
" woww.. mulia sekali cita-cita mu nish " ucap bu windy dia merasa kagum dengan anisha karena sekarang anak muda hanya bercita-cita menjadi seorang dokter, guru, bahkan hendak menjadi pembisnis jarang yang ingin menjadi seorang Ustadz dan ustadzah
" terimakasih bu " ucap anisha
" iya sama-sama.. nanti kamu jangan lupa sama ibu ya nish " ucap bu windy
" InsyaAllah tidak bu " ucap anisha
" oh iya bu tolong sampaikan salam saya buat pak Rizky dan niki ya bu " ucap anisha
" iya nanti ibu sampaikan " ucap bu windy
setelah itu anisha permisi untuk pulang dan menemui sang ayah karena dia belum membicarakan keinginan nya dengan sang ayah
" assalamu'alaikum bunda anisha pulang " ucap anisha
" waalaikumsalam nak " jawab bunda lia
anisha tersenyum dan menghampiri sang bunda mencium punggung tangan sang bunda
" bunda lagi ngapain? " tanya anisha
" bunda mau ke pasar beli bahan makanan untuk nanti siang kita makan udah pada habis soalnya " jawab bunda lia
" nisha temenin ya bund " pinta anisha
" boleh ayok kita jalan sekarang nanti kesiangan lagi " ucap bunda lia
kurang lebih 20 menit di perjalanan menuju pasar umum kini anisha sedang memarkirkan motornya di parkiran motor
" ayok bund kita belanja " ucap anisha sambil menggandeng sang bunda masuk ke dalam pasar
" nisha kamu pengen makan ikan apa sayang? " tanya bunda lia
" kalo nisha mau makan kepiting bund.. tapi inget bund.. beliin udang juga buat zahra.. kalo ayah pasti mau makan ikan gorame bund.. kalo bunda pasti mau makan ikan peda ya kan bund.. " ucap anisha panjang lebar membuat bunda lia terkekeh pelan
" iya sayang kita beli yang kamu bilang tadi ya " ucap bunda lia dan membeli kepiting dua ons untuk stok di rumah kalo sewaktu-waktu anisha ingin makan kepiting sudah ada
setelah itu bunda lia beralih membeli udang dua ons setelah itu bunda lia membeli ikan gorame dan ikan peda masing-masing dua ons
" nish.. kamu mau makan sayur apa? " tanya bunda lia
" kalo nisha sih mau sayur bayam bund.. kalo zahra suka sayur kangkung kalo ayah suka sayur kelakai dan kalo bundaku suka osengan sayur kol dan kubis " ucap anisha lagi-lagi bunda lia terkekeh pelan
" okay kita beli itu semua " ucap bunda lia
" bund.. perasaan banyak bener " celetuk anisha
__ADS_1
" untuk stok di rumah anisha bunda capek kalo ke pasar terus " ucap bunda lia
" oohh okay ayok bund " ucap anisha mengerti
bunda membeli sayur bayem seharga 4.000.00 satu ikat, sayur kangkung seharga 3.000.00 satu ikat, dan sayur kelakai seharga 4.000.00 satu Ikat dan juga kol dan kubis seharga 6.000.00
anisha menenteng belanjaan nya di kedua belah tangannya
" sayang kamu mau beli apa lagi nak? " tanya bunda lia
" anisha.. nggak mau beli apa-apa kok bund " jawab anisha
" ya udah kita beli singkong ya nak " ucap bunda lia
" iya bund " ucap anisha
bunda lia berjalan di depan anisha menghampiri penjual singkong
" Mang berapa ini singkong nya? " tanya bunda lia
" ini bu singkong nya 2.000.00 sekilo nya " jawab penjual singkong
" saya beli dua kilo ya mang " ucap bunda lia
" iya sebentar saya timbangkan dulu bu " ucap si penjual singkong
" ini bu singkong nya jadi 4.000.00 aja bu " ucap si penjual
" iya mang ini uang nya kembaliannya buat mang aja " ucap bunda lia sambil menyambut singkong yang di berikan si penjual
" makasih banyak bu " ucap si penjual
" iya Sama-sama permisi mang mau kesana dulu " ucap bunda lia
" nih nish bawa juga " ucap bunda lia
anisha merengut kesal karena di kedua belah tangannya sudah banyak sekali kantong kresek yang berisi belanjaan bunda lia
" hehehe biar bunda aja yang bawa " ucap bunda lia
seketika senyum secerah matahari terbit dia bibir anisha
" bund kita beli apa lagi bund? " tanya anisha
" bunda mau beli lipstik aja lagi nak.. ayo kita ke tempat temen bunda dia jual spesial kosmetik loh " jawab bunda lia
" iya bund ayok " ucap anisha
__ADS_1
tak lama kemudian mereka sampai ke toko temen bunda lia
" assalamu'alaikum jeng " ucap bunda lia
" waalaikumsalam.. eh lia.. sini masuk lia " jawab bu Neta
" duduk dulu " ucap bu Neta
" sini nish duduk dulu " ucap bunda lia
" eh ini Anisha ya lia? " tanya bu Neta
" hahaha iya ta ini nisha " jawab bunda lia
" wahh.. Masya Allah cantiknya kamu nak " ucap bu Neta sambil memeluk anisha
Anisha membalas pelukan bu Neta setelah bu neta melepaskan pelukan nya anisha mencium punggung tangan kanan bu Neta
" makasih tante " ucap anisha
" Sama-sama sayang " ucap bu Neta
" Ih lia.. kamu ya.. punya anak gadis cantik gini nggak beritahu aku " protes bu Neta
" ya ampun ta kamu kan sering main ke rumah ya bener si kamu akhir-akhir ini jarang banget main ke rumah.. " ucap bunda lia
" ya bagaimana lagi.. Cikha itu lagi kuliah di Australia tahun ini dia lulus S1 dan Genta itu dia udah lulus tapi dia ih kamu tau nggak ya dia itu mau kuliah di Amerika kan kamu tau sendiri aku itu paling nggak bisa jauh dari Genta ya aku larang lah dan sekarang dia lagi mogok ngomong tau nggak ih nyebelin kan ya tu anak " ucap bu Neta panjang lebar
" Hahaha " bunda lia tertawa renyah sedang kan anisha hanya terkekeh pelan sambil menunduk
" ya aku tau ta kamu itu paling nggak bisa jauh dari Genta tapi kalo kamu sayang sama Genta kamu harus dukung dong keinginan Genta.. jangan buat dia merasa tertekan apalagi merasa terpaksa kuliah di mana yang kamu mau.. nanti dia bisa bolos kuliah loh karena dia merasa terpaksa " Nasehat bunda lia
" ya kamu bener juga si ya tapi aku belum siap pisah sama Genta " ucap bu Neta
" ya itu si terserah kamu si ta aku kan cuma ingetin kamu supaya kamu tidak nyesel nantinya " ucap bunda lia
" iya makasih lia kamu emang sahabat aku dari SMP sampe sekarang sahabat terbaik aku " ucap bu Neta
" eh ngomong-ngomong ngapain nih pada kesini ada yang mau di beli " ucap bu Neta
" ih tuh kan ta gara-gara kamu aku hampir aja lupa.. aku tu mau beli lipstik wardah ta " ucap bunda lia
" okay ada tapi warna apa nih.. ni warnanya sok di pilih sayang " ucap bu Neta
-----------------------------------------
BERSAMBUNG
__ADS_1