Cinta Istri Sholehah

Cinta Istri Sholehah
Epson 41


__ADS_3

Hallo Readers pecinta CIS langsung aja ya simak cerita nya...


***


Hari berganti hari jam berganti jam detik berganti dengan detik menit berganti dengan menit tak terasa waktu sudah berjalan selama 3 tahun lamanya hari ini adalah hari wisudanya Galih dan Radit mereka sudah kembali ke apartemen milik Galih untuk berkemas baju-baju dan oleh-oleh untuk keluarga di tanah air


Galih tentu masih memiliki rasa yang sama terhadap anisha dan sesuai kemauan anisha 3 tahun lalu dia dan anisha tidak pernah bertegur sapa jika bertemu di jalan salah satu dia antara mereka akan menghindar dan bersembunyi supaya tidak bertemu langsung


Galih sudah siap dengan 3 koper besar nya 1 koper berisi baju sehari-hari nya 1 koper berisi oleh-oleh untuk keluarga nya di tanah air 1 koper berisi jubah wanita lengkap dengan niqap nya dia membeli itu khusus untuk calon istri nya nanti karena 3 tahun lalu abi nya sudah memberitahu nya bahwa dia sudah di jodohkan dengan anak teman abi nya dan sudah pasti nama si perempuan tidak di sebut kan sama halnya dengan anisha dia pun tak tau siapa calon suami nya nanti


" lih ente ngelamun aja, ntar kesambet tahu rasa ente " tegur Radit


" eh astagfirullah hal adzim " mengusap wajahnya kasar


" ente masih mikirin anisha ya lih? "


" hehehe iya aneh kan padahal ana sudah berusaha keras buat lupain dia tetapi apa ana tidak bisa dit " tertawa miris meratapi nasib kedepannya


" ente sabar ya lih ana tau kok apa yang ente rasakan saat ini " menepuk bahu Galih berusaha memberi semangat dengan tepukan itu


" iya dit iya makasih ya dit "


" Sama-sama lih ya udah yuk kita ke bandara nanti ketinggalan pesawat lagi "


" iya ayok "


" lih.. "


" apa Raditya "


" ente kagak mau ketemu anisha untuk yang terakhir kalinya sebelum ente menikah? "


Galih berfikir sejenak memang itu yang sedari tadi ia fikirkan mampukah dia bertemu dengan si pemilik hati itu yang bahkan ingin menghindari dirinya


" ana juga tidak begitu yakin dit.. ana takut.. ana takut jika bertemu dengan anisha ana akan mengecewakan abi dan umi di Indonesia.. yang sudah memilih kan pendamping buat ana.. toh anisha juga sudah di pilihkan pendamping nya oleh orang tuanya kan.. jadi.. ya sudah lah ayo dit nanti ketinggalan pesawat hahaha " berusaha tetap ceria di depan sang sahabat, Radit langsung memeluk Galih dan menepuk punggung Galih " ente yang sabar lih.. mencintai tidak harus memiliki " Galih menganguk dan menyeka air matanya yang sudah menetes dan tetap tersenyum


***


" nisha kamu jadi hari ini pulang ke Indonesia? "


" iyalah nggi jadi masa nggak jadi "


" kamu akan balik ke sini lagi kan? "


" iya lah kan emang setiap tahun aku pulang jika libur semester ih kamu mah "


" ya sudahlah nish baiklah.. sini aku antar ke bandara "


" kamu nggak mau pulang lagi nggi? "


" huftt aku akan pulang ke Australia menemui nenek di sana nish.. "


" ya sudahlah jadi aku tenang ninggalin kamu di sini.. "

__ADS_1


" iya nish ayok "


" iya ayok "


***


anisha dan Galih tidak sengaja bertemu di lobby apartemen mereka sama-sama tidak melihat satu sama lain dan dengan tidak sengaja nya mereka bertabrakan


dan refleks Galih menopang tubuh anisha yang hendak terjatuh mereka saling tatap menatap mata satu sama lainnya kembali terulang memori kebersamaan mereka saat di Indonesia memori pertemuan tak di sengaja di malam hari pertengkaran di toko buku Indonesia pertengkaran di rumah anisha saat Galih menjemput abi dan umi nya


menyadari air mata masing-masing akan keluar dengan segera anisha memperbaiki posisi dan berdiri sambil menyeka air mata yang sudah terjatuh itu


" Mmm maaf tuan saya tidak melihat tuan berjalan " anisha langsung menunduk dengan air mata yang terus mengalir di balik niqap nya ya anisha sekarang sudah memakai niqap


" mmmm ya tidak masalah a.. mmmm nona.. saya juga minta maaf karena telah menyentuh anda " ucapan Galih terlalu menohok untuk anisha setelah sekian lama mereka tidak bertemu dan berbincang seperti tadi


" ya tidak masalah.. kalau begitu saya permisi assalamu'alaikum "


" waalaikumsalam "


anisha berlari keluar apartemen dan langsung menghentikan taksi yang lewat dan langsung masuk


" 'ayn sanaftaqd? ( nona kita hendak kemana) " tanya si supir taksi


" aintazar lahzat sayidiun yantazir sadiqi ( tunggu sebentar tuan saya sedang menunggu teman saya) "


" la mushkilat tafwat yumkinuna alaintizar ( tidak masalah nona kita bisa menunggu) "


" shukraan maratan 'ukhraa ( terimakasih kembali) "


***


" nggi itu anisha kan? "


" iya dit itu anisha ya sudah ya saya permisi assalamu'alaikum "


" waalaikumsalam "


anggia berlari menuju taksi yang di setop anisha tadi dan segera masuk


" maaf nish lama "


" tidak masalah nggi "


" faqat amshy ya sayidi ( jalan saja tuan) "


" Nish kamu udah kasih tau kita mau kemana? "


" ah iya aku lupa nggi sebentar "


" sayidi , daena nadhhab 'iilaa almatar ( tuan, kita ke bandara ya ) "


" nem ansti ( iya nona) "

__ADS_1


***


" laqad wasalna ( kita sudah sampai) "


" hadha hu almal ya sayidi , shukraan lak ( ini uang nya tuan, terimakasih) "


" shukraan maratan 'ukhraa ( terimakasih kembali) "


anisha keluar dari taksi bersama anggia yang membantu membawa 1 koper besar anisha paman dan bibi anisha sudah menunggu di bandara sedangkan ponakan kembar nya tidak ikut


" itu dia bibi dan paman ayo nggi "


" iya nish "


" assalamu'alaikum Paman "


" waalaikumsalam sayang "


" assalamu'alaikum bibi "


" waalaikumsalam sayang "


" bibi, paman assalamu'alaikum "


" waalaikumsalam anggia, terimakasih ya sudah mau mengantarkan anisha ke bandara "


" Sama-sama paman tidak usah sungkan "


Anisha menatap sang paman dengan mata yang sudah berair seakan tau apa yang di rasakan sang ponakan paman Anisha memeluk nya erat


" hiks.. hiks... hiks.. paman " paman anisha menepuk punggung anisha pelan " cup cup cup sayang yang kuat ya.. yang sabar.. serahkan semua kepada Allah ya.. " anisha menganguk dalam pelukan sang paman


" anisha ni minum dulu "menyodorkan sebotol air mineral " terimakasih ya nggi " anggia hanya menganguk dan duduk di samping bibi anisha


tak lama terdengar suara operator bandara menyebutkan nama pesawat anisha segera anisha berpamitan kepada semua orang di sana dan langsung berjalan menuju pesawat nya


***


pesawat yang di tumpangi anisha sudah take off anisha hanya memandangi langit di luar jendela setelah beberapa lama melihat langit anisha mengambil al-qur'an kecil yang biasa dia bawa


dia melantunkan surah al-maidah dengan pelan supaya tidak mengangu penumpang yang lain


***


setelah 10 jam 24 menit lama nya di dalam pesawat akhirnya pesawat yang di tumpangi anisha sudah lepas landas di tanah air Indonesia


anisha segera keluar dari pesawat dan mengambil koper nya dan segera ia mecari bunda dan ayahnya yang berjanji akan menjemput nya


-------------------------------------


*Mencintai tidak harus memiliki..


**Bersambung***

__ADS_1


__ADS_2