Cinta Istri Sholehah

Cinta Istri Sholehah
Epson 58


__ADS_3

Di kairo


anisha dan anggia makan malam bersama di meja makan sebelum nya mereka juga memasak bersama


setelah makan anisha dan anggia Merapikan dan mencuci alat-alat makan mereka juga wajan yang merek pakai saat memasak tadi


setelah itu anisha menuntun anggia untuk duduk bersamanya di sofa ruang tengah


" ada apa nggi? apa yang hendak kamu ceritakan sama aku? sekarang aja soalnya aku juga mau cerita sama kamu "


" iya nish.. kamu dengar baik-baik ya "


" iya insyaallah "


" nish.. aku hendak menikah "


" MasyaAllah nggi.. alhamdulillah ya Allah siapa laki-laki itu nggi? "


" aku nggak tau nish.. tapi nanti kalau kamu pulang ke Indonesia aku ikut ya soalnya aku mau bertemu dengannya "


" iya okay nggi.. selamat ya nggi "


" oh ya kamu tadi mau cerita ya? cerita soal apa? "


" ekehm.. aku juga hendak menikah nggi "


" hal hadha sahihun? ( benarkah) "


anisha menganguk


" naeam ( iya) "


anisha menundukkan kepalanya anggia mengangkat kepala anisha


" kamu kenapa nish? kok kamu menangis? kamu nggak bahagia dengan pernikahan kamu hah? "


" bukan seperti itu nggi.. aku bahagia bahkan sangat bahagia "


" hemm "


" kamu tidak mau bertanya aku akan menikah dengan siapa? "


" ah iya nish.. kamu menikah dengan siapa? "


" galle nggi "


" MasyaAllah nish.. alhamdulillah selamat ya "


" iya makasih nggi.. tapi_"


" tapi apa hmm? "


anisha menceritakan kejadian yang sama yang ia ceritakan dengan sang adik di Indonesia


anggia terlihat mengepalkan tangannya dengan menggertakkan gigi nya menahan amarah dengan mata yang ikut memerah


wajah anggia yang semula bahagia menjadi seperti orang sedang menahan amarah


" astaghfirullah hal adzim "


" nggi.. hiks.. hiks.. "


anggia memeluk anisha yang menangis tersedu-sedu


galle kau.. aku berjanji pada diriku sendiri jika kau tidak membuat anisha tersenyum kembali.. kau akan tau akibatnya batin anggia


" Nish.. kamu yang sabar ya "


anisha menganguk masih dalam pelukan anggia

__ADS_1


" ya sudah kita tidur yuk.. besok kita ada kelas pagi "


***


Di Indonesia-jakarta


Galih masih saja uring-uringan tidak jelas dia masih memikirkan sang calon istri


apa aku membuat kesalahan ya dengannya.. apa aku salah menyebut Naemi dengan sebutan sayang kemarin batinnya sambil menatap indahnya kota jakarta di malam hari


aku harus bertanya dengan umi, kak Rya, dan kak ai.. ya mereka para wanita pasti tau dan lebih mengerti dari pada aku batinnya


Galih turun dan menemui semua orang di sofa tengah


" syukur lah kalian semua berkumpul di sini "


semua orang menatap Galih dengan wajah bingung Galih duduk di bawah dan menyenderkan kepala nya di paha umi fatma


umi fatma mengelus kepala Galih dengan lembut dan menepuk pelan bahu sang anak


" kenapa lagi galle..? "


Rya yang melihat memutar bola matanya malas


" galle kau ini.. anisha masih belum juga merespon cht dan telfon darimu? " Galih menganguk lemah


" haih.. kalian ini belum juga menikah sudah seperti ini.. ini semua juga salah mu galle.. kau yang tak memikirkan perasaan anisha.. "


umi fatma menatap Rya " emang kenapa dengan anisha rya? "


" anisha tidak merespom cht dan telfon dari galle umi.. itu juga salah galle sendiri.. "


" maksudnya salah galle apa rya? "


" iya umi.. kemarin galle membawa anisha menemui Naemi dan paman Baskin di gubuk dalam hutan "


" terus? "


umi fatma mengangkat kepala Galih " apa itu benar galle? " Galih menganguk lemah


" astaghfirullah hal adzim "


" galle dengarkan umi.. kamu dan anisha saling mencintai dan saling menyanyangi bukan? "


" iya umi.. "


" kalau kamu melihat atau mendengar anisha memanggil lawan jenisnya dengan sebutan sayang apakah kamu akan marah? "


" kenapa umi bicara seperti itu? "


" jawab saja galle "


" iya umi galle pasti akan marah dengannya "


" kenapa? "


" karena, kita sudah hendak menikah aku akan berfikir bagaimana setelah menikah kalau jika saat kami belum menikah dia sudah memanggil lawan jenisnya seperti itu aku tidak akan mau menikahinya umi.. aku sakit hati kalau mendengar anisha menyebutkan kata itu dengan seorang laki-laki "


" ya seperti itu lah yang anisha fikir galle.. dia juga merasakan sakit hati kala mendengar kau memanggil Naemi dengan sebutan itu.. pokoknya kamu harus cerita kan semuanya tentang Naemi dan ayah Baskin mu itu ya.. supaya anisha tidak salah faham nak.. kamu ngerti kan? "


Galih menganguk ribet ya soal perempuan apa-apa harus di jelasin tentang itulah inilah batinnya


***


di kairo


matahari sudah menampakkan sinar indahnya anisha dan anggia sudah berada di kampus mereka


" Nish gimana? galle udah jelasin semuanya belum ke kamu? "

__ADS_1


" belum nggi.. mungkin galle nggak mikirin perasaan aku nggi. "


" kamu harus mikir ulang deh nish tentang pernikahan kamu dengan galle, aku takutnya setelah menikah nanti kalian sering bertengkar terus.. hmmm.. emang kapan sih kalian nikahnya? "


" setelah aku wisuda nggi "


" berarti masih lama dong ya "


" hmm iya.. lumayan lama lah nggi, kalo kamu sendiri kapan Nikahnya? "


" InsyaAllah setelah aku menemui calon suamiku, dua bulan kemudian aku akan menikah nish.. "


" alhamdulillah kalo gitu.. nanti kalo pulang ke Indonesia aku kasih tau kamu okay "


" iya nish.. oh ya kamu udah ada alamat nya belum? "


" ada.. sudah oma kasih.. aku naruhnya di dalam tas kecil masih di dalam koper "


" ya udah kalo gitu.. "


tak lama dosen datang dan masuk ke ruangan anisha dan anggia


***


anisha sudah kembali ke apartemen nya bersama anggia mereka langsung masuk ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri dan beristirahat setelah melewati kegiatan di kampus yang melelahkan


dering telfon membangunkan anisha yang tengah tertidur tanpa melihat siapa si penelfon anisha mengangkat telfon itu


panggillan terhubung


anisha : hallo assalamu'alaikum.. siapa ini ( suara serak dan setengah sadar)


Galih : waalaikumsalam, alhamdulillah nis kamu angkat juga telfon aku ( senang )


anisha : hmm, apa ( masih setengah sadar)


Galih : nish kenapa suara kamu serak ke gitu hmm


anisha : aku habis bangun tidur, siapa ini?


Galih : aku galle nish.. kamu nggak lihat nama ku di layar ponsel mu ya


anisha : oh, apaan aku capek galle, aku mau istirahat, cepetan ngomong


Galih : aku mau ceritain semuanya nish tentang ayah baskin dan Naemi


anisha : ( mengernyit heran) ayah baskin? Naemi? siapa mereka aku bahkan tidak mengenal mereka, apa yang mau galle ceritain ya? batinnya


Galih : nish hallo kamu masih di sana kan? kamu nggak ketiduran lagi kan? hallo nish!


anisha : ( tersadar) ah iya, ya, galle kenapa?


Galih : kamu kapan ada waktu? aku mau ke sana jelasin semuanya ke kamu


anisha : aku nggak tau galle jadwal keseharian ku hilang saat di bandara kemarin


Galih : ya udah kamu kapan balik ke indo?


anisha : nggak tau galle.. nanti deh kalo aku balik aku akan telfon kamu okay


Galih : okay nish..


anisha : aku tutup ya assalamu'alaikum


Galih : waalaikumsalam


panggilan terputus


siapa ayah baskin? dan siapa Naemi itu? aku jadi penasaran deh.. batinnya

__ADS_1


--------------------


bersambung


__ADS_2