
" ente dari mana aja si! kok lama banget cuma beli makanan doang! dan mana lagi nih makanan jua kagak ada! ente tau ana dari tadi udah kelaperan nungguin ente pulang bawa balik makanan eh sekarang mana nih! nih tangan koshong dit " omel Galih
" Ente belum makan lih? " tanya Radit
" ya iyalah.. mie instan stock sudah habis tau.. kan ente mau ke supermarket kan? mana bahan makanan bulanan kita? ente udah Makan belum? " tanya Galih
" udah.. ana udah makan tadi " jawab Radit
" MasyaAllah ente tega banget si dit.. ana kelaperan di sini ente udah kenyang... dan oh iya ente kan mau ke supermarket dit.. mana sayur-sayuran ikan kamu beli nggak ikan Oh iya beras beli nggak " Omel Galih sambil berkacak pinggang
" ana tadi lupa bawa uang bulanan lih.. jadi ana cuma makan aja di luar.. kagak jadi deh beli bulanan " ucap Radit
" Aghhr ente tega banget dit! " ucap Galih dan berlalu pergi ke kamar nya
" lah kenapa lagi dengan dia " gumam Radit
di dalam kamar Galih sedang mengelus perutnya yang sedari tadi terus meronta untuk segera di isi makanan
" oh iya.. nisha.. aku telfon deh " ucap Galih dan mengambil ponselnya di atas nakas samping tempat tidur
saat Galih hendak mencari nomer anisha " eh tunggu dulu.. aku kan nggak punya nomer nisha.. " gumam Galih
"💡Ahha " seolah mendapat ide dia segera menghubungi abinya di Indonesia
Tutt
" Assalamu'alaikum bi "
" waalaikumsalam kenapa nak "
" abi tau nomer ponselnya nisha nggak bi? "
" nisha maksud kamu Anisha anaknya temen ayah? "
" Ho'oh iya anaknya om dim "
" nggak ada sayang.. kenapa? "
" tolong tanyain lah bi ke om dim "
" buat apa emangnya? "
" galle butuh banget soal nya bi"
" okay .. nanti abi kirim "
" okay bi sekarang ya bi"
" iya " Tutt
Setengah jam kemudian tring tanda pesan masuk di ponsel Galih dengan cepat dia membuka ternyata itu nomer anisha yang di kirim oleh abinya
" yess.. langsung Save langsung telfon " ucap Galih dan langsung menyimpan nomer anisha dan langsung menelfon anisha
Di apartemen anisha kini gadis itu tengah asik membaca buku di kamar nya fokusnya tergantung dengan suara dari ponselnya menandakan ada orang menelfon seger ia ambil ponselnya dan di lihat nya " Nomer tidak dikenal? siapa ya? " anisha menerka-nerka dan akhirnya memutuskan untuk menggeser tombol warna hijau ke atas untuk menerima panggilan orang tersebut
" Hallo, Assalamu'alaikum "
" waalaikumsalam, bener ini dengan Anisha? "
" ya, saya sendiri "
" nish ini aku "
" maaf siapa ya saya tidak kenal "
" huft ayolah nish kamu kenal aku"
" jangan sok-sok an kenal sama saya.. anda siapa "
" Galih namaku Galih nish "
" terus "
" kamu sedang ada di kairo kan? "
" hmm "
__ADS_1
" kamu tinggal di mana nish? "
" kenapa? "
" tolong dong di jawab aja gitu apa susahnya "
" Di apartemen "
" apartemen apa? "
" iiih kenapa sih.. serah aku lah mau apartemen mana "
" nisha ayodong kamu tinggal di apartemen mana? "
" kasih aku satu alasan "
" alasan? untuk apa? "
" iya alasan! kenapa kamu ingin mengetahui aku tinggal di apartemen mana? "
" huftt alasanmu karena aku butuh bantuan mu nish? "
" bantuan? dari aku? "
" iya Anisha "
" bantuan apa emang? "
" aku butuh kamu masakin aku "
" APA!! JADI KAMU MAU AKU MASAKIN BUAT KAMU GITU!! DASAR LAKI Em_"
" Bahan makanan aku habis anisha.. aku males ke supermarket "
" huftt baiklah aku di apartemen Prime Residence New Cairo "
" Nomer? "
" 305 lantai ketiga "
" ada bibiku"
" apakah aku tidak papa ke sana? "
" Ya tidak papa akan ku bilang kau hanya ingin menumpang makan saja "
" ya udah aku kesana"
" hmm aku tutup dulu ya "
" iya assalamu'alaikum "
" waalaikumsalam "
Di apartemen Galih laki-laki itu sudah sangat senang karena anisha mau untuk memaksakan untuknya
" mungkin dengan cara ini aku bisa memastikan apakah aku suka dengannya.. huft ya Allah kenapa hamba sangat bahagia sekarang ya Allah "gimana Galih
dia mengambil jaketnya dan berlalu meninggal kan apartemen nya ( oh iya apartemen mereka sama ya hanya beda lantai saja Galih nomer apartemen nya 403 ya jadi Galih ada di lantai empat hanya beda satu lantai saja kan)
" untuk si Radit kagak ada.. mungkin di kamar nya kali.. ah biarlah toh dia sudah makan " ucap Galih
setelah sampai di lantai tiga dia segera mencari nomer apartemen anisha 305
" ah ini dia 305 " ucap Galih dan langsung memencet bel
Ceklek
" eh temennya anisha ya? " tanya bibi anisha
" iya bibi anisha ya? " jawab Galih dan kembali bertanya
" oh iya betul mari masuk nak " ucap bibi anisha
" Assalamu'alaikum " Ucap Galih saat masuk dia melihat tiga orang manusia sedang duduk di sofa ruang tengah dua laki-laki berbeda usia dan satu perempuan bercandar seusia anak laki-laki itu
" waalaikumsalam nak mari duduk dulu.. anisha sedang memasak di dapur untukmu.. kenapa kau tidak bilang jika kau ingin makan di sini kan bisa tadi kami mengundang mu makan malam di sini nak" ucap paman anisha
__ADS_1
" iya " ucap Galih
" eh galle udah dateng ayok bantuin aku di dapur " ucap anisha dan menarik ujung jaket Galih membawanya dapur
" oh iya kamu mau makan apa galle biar aku masak kan " tanya anisha
" apa yang ada aja nish.. aku nggak suka neko-neko " jawab Galih sambil duduk di kursi kecil yang ada di dapur
mendengar jawaban Galih anisha membuka kulkasnya di sana terlihat telur beberapa ikan yang masih mentah dan juga sayur mayur yang masih segar
" galle sini deh " ucap anisha Galih menghampiri anisha yang masih di depan kulkasnya
" apaan nish? " tanya Galih
" kamu pilih mau makan apa di sini ada telur ikan sayuran kamu mau makan apa " ucap anisha
" menurut mu yang simple apa? " tanya Galih
" kan kamu yang makan " ucap anisha
" kan kamu yang masak " ucap Galih
" okay terserah aku ya mau masakin apa kamu harus makan " ucap anisha
" iya aku tunggu di kursi situ " ucap Galih
" hmmm " anisha mengambil dua butir telur dua sosis dan mengambil mangkuk dia pecahkan dua butir telur dan dia potong sosis itu sampai menjadi potongan-potongan kecil dia masukan ke dalam kocokan telur itu di masukan sedikit bumbu pelengkap setelah tercampur dia ambil wajan di taruhnya di atas kompor di tuangkan sedikit minyak setelah minyak panas di tuangkan telur sosis ke dalam wajan itu dia balikan telur itu dan setelah matang dia taruh ke dalam piring dan siap di sajikan
" galle ni udan mateng makan gih.. sebentar aku ambilkan piring, nasi dan minumnya " ucap anisha
" galle ayok ke meja makan " teriak anisha
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Raditya putra Wijaya
nah gaes ini sudah visual Radit nya tapi kalo soal visual Galih aku belum ada bayangan lagi nih kalian bisa request nih siapaa Galih nya insya Allah akan ku cari detailnya dan kalo pantes jadi visual Galih nih... maaf banget ya kalo visual Galih terlatih Dikit aku masih menerka-nerka isi pikiran aku tentang Galih ini gaes okay....
----------------------
kehidupan ini umpama bunga
maka cinta adalah Madu nya
Bersambung
__ADS_1