
sebelum lanjut aku cuma mau minta maaf kepada kalian semua karena kemarin-kemarin aku nggak bisa up karena tugas numpuk dan juga tadi aku ada acara keluarga..
sekali lagi aku minta maaf ya para Reader's CIS
kembali ke cerita..
***
Pagi harinya viola terbangun dan tidak mendapati siapa-siapa di kamar itu dia teringat kembali dengan pukulan demi pukulan yang dia dapatkan dari anak buah tuan frainkeris itu
dia kembali histeris menangis sejadi-jadinya di sudut kanan kamar itu yang berada di dekat jendela
" hiks.. hiks.. aku.. ta.. ku.. t "
viola terus duduk sudut itu dengan memeluk kedua kakinya dengan tubuh yang bergetar hebat
***
di sisi lain di sebuah kamar yang cantik nan indah tetapi masih di rumah besar keluarga frainkeris, anisha sudah siap dengan pakaian nya
hari ini dia berencana pergi bersama dengan galih untuk memilih lokasi acara pernikahan nya nanti
" sebelum berangkat aku liat viola dulu lah "
anisha berjalan ke kamarnya yang sekarang sedang di tempati viola
Ceklek
anisha membuka pintu kamar itu pelan sayup-sayup terdengar suara tangisan seseorang tapi anisha yakin itu viola yang menangis
" assalamu'alaikum viola.. "
tak ada jawaban hanya suara tangisan yang semakin jelas di pendengaran anisha
anisha menoleh ke arah sudut jendela dia sangat terkejut melihat viola sedang duduk di sana dengan memeluk kedua kakinya
" viola "
" hiks.. hiks. "
anisha mendekati viola merengkuh tubuh itu dan mendekapnya anisha mencoba menenangkan viola terlebih dahulu
setelah terasa viola sudah cukup tenang anisha melepaskan dekapan nya dan menuntun viola ke kasur
anisha duduk di samping viola dia melihat mata viola yang sembab itu dan anisha yakin viola menangis sedari tadi
" viola sudah ya jangan menangis lagi.. "
viola menoleh ke arah anisha memperhatikan pakaiannya dengan bingung
anisha yang merasa di perhatikan mengerutkan keningnya merasa heran
" kenapa viola kamu menatap ku seperti itu? "
" aku merasa tidak asing dengan pakaian mu itu "
anisha terkejut dan memicing kan matanya bertanya-tanya
" kalau begitu bukankah kau juga tidak asing dengan wajah ku "
viola kembali menatap lekat wajah anisha seolah-olah berusaha untuk mengingat siapa anisha itu
sesaat setelah itu dia menggelengkan kepala nya merasa pusing karena terlalu memaksa kan untuk mengingat anisha
__ADS_1
" sudah viola kamu mandi dulu ya, sebentar aku siapkan air nya "
tanpa menunggu jawaban dari viola Anisha menuju kamar mandi dan mengisi air di dalam bath up
dia kembali keluar viola masih dengan posisi duduknya
" ayok viola mandi dulu nanti ku siapkan baju lama ku "
" iya makasih.. "
kali ini viola menjawabnya dengan terimakasih tidak dengan anggukan kepala seperti kemarin
setelah viola masuk ke kamar mandi anisha merapihkan kasur besar itu dan menyiapkan pakaian lama miliknya
20 menit viola di kamar mandi dan sekarang dia sudah keluar Anisha langsung memberikan baju lama nya yang di kira-kira muat di tubuh viola
setelah mengganti pakaian viola duduk di sofa kamar anisha merapihkan rambutnya dan memakai kan sedikit make up di wajahnya sehingga viola keliatan fresh
outfit viola
" nah sekarang kamu sudah keliatan lebih fresh viola, nanti ada pelayan yang mengantarkan makanan mu ke kamar ya, kamu makan yang banyak, aku mau keluar sebentar kamu baik-baik ya di sini ingat jangan keluar kamar jika tidak ada aku di sini ya "
anisha mengucapkan itu dengan penuh penekanan karena dia tahu viola mungkin masih shock dengan apa yang dia alami kemarin makanya anisha melarang keras supaya viola tidak bertemu dengan orang-orang yang terlibat dalam pemukulan terhadap nya
" kamu mau kemana? "
" aku ada perlu sebentar nanti aku balik lagi kok.. tapi kamu harus ingat apa yang ku katakan tadi ya "
viola hanya mengangukkan kepala saja seolah mengiyakan apa yang anisha katakan tadi
" ya sudah aku pergi assalamu'alaikum "
viola hanya menganguk menatap kepergian anisha yang hilang di balik pintu kamar itu
viola memukul-mukul Kepala nya seolah ingin sekali dia mengingat sosok anisha itu
di lantai dasar
" Nona anisha sebentar "
anisha yang baru turun menoleh ke arah samping kanannya terlihat seorang pelayan wanita yang terlihat sedikit berlari ke arah nya
" ya ada apa bi? "
" itu Non.. di depan ada temennya "
" temen? "
" iya Non "
siapa ya? kurasa temen-temen aku nggak ada yang tau rumah ini batinnya
" namanya siapa bi? "
" katanya tadi kalo bibi nggak salah denger namanya Galih asfaradzhi Non.. ya mungkin itu Non "
anisha menghembuskan nafas lega saat Galih lah yang datang ke rumah itu
" ya sudah bi makasih ya, oh iya bi tolong antar kan sarapan ke viola bi, antar kan ke kamar aku ya "
" iya Nok baik "
__ADS_1
" ya sudah saya permisi assalamu'alaikum "
" waalaikumsalam Non "
anisha berjalan menuju ruang tamu dia ingin memastikan kalau yang datang benar-benar Galih dan bukan temannya yang lain
pelayanan itu menatap pungung belakang anisha yang tertutup dengan jilbab nya
" alangkah beruntung nya laki-laki yang akan menjadi suami Nona cantik anisha.. " Gumamnya dan berlalu kembali ke dapur
ruang tamu
" assalamu'alaikum "
kedua laki-laki itu menoleh ke arah anisha yang tak lain dan tak bukan adalah Galih sang calon suami dan tuan heru sang kakek tersayang nya anisha
" waalaikumsalam "
sahut mereka bersamaan saat melihat Anisha yang datang
" nisha sayang sini duduk dekat kakek "
" iya kek "
Anisha duduk di samping kakeknya itu meskipun perut nya sudah lapar dia tidak ingin mengecewakan kakek tersayang nya itu
" ada apa kek? "
" ini Nak galle datang kemari.. apakah kalian sudah ada janji? "
" iya kek nisha sudah ada janji dengan galle "
" kalian hendak kemana? keliatannya kalian sangat rapi pagi ini "
" kami hendak mengunjungi beberapa lokasi untuk acara Resepsi pernikahan kek "
" memangnya berapa lama lagi kalian akan menikah hmm? "
" InsyaAllah mungkin 3 minggu lagi kek "
" ya sudah tapi nisha kamu sudah sarapan belum? "
" belum kek "
" Nak galle sudah sarapan? "
" sudah kek tadi sebelum ke sini "
" ya sudah tidak papa anisha kamu makan ke meja makan sana da Nak galle biarkan di sini bersama kakek "
" kenapa? "
" lho kok masih nanya si sayang, ya tentu lah ingin lebih akrab lagi dengan cucu menantu ku hahaha, sudah sana cepat makan "
" iya kek.. tapi setidaknya bawa galle duduk di ruang tengah saja "
" kenapa harus di sana dek "
Outfit Anisha
Outfit galih
__ADS_1
Bersambung