Cinta Istri Sholehah

Cinta Istri Sholehah
Epson 55


__ADS_3

" silahkan di minum kak " anisha menganguk dan mengambil air putih tersebut


wanita muda cantik itu duduk di sebelah kanan Galih di kursi single


" bagaimana kabar mu sayang "


" alhamdulillah baik mas "


sayang? mas? apa ini? ini di mana? astaghfirullah hal adzim kemana sebenarnya galle membawaku!! batin anisha bersungut-sungut


" alhamdulillah kalau begitu.. perkenalkan dia anisha calon istri ku "


" alhamdulillah mas sudah menemukan pasangan hidup mas "


" ya alhamdulillah kau benar sekali.. dia cantik kan? "


" sangat cantik mas.. sangat cantik "


" anisha perkenalkan dia_ " belum sempat Galih melanjutkan ucapannya handphone anisha berdering ternyata dari bunda nya


" galle sebentar ya.. aku angkat dulu dari bunda soalnya " Galih menganguk anisha keluar dari gubuk itu dan berdiri di teras nya


panggilan terhubung


bunda lia : assalamu'alaikum nish.. kamu dimana sudah selesai belum belanjanya


anisha : waalaikumsalam bunda.. ini anisha lagi di jalan soalnya galle membawa anisha ke mall yang jauh dari rumah bund


bunda lia : ya sudah.. kamu baik kan nish.. kamu nggak kenapa-kenapa kan?


anisha : maksud bunda?


bunda lia : nggak papa ya sudah kamu cepat pulang yak assalamu'alaikum


anisha : waalaikumsalam bunda


panggilan terputus


anisha kembali masuk ke dalam gubuk itu duduk di sebelah Galih yang masih asik bicara dengan wanita muda tersebut


" eh anisha sudah angkat telfon nya? "


" hmm " deheman anisha terdengar ketus Galih mengeryit heran


sedangkan Anisha sibuk merapikan tasnya dan bersiap untuk berdiri Galih menahan tangan anisha


" kamu kenapa? " anisha menoleh ke arah Galih dengan tatapan datarnya " kamu tau.. ini baru pertama kali aku bohong sama bunda.. aku merasa aku salah karena telah berbohong sama bunda galle " ucap anisha dingin


" kenapa kamu bohong nish? "


" kalau aku tidak bohong sama bunda dan bilang bahwa kamu membawa aku masuk ke dalam hutan lebat dan di sebuah gubuk.. bunda pikir nya apa nanti sama kamu "


" oh iya nish perkenalkan dia_"

__ADS_1


" aku mau pulang galle.. aku besok harus berangkat " ucapan anisha semakin dingin di dengar wanita itu gugup berhadapan dengan anisha sedangkan laki-laki itu tertawa renyah


" hahaha kamu mewarisi semua yang lia miliki dulu.. dia dapat membungkam semua mulut laki-laki ataupun perempuan yang tidak ia sukai.. hahaha "


" galle sekarang gantian kamu yang harus menceritakan perjuangan kamu meluluhkan hati anisha sama seperti ku dulu menceritakan bagaimana perjuangan ku meluluhkan hati lia okay "


" okay ayah "


" assalamu'alaikum " anisha langsung keluar dari gubuk itu dan masuk ke dalam mobil


" assalamu'alaikum ayah, sayang mas pergi dulu ya Cup " Galih mencium kening wanita muda cantik itu


" iya mas hati-hati ya waalaikumsalam "


***


di dalam mobil


anisha hanya diam tetapi aura di dalam mobil itu terasa sangat dingin sekali yang mampu menusuk di kulit siapapun


mereka mulai masuk jalan tol sekarang Aura nya tidak sedingin tadi


mata Anisha sudah berkaca-kaca dan memerah dia memendam amarah nya supaya tidak meledak sekarang dia hanya ingin cepat sampai rumah dan membaca Al-Quran sama seperti dulu saat dia marah kepada ayahnya


" nish.. kita mampir beli makanan buat bunda sana zahra yuk "


" nggak usah galle.. " pelan tetapi sangat sakit di dengar


astaghfirullah hal adzim anisha terus mengucapkan istighfar dalam diam


20 menit kemudian mereka sampai di rumah anisha


" galle kamu langsung pulang yak.. bunda lagi nggak ada di rumah zahra belum pulang kuliah.. dan terimakasih atas ini "


" Sama-sama nish.. iya aku langsung pulang kok "


anisha langsung keluar dari mobil dan segera masuk ke dalam rumah dia langsung membersihkan diri dan mengambil air Wudhu dia shalat zuhur dan setelah itu membaca Al-Quran dia menangis sama seperti 4 tahun silam itu


anisha menumpahkan nya dalam bacaan Al-Quran entah kenapa rasanya hatinya sakit sekali kala mengingat Galih mengucapkan kata sayang pada wanita yang di gubuk tadi dia sendiri pun tidak mengerti kenapa itu bisa terjadi dengannya


setelah selama setengah jam lamanya anisha meluapkan amarahnya dan rasa sakit di hatinya dia mulai tenang


anisha duduk termenung di halaman belakang rumahnya dengan tatapan kosong


kenapa? kenapa pada saat aku harus kembali ke kairo galle membawa ku ke sana? kenapa galle sama sekali tidak memikirkan perasaan ku saat dia memanggil wanita lain dengan kata menjijikkan itu anisha terus saja bersungut-sungut sambil meneteskan air nya


zahra yang memperhatikan anisha sedari tadi terus saja menangis segera mendekati anisha


" mbak.. mbak kenapa? "


anisha menoleh ke arah zahra dan langsung memeluk erat tubuh sang adik


entah kenapa aku merasakan rasa sakit sama seperti 4 tahun silam batin zahra sambil memeluk sang kakak

__ADS_1


" zahra kamu bisa merasakan nya kan? hiks "


" iya mbak zahra merasakan nya. seperti 4 tahun silam "


dia melepaskan pelukn anisha " kenapa mbak? kenapa rasa itu muncul kembali? "


" hiks.. hiks.." anisha hanya menangis 4 tahun silam dia bisa menyembunyikan tangisannya tetapi sekarang ia tidak bisa


" aku capek ra... kenapa aku terus merasakan rasa sakit seperti ini... hiks.. aku.. hiks.. "


zahra tak kuasa membendung air mata nya dia ikut meneteskan air mata melihat sang kakak terpuruk seperti sekarang ini


apa yang sebenarnya terjadi? kenapa mbak nisha kembali merasakan sakit yang butuh waktu bertahun-tahun lamanya dia baru bisa melupakan kejadian 4 tahun silam tapi kenapa sekarang zahra kembali membatin


***


malam hari di meja makan


malam hari ini anisha tidak ikut makan bersama keluarga nya entah kenapa dia tidak memiliki nafsu makan malam ini


" ra kenapa mbakmu tidak ikut makan bersama? "


" tidak tau bund.. zahra tidak tau "


andai saja mbak membolehkan aku untuk bilang semuanya yang tadi sore mbak cerita kan padaku batinnya


flashback on


" mbak cerita sama zahra mbak kenapa? "


" tidak papa ra.. mbak tidak papa "


" tidak papa mbak bilang? cepat mbak ceritakan "


"baiklah " anisha menceritakan semua nya dari dia di mall sampai di gubuk yang membuat nya seperti sekarang ini


" oh jadi ini semua karena kak galle? kurang ajar dia " zahra mengepalkan tangannya


" kamu jangan bilang sama bunda dan ayah ya ra.. mbak bisa kok melewati ujian ini dari Allah.. karena mbak yakin Allah memberi ujian kepada hamba nya tidak melebihi batas kemampuan hamba nya "


flashback off


" zahra kamu kok bengong si.. cepet di makan "


" eh iya bund.. nanti biar zahra saja yang mengantar makanan ke kamar mbak nisha "


" iya baiklah "


-----------------------------------


ini udah masuk awal-awal konflik antara Galih dengan anisha ya para reader's semua pecinta CIS harap bersabar dan jangan terbawa esmosi hahaha


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2