay tapi kamu harus janji sama aku " ucap Anggia
" janji apa to le " ucap anisha
" janji kamu bakal kenalin aku dengan si kembar itu.. eh ngomong-ngomong berapa si umur mereka nish? " ucap Anggia
" 12 tahun nggi.. emang kenapa kamu nanya ke gitu.. atau Jangan-jangan kamu pedofil ya nggi.. suka dengan anak-anak di bawah umur " ucap anisha
" ih sembarangan kalo ngomong.. " dengus Anggia
" terus apaan coba? " tanya anisha dengan mengintimidasi
__ADS_1
" mereka itu kok masih lucu dan gemesin gitu loh nish..jadi aku suka.. soalnya mirip dengan Alm adiku " jawab Anggia
" innalillahi wainnailaihi raji'un.. adikmu sudah alm nggi? " tanya anisha
" iya nish.. " jawab Anggia
" dia punya penyakit kah atau apa gitu? kenapa dia jadi bisa alm? umur nya berapa saat itu nggi? " tanya anisha beruntun
" okay sabar dong nanya nya.. Satu-satu aku jawab okay.. aku jawab sambil jalan aja yuk " ucap Anggia
" iya okay yuk " ucap anisha
" sebenarnya dia tu nggak punya semacam penyakit apapun itu namanya nish.. " jawab Anggia jujur
" terus.. dia kecelakaan kah? " tanya anisha lagi
" bisa di bilang seperti itu lah nish.. " jawab Anggia
" cerita kalo kamu mau cerita sama aku.. aku siap kok dengerin cerita kamu nggi " ucap anisha sambil memegang kedua bahu Anggia kini mereka sedang berada di dalam lift dengan satu orang laki-laki ntah itu siapa mereka juga tak tau itu siapa
__ADS_1
Anggia membuang nafas kasar dia menyeka air matanya yang hendak keluar meluncur dari pelopak matanya tapi dia tak ingin mengetahui bahwa dia itu lemah dia ingin orang selalu berfikir bahwa dia itu kuat dan tegar menghadapi segala macam hal
" saat itu adiku berusia 15 tahun nish.. dia pergi ke rumah temennya untuk kerja kelompok diantarkan oleh papi.. saat dia pulang papi dan mami tidak bisa menjemput nya karena mereka pergi ke luar kota secara dadakan.. aku pun saat itu masih rumah sakit namun saat orang tua tidak tau aku berada di rumah sakit nish... mereka hanya tau bahwa aku sedang berada di luar negeri untuk mengunjungi Grandma di Eropa.. adiku juga sudah di suruh papi menginap di rumah temannya untuk beberapa hari ke depan.. tetapi temennya adiku itu juga akan pergi bersama keluarga nya.. jadi adiku berinisiatif untuk berjalan kaki ke rumah temennya karena memang hanya berbeda perkomplekan saja ayak dari temen adiku hendak mengantar kan tetapi dia tidak ingin merepotkan orang lain.. jadi berjalan kaki pada sore yang mulai sepi itu.. di saat di tengah jalan dia melihat beberapa laki-laki tengah berkumpul memakai motor adiku memberanikan diri untuk melewati saja pikir adiku itu cuma lewat saja toh mungkin tidak apa-apa tetapi pemikiran adiku salah saat dia berjalan melewati segerumbulan laki-laki itu satu laki-laki memegang tangannya dan hendak melecehkan nya nish.. adiku berusaha memberontak dari laki-laki itu lantas dia kabur dia lari tak tentu arah hendak kemana.. adiku terus berlari sampai di jalan Raya laki-laki itu sudah tak mengejar nya lagi.. tetapi entah dorongan dari mana adiku itu masih saja tetap berlari sampai saat dia hendak menyebrangi jalan raya dia sudah melihat ke kanan dan kiri mobil dan kendaraan lain masih jauh dan dia pun menyebrang tetapi keberuntungan tidak berpihak dengannya di tengah jalan raya yang ramai akan kendaraan-kendaraan yang lalu lalang kesana kemari ada satu mobil boks besar sepertinya si pengemudi tidak melihat bahwa ada orang yang tengah berjalan dan dalam hitungan detik adiku sudah terpental jauh saat mobil boks itu menabraknya di terpental cukup jauh nish sekitar dua beebrapa meter dari slot tabrakan itu.. adiku tak sadar kan diri dia langsung di larikan ke rumah sakit terdekat tetapi nass saat di perjalanan menuju rumah sakit dia meninggal dunia sebelum dia meninggal dia sempat meminta satu permintaan terakhirnya kepada seorang pemuda yang menemani nya di dalam ambulance dia memberikan handphone nya dan menyuruh untuk menghubungi aku pemuda itu menurut dia menghubungi ku menggunakan handphone adiku.. dia bicara bahwa aku harus segera datang ke rumah sakit xx adiku baru saja mengalami kecelakaan saat mendengar kabar itu aku langsung melepas infus di tanganku dan aku langsung mengambil tongkat pembantu ku berjalan Grandma yang menunggu di luar ruangan ku melihat aku berjalan dengan tergesa-gesa mendatangi grandma dan ku beritahukan kabar pahit ini.. dan kami langsung terbang sore itu juga ke tanah air.. saat kami sudah samping di rumah sakit adiku sudah berada di kamar mayat aku dan grandma langsung menuju kamar mayat di sana berdiri seorang pemuda di dekat mayat adiku aku menghampiri nya yang masih tak bergeming dengan tangan yang masih di genggam adiku perlahan ku lepaskan tangan adiku dengan tangan pemuda itu.. pemuda itu menoleh ke arah ku dan mulai menceritakan semua kejadian nya.. aku menangis saat mengetahui betapa tragis nya kematian yang adiku alami beberapa jam lalu dan pemuda itu juga menyampaikan bahwa adiku memiliki wasiat bahwa dia akan mendonorkan kedua ginjalnya untukku " Cerita Anggia air mata nya hendak jatuh tetapi di tahan
" ginjal? " tanya anisha
" iya aku di fonis oleh dokter bahwa kedua ginjalku membusuk.. hanya adiku dan grandma yang tahu itu orang tuaku tidak mengetahui nya karena aku yang meminta.. akhirnya aku menjalankan operasi ginjal adiku sudah berada di dalam diriku saat ini.. " ucap Anggia
" MasyaAllah begitu berat Tragedi yang di alami adikmu nggi.. semoga dia tenang di alam nya " ucap Anisha
" Aminn.. " ucap Anggia
Anisha langsung memeluk Anggia " menangis lah nggi..
------------------
Kita terlahir dengan satu cara
Namun kematian menjemput dengan berbagai cara
__ADS_1
Bersambung