
setelah makan siang Arsyad langsung kembali ke kamar nya entah apa yang dia lakukan di sana sedangkan Arsya gadis muda itu tampak sedang membaca majalah yang di bawa anisha satu tahun lalu dari Indonesia
anisha hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Arsya padahal sudah ia beritahukan bahwa majalah itu sudah satu tahun lamanya tapi Arsya tetap pada pendiriannya dian tetap membacanya
tak lama handphone milik Arsya berdering terpampang lah nama si penelfon siapa lagi kalau bukan Anggia
Arsya langsung memberikan handphone nya kepada anisha kala melihat nama si penelfon
Panggilan terhubung
anisha : assalamu'alaikum nggi kamu apa kabar di sana?
Anggia : waalaikumsalam nish alhamdulillah aku baik, kamu sendiri?
anisha : alhamdulillah aku baik.. jadi gimana sudah kamu berikan surat aku kan nggi?
anggia : iya nish kamu tenang saja keluarga kamu sudah tau kabar kamu nish
anisha : alhamdulillah terimakasih ya nggi
anggia : sama-sama nish.. oh iya ini galle ada nitip handphone buat kamu dia sudah masukkan nomer handphone nya juga nomer nya adik kamu katanya
anisha : hah! kamu yang bener nggi.. galle membelikan handphone itu atau handphone bekas?
anggia : handphone nya Real seratus persen baru orang dia yang langsung pergi membelikan nya untukmu nish..
anisha : makasih ya nggi
anggia : kamu apa-apaan nish terimakasih nya sama galle bukan sama aku
anisha : ya tolong kamu sampaikan lah hehehe
anggia : sebelum kamu suruh sudah aku bilang terimakasih nish hehehe
anisha : ya sudah sekali lagi aku makasih banget ya
anggia : iya anisha
anisha : kamu kapan balik ke sini nggi?
anggia : InsyaAllah kalau nggak besok lusa deh
anisha : ya sudah aku tunggu eh ngomong-ngomong nama calon suami mu siapa nggi?
anggia : tapi janji ya jangan kaget
anisha : iya siapa ah buru aku penasaran banget ini
anggia : Radit nish hehehe
anisha : maksud kamu Radit temennya galle?
anggia : iya nish.. aku juga awalnya kaget tau nggak tapi saat oma jelaskan baru aku ngeh hahaha
anisha : ya sudah selamat ya nggi
anggia : terimakasih nish. nya sudah aku tutup dulu ya assalamu'alaikum
anisha : waalaikumsalam nggi
__ADS_1
panggilan terputus
alhamdulillah ya Rabbal Alamin batinnya
***
di Indonesia-jakarta
Galih duduk di sofa ruang tengah masih memegang surat dari anisha laki-laki itu nampak tidak ada bosannya untuk membacanya walau sudah berkali-kali dia ulang
airin duduk di sofa single sambil memandangi galih yang senyam senyum sendiri
kenapa lagi ni anak, kelamaan di tinggal anisha si makanya suka senyum-senyum sendiri kayak gitu.. batinnya
" galle kau kenapa? "
" ini mbak ai anisha mengirim surat dan titipkan dengan temannya untuk galle "
" gimana kabarnya anisha galle? "
" alhamdulillah mbak dia baik dan sehat alhamdulillah "
" alhamdulillah kalau kayak gitu lah galle "
***
di Indonesia-surabaya
zahra dan kedua orang tua nya tengah duduk bersama di sofa ruang tengah dengan zahra yang duduk di tengah-tengah orang tua nya
" bund.. yah.. biasanya mbak nisha duduk di sebelah kanan ayah ya bund.. dan zahra duduk di sebelah kiri ayah.. sepi banget nggak ada mbak nisha ya bund "
" sebentar lagi zahra sayang tinggal satu tahun lagi mbakmu itu akan balik dan nggak akan pergi lagi ya kan yah "
" benarkah yah.. wah.. hebat juga ya kak galle yah hehe "
" ayah bunda temen zahra yang di kampus mau jemput zahra besok buat ke kampus boleh nggak? "
" laki-laki atau perempuan sayang? "
" laki-laki yah.. "
" kan kamu bisa pakai mobil sendiri sayang kenapa harus di jemput segala hmm? "
" nggak tau yah dia sendiri yang nawarin "
" kalau begitu tolak dengan cara yang baik nak.. "
" kenapa harus di tolak yah "
" kalian itu laki-laki dan perempuan nak tidak baik jika kalian berduaan di satu mobil sayang "
" kalau dia mau bertemu dengan ayah gimana dong yah "
" maksud kamu ini apa nak "
" sebenarnya dia suka yah sama zahra tapi zahra nggak respon sama sekali eh dia nekat bawa zahra ke belakang kampus yang sepi banget terus dia pegang tangan zahra dan bilang kek gini " ra gw sebenarnya udah suka lama sama lho tapi gw nggak berani buat ngungkapin ke lho ra sekarang gw mau bilang lho mau nggak jadi pacar gw.. " nah kayak gitu yah "
" terus kamu jawab apa? "
__ADS_1
" zahra jawab nya kalo dia bener-bener serius mau jalin hubungan sama zahra temui dulu ayah sama bunda "
" lebih baik tidak usah dulu nak.. kamu fokus saja sekarang kuliah nanti aja ya mikirin tentang laki-laki nanti nggak fokus lagi kuliah nya kan mau jadi dokter kan "
" sesuai apa kata ayah sama bunda zahra akan nolak dia "
" tapi kamu harus bilang nya dengan baik-baik ya nak jangan dengan cara kasar nanti dia tersinggung "
" iya yah tenang aja "
" ya sudah kamu tidur gih ke kamar ini udah malem "
" iya bund assalamu'alaikum "
" waalaikumsalam "
zahra masuk kedalam kamar nya meninggalkan kedua orang tua nya di sofa itu
" yah nggak kerasa ya waktu berjalan begitu cepat nanti anisha yang akan menikah dan meninggalkan kita terus nanti zahra "
" emang seperti itu alur seorang wanita bunda.. dia akan menikah dan akan ikut dengan suaminya sama halnya bunda selalu ikut kemana ayah pergi kan? "
" iya yah.. "
" makanya kita kasih zahra adek lagi ya satu aja laki-laki bund.. yah "
" ih ayah ih.. udah tua juga malu sama umur tau yah.. ih "
" umur ayah baru 25 tahun bund masih muda tau bund.. "
" itu namanya udah tua ayah umur bunda aja sudah 35 tahun ayah ingat kita ini selisih nya 5 tahun yah.. okay "
" ih bunda mah "
" apa "
" emang bunda nggak mau punya anak lagi hmm? "
" anak kita udah dia ayah astaghfirullah hal adzim kenapa lagi dengan suami hamba ya Allah "
" ayah mau anak laki-laki bund.. "
" enggak yah ck.. "
" kenapa nggak bunda? "
" bunda udah tua dan ayah semakin tua jadi mana bisa kita punya anak lagi kakak dimas ku sayang hehe "
" hehehe ya udah deh dek.. kakak mengalah saja yang penting kita tidur yuk udah malem "
" ayuk aja mah ya.. let's Go ke kamar "
" astaghfirullah hal adzim bunda udah nggak sabar ya bund.. "
" apaansi ayah "
" lagian bunda semangat banget ke kamar aja mau bikinin zahra adek lagi ya hmm "
" nggak ada hahaha "
__ADS_1
-------------------------
bersambung