
" eh mbak nisha " kaget zahra melihat anisha masih di kamar nya
anisha menoleh ke arah zahra dengan wajah bingung
" kamu kenapa berdiri di sana dek.. kemari lah duduk di sebelah mbak " ucap anisha
" ah i.. i.. iya.. mbak " ucap zahra gugup
anisha semakin bingung dengan tingkah laku sang adik yang tidak seperti biasanya
" kamu kenapa dek? " tanya anisha
" kenapa apanya mbak " ucap zahra
" kamu tadi mbak denger kamu teriak-teriak " ucap anisha
" mbakkkkk.... huwaaaaaa" tangis zahra pecah anisha dengan memeluk tubuh zahra
" kamu kenapa hmm? " tanya anisha
zahra melepaskan pelukannya dan menatap anisha
" mbak.. idol favorit aku kemaren nikah mbak.. huwaaaaaaaa " jawab zahra kembali tangis nya pecah
anisha melongok sambil membuka mulutnya mendengar penuturan sang adik
" cuma karena itu kamu sampai nangis segala Ra " ucap anisha
" i... i.. iya.. mbak... hiks.. " ucap zahra masih menitikkan air matanya
" udah lah Ra.. emang seganteng apa si idol kamu itu " ucap anisha sambil menghapus air mata zahra
" ni orang nya mbak.. " zahra menunjukkan foto idol favorit nya
" oohh.. ganteng nya subhanallah " ucap anisha
" kamu apa-apaan si Ra.. dia itu beda agama dengan kita.. kamu jangan bermimpi Ra dia jadi suami mu.. lebih baik kamu belajar yang rajin supaya kamu bisa mencapai cita-cita mu dek.. udah ya.. jangan nangis lagi.. itu berarti dia bukan jodoh mu.. udah ah mbak mau keluar dulu " Nasehat anisha yang jengah dengan tingkah laku sang adik
" iya.. mbak zahra ikut " pinta zahra
" ya udah ayok " ajak anisha
anisha keluar dari kamar zahra bersama zahra adik mereka duduk di ruang keluarga menonton berita di TV
" ah mbak.. ganti dong mbak saluran nya.. sinetron gitu mbak.. " ucap zahra
" ya udah ni ganti " ucap anisha sambil menyerah kan Remote TV nya
" nah ini kan rame sinetron nya " ucap zahra
" apa-apaan ini Ra... Judul nya coba kamu lihat " ucap anisha
" Bawang putih berkulit merah " ucap zahra
" gimana itu yak ra.. mbak jadi penasaran gimana si bawang putih berkulit merah Ra " ucap anisha sambil terkikik geli
saat anisha dan zahra asik nya menonton TV bunda lia memanggil anisha
" Anisha sayang.. umi fatma sama abi Rasyid mau pulang ni.. ayo kesini " Teriak bunda lia
" iya bund.. sebentar " teriak anisha
" eh mbak mau kemana? " tanya zahra karena anisha berjalan menuju ruang tamu
" kamu mau ikutan nggak " ucap anisha
" mau. " ucap zahra
__ADS_1
" ayok sini " ucap anisha
" Eh umi sama abi mau pulang ya. jemputannya udah dateng mi? " tanya anisha
" iya sayang sudah kok.. " jawab umi fatma
Galih keluar dari dalam mobilnya menghampiri abinya yang sedang bicara dengan ayah dimas
" bi.. " ucap Galih
" eh galle.. waalaikumsalam nak " sindir abi Rasyid
" eh.. assalamu'alaikum bi.. om " ucap Galih
" waalaikumsalam nak.. " ucap abi Rasyid dan ayah dimas bersamaan
" nah.. dim kenalkan ini anak bontot ku Galih namanya kalo kami si memanggilnya Galle " ucap abi Rasyid
" Ooh jadi anak mu itu loh syid.. " ucap ayah dimas sambil memeluk tubuh Galih
" iya dim gimana ganteng kan " ucap abi Rasyid
" ganteng banget ini mah syid " ucap ayah dimas
" sebentar ya.. Bund.. bund.. sini dulu dong bund " ucap ayah dimas
" iya kak ada apa? " tanya bunda lia
" ni kenalin Galih anak nya Rasyid " ucap ayah dimas
" oohh jadi ini nak Galih to " ucap bunda lia
" iya bund ini Galih " ucap ayah dimas
umi fatma yang sednG berbincang dengan anisha menghampiri ayah dimas bunda lia abi Rasyid dan Galih
" yah ngomong sama siapa yah.. " ucap anisha
" Kamu " ucap mereka bersamaan dan saling menunjuk satu sama lain
" Nish.. kenalin ini_" ucapan ayah dimas di potong anisha
" Tuan kelayaban " ucap anisha
" Nona Pembentak " sahut Galih mereka saling menatap
satu detik..
dua detik..
tiga detik..
" astaghfirullah hal adzim " ucap mereka bersamaan dan langsung menunduk
" nish apa kata kamu tadi nak? Tuan kelaban " ucap ayah dimas dengan menekankan kata Tuan Kelayaban
" dan kamu galle tadi apa bilang? Nona pembentak " ucap abi Rasyid sambil menekankan kata Nona pembentak
mereka hanya mengangguk dengan masih menunduk
kini mereka saling bersebelahan dengan keadaan menunduk
" Bang Galih " celetuk zahra
" iya " ucap Galih
" zahra kamu jangan bicara dengan nya " celetuk anisha
__ADS_1
" emang kenapa mbak? " tanya zahra
" Dia ini kalo ngomong suka ngegas sama kaya di toko buku siang tadi " ucap anisha
Galih langsung menatap anisha tajam sama halnya dengan anisha menatap Galih tajam
" Apa kamu bilang!! " ucap Galih sambil ngegas
abi Rasyid ingin menegur Galih tetapi di tahan oleh ayah dimas
" aku bilang kamu kalo ngomong suka ngegas!! " ucap anisha ikutan ngegas
" kamu.. " ucap Galih masih ngegas
" apa!! " ucap anisha
mereka larut dalam saling menatap tadinya menatap dengan tajam sekarang menatap dengan hangat
jantung mereka berdegup dengan kencang Refleks mereka memegang dadanya masing-masing
" kamu merasakan apa yang aku rasakan? " tanya Galih
" iya... kamu juga? " tanya Anisha
" iya.. " jawab Galih
hening
mereka langsung mengalihkan pandangan mereka
" kenapa kalian? " tanya abi Rasyid
mereka menggeleng dengan gugup dengan tangan yang meremas baju masing-masing
" jujur sama abi " ucap abi Rasyid
" Galle kalian udah saling kenal nak? " tanya umi fatma
Galih dan anisha menganguk dengan ragu
" Cerita kanlah " titah abi Rasyid
" Nish.. lu aja nggak ceritain " ucap Galih
" Eeehh.. kok gua.. ya elu lah.. " elak anisha
" lu " ucap Galih ngegas
" lu " ucap anisha sambil ngegas
" lu " bentak Galih
anisha langsung terdiam dengan menelan salivanya
" udah sama-sama " ucap umi fatma
" Anisha sayang cerita kan sayang " titah ayah dimas
" ya udah.. jadi gini.. ( bla.. bla..bla..) jadi gitu yah cerita nya " ucap anisha
" ooh galle kamu sedang apa di jalan xx tengah malam? " tanya abi Rasyid
" Mmm.. jadi gini bi.. " Galih menceritakan sewaktu dirinya sehabis pulang dari Reunian bersama teman-teman nya kebetulan kemaleman eh tau tau nya di jalan di hadang begal mereka hendak mengambil mobil Galih tetapi Galih mempertahankan mobilnya dan akhirnya terjadilah perkelahian itu sampai pada saat anisha datang Galih langsung menghampiri anisha niat hati ingin meminta tumpangan tetapi saat Galih mendekat anisha dia melihat mata anisha dan muncullah keusilan nya Galih mecolek dagu anisha dan berapa terkejut nya dia melihat respon anisha dia juga menceritakan tentang anisha membentak dirinya sampai anisha pergi para begal itu juga telah pergi membawa mobil Galih
" Hahahaha " tawa umi fatma dan bunda lia pecah mendengar anisha membentak Galih
" umi kok ketawa si " ucap Galih kesal
__ADS_1
---------------------------
BERSAMBUNG