
" kok aku si mbak.. kan kalian yang mau makan rujak kenapa jadi aku yang harus beli "
" mas ayok lah kamu beliin aku rujak sama kak Rya ayoklah masss... "
" tapi sayang itu banyak Banget orang nya.. kita cari yang lain aja ya sayang "
" gak mau mas! aku maunya yang itu.. "
" tapi say- "
" kalo mas ga mau beliin biar Nisha aja yang beli sendiri "
" tau tuh.. ayok nish.. kita aja yang beli.. ayok turun "
tanpa mendengarkan suara galih terlebih dahulu anisha dan Rya sudah keluar dari mobil dan berjalan menuju penjual rujak itu
melihat istri dan kakak nya sudah turun dari mobil mau tidak mau dia juga mengikuti kedua wanita itu dengan terlebih dahulu memarkirkan mobilnya di bawah pohon besar
sesampainya anisha dan Rya langsung memesan rujak mereka dan perlahan-lahan gerombolan itu sudah melonggar
" pak Rujak nya 2 bungkus pedas "
" tunggu ya neng.. bapak bikinin punya ibu nya dulu "
tunjuk penjual rujak itu dengan seorang ibu-ibu yang tengah hamil besar itu
" iya Pak.. "
anisha dan rya duduk di kursi yang sudah di sediakan oleh penjual rujak itu dan mata mereka teralihkan pada sosok laki-laki yang berjalan kaki menghampiri mereka ya dia adalah galih suami dari anisha
" liat deh nisha suami mu, katanya ga mau beliin kenapa sekarang kesini "
" iya kak, nisha aja ga ngerti dengan jalan pikiran nya suamiku itu "
tak lama setelah drama bisik - membisik antar Rya dan anisha galih sampai dan langsung duduk di kursi sebelah anisha
" sayang di sini panas lebih baik kamu ke mobil gih, biar mas aja yang nunggu rujak nya "
" nisha aja nih yang di suruh nunggu di mobil galle mbak mu nggak di suruh hah "
" kalo mbak mau ke mobil sama anisha ya sana aja tapi untuk nyuruh tidak akan pernah mbak "
" ah sudahlah ayo kak kita ke mobil, sebentar kak "
anisha berjalan menuju penjual rujak itu yang tengah membungkus pesanan dari ibu-ibu yang sedang hamil itu
" pak, rujak punya saya 2 ya pedes nanti suami saya yang bayar ya pak "
" oh iya neng "
anisha kembali mengajak Rya untuk menunggu di mobil meninggalkan galle yang tengah menunggu rujak mereka
mereka asik bermain handphone scrolling instagram masing-masing dan membaca setiap komen dari netizens
__ADS_1
sedangkan galih sejak kepergian anisha dan Rya dia merasa di perhatikan oleh ibu-ibu yang hamil tadi
" aduh mas nya ganteng banget ya jeng "
" iya jeng semoga anak saya ganteng nya ketularan oleh mas nya hihihi "
" Amin semoga anak kita ganteng nya kaya mas nya "
tak lama penjual rujak itu memberikan pesanan ibu-ibu itu dan mereka pun akhirnya pergi setelah membayar
" akhirnya ibu-ibu tadi pergi juga, ga enak juga ya jadi bahan bisikan ibu-ibu tadi " batin galih
" mas nya tadi istri nya pesen rujak pedas ya? "
galih terkesiap setelah mendengar ucapan penjual rujak itu dia segera menoleh ke arah penjual rujak itu
" iya Pak pedes dua ya "
" iya mas tunggu sebentar "
tak lama kemudian rujak pesanan istri dan kakaknya akhirnya selesai
" berapa semua nya pak? "
" semuanya 24.000.00 mas "
" ah tunggu sebentar pak, semoga saya punya uang kecil " gumamnya
galih memberikan uang selembar seharga 50 ribuan ke penjual rujak itu
" ga ada uang kecil pak, ya sudah kembalian nya untuk bapak aja ya soalnya istri saya udah nungguin, sekali lagi makasih ya pak "
" wah beneran mas nya.. makasih banyak mas nya, "
galih segera menuju mobil nya yang di dalamnya berisi dua wanita kesayangan nya
" mana mas rujak nisha? "
" nih rujak mu dan rujak mbak rya "
" wah makasih banyak galle, yuk nish kita makan sekarang "
" eh ga da ya mbak makan sekarang! nanti aja makan nya di rumah nanti tumpah lagi kalo makan di mobil "
" ya sudah kak kita makan di rumah aja bareng umi sama abi siapa tau mereka mau rujak kan? "
" ya sudah lah "
galih menjalankan mobil nya menuju kediaman asfaradzhi dalam kurun waktu sekitar 20 menit an
di tengah jalan galih teringat dengan pemeriksaan yang di lakukan sang istri tadi di rumah sakit dan rya yang memeriksa nya
" mbak "
__ADS_1
" apa galle "
" anisha beneran ga papa kan? tadi mbak periksa gimana? sebenarnya anisha kenapa si mbak? "
" mas aku ga papa kok.. kamu denger sendiri kan kata dokter sila tadi aku ga papa hasil pemeriksaan kemaren itu ketuker dengan punya orang "
" mbak "
" bener apa kata istri mu galle dia ga papa "
" syukur alhamdulillah kalo nisha beneran ga papa mbak "
" ya alhamdulillah mas.. tapi aku minta sama kamu tolong cepetin bawa mobil nya soalnya aku udah ga sabar makan tu rujak "
" iya bener banget tu nish.. aku juga udah ga sabar banget.. cepetan napa galle bawa mobil kok lamban banget "
" mbak, Nisha ingat kata pepatah biar lamban asal selamat dari pada cepet tapi malah dapat musibah "
" MAS!! "
" iya-iya sayang ni juga udah cepet kok "
Rya di kursi belakang tertawa dalam diam karena melihat adik laki-laki nya takut sama istri nya
"hahahaha ternyata galle termasuk dalam golongan suami takut istri hahaah anisha kamu hebat aku harus belajar nihh sama anisha, supaya nanti kalo aku udah nikah suami ku juga takut sama aku haha" batin Rya
tak lama kemudian mobil galih sudah memasuki gerbang kediaman asfaradzhi yang sudah di bukakan oleh satpam tadi
setelah memarkirkan mobilnya galih bersama istri dan rya bersama rujak di tangannya masuk ke rumah utama
" assalamu'alaikum "
" waalaikumsalam "
ternyata abi Rasyid dan umi fatma sedang duduk berdua di sofa ruang tengah jadi saat mereka masuk salam mereka terdengar jelas bahkan sangat jelas
anisha, galih, dan rya segera menyalami keduanya dan ikutan duduk di sofa juga
" akhirnya yang di tunggu-tunggu dateng juga ya bi "
" iya mi, galle kalian lama sekali, dan rya kok kamu bisa sama mereka? "
" cerita nya panjang banget bi, dan Rya, anisha maupun galle males untuk nyeritain kek abi dan umi maaf ya bi "
" ya sudah tidak papa kalian bersih-bersih gih sana "
" iya umi, nish rujak kita aku beri ke Mbak (ART) ya biar mbak aja yang siapin sementara kita bersih-bersih ga enak makan dengan badan lengket ni apalagi penuh dengan keringat "
" iya kak, kalo perlu masukin dulu ke dalam kulkas rujak nya biar agak dingin ❄🍃"
" oke "
" umi kita ke atas dulu ya, assalamu'alaikum "
__ADS_1
" iya, waalaikumsalam "
bersambung