Cinta Istri Sholehah

Cinta Istri Sholehah
Epson 36


__ADS_3

" akang? kamu orang bandung? " tanya Radit


" hehehe " anisha hanya terkekeh menanggapi Radit


Anisha langsung masuk tapi tidak dengB Anggia saat dia hendak masuk Radit menahan tangannya


***


tok tok tok


" assalamualaikum galle ini aku " ucap Anisha dari luar kamar Galih


" hmmm nish masuk aja " sahut Galih


ceklek


" kamu nggak papa galle? "


" aku apa-apa nish "


" hah maksudnya? "


" nih perut ku masih sakit gimana dong "


" Mmm gimana ya " anisha nampak berfikir sejenak


" gimana nish? "


" aku nggak tau!! kamu ke dokter aja ya "


" nggak!! nish "


***


" kamu siapa namamu? "


" emang kenapa hah! "


" aku cuma bertanya siapa namamu! "


" Anggia putri!! "


" oohh.. nama ku Radit "


" oh ya.. aku tidak mau tau nama mu!! "


" nomor ponsel? "


" APA!! "


" nomor handphone kamu berapa biar aku save "


" secepat itu!! "


" maksudnya? "


" mau ngapain kamu minta nomer ku hah!! "


Radit menyudutkan Anggia ke dinding dan mengunci gerakan tubuh Anggia dengan tangannya


" eh mau apa kamu!! "


" mau minta nomer kamu "


" nggak akan jangan harap!! "


***


" serah kamu lah galle aku mau cari Anggia dulu siapa tau dia tau obat sakit perut nya.. sebentar ya galle"


" hmm "


anisha keluar dari kamar Galih dan mencari Anggia di ruang tamu anisha membelalakan matanya melihat Anggia di sudutkan oleh Radit ke dinding


" ASTAGHFIRULLAH HAL ADZIM!!! " pekik anisha

__ADS_1


Anggia dan Radit kompak menoleh ke asal suara mereka sangat terkejut melihat anisha yang sudah bertolak pinggang melihat mereka dengan tatapan horor


Anggia dan Radit kompak menelan saliva bersama melihat tatapan anisha yang horor


wah Astaghfirullah Anisha ya ampun batin Anggia


mati gua ya Allah lindungi hambamu batin Radit


awas kalian ya batin anisha


" kalian ngapain!!! "


" ma.. mak.. sud.. ka.. ka.. kamu.. ap.. pa nish? "


" jawab ANGGIA PUTRI "


Wah kalo nisha udah nyebut nama lengkap gua pasti dia marah banget ini batin Anggia


semua ini gara-gara dia batin Anggia sambil melirik ke arah Radit yang juga sama tegangnya


" ada apa ini nish? " tanya Galih yang baru keluar dari kamarnya dengan tangan masih di perut nya


anisha menoleh ke arah Galih "mereka galle" tunjuk anisha ke arah Radit dan Anggia


Galih mengikuti arah telunjuk anisha dia menatap Radit dan Anggia bergantian dengan bingung


" mereka kenapa emang nish? "


" duduk galle " suruh anisha ke


Galih duduk di kursi single sambil menatap semua orang di sana dengan bingung


" ini ada apa sih nish.. awss "


" tadi aku lihat temen kamu itu menyudutkan Anggia ke tembok situ "


" ah kamu yang bener nish? masa sih? "


" ya terserah deh! aku mau pulang!! "


" eh nish aku juga ikut pulang!! "


***


" woi bro!! yang bener ente menyudutkan Anggia? "


" biasa lah lih.. cuma mau goda dia doang!! "


" maksud ente apaan? "


" eh lih dengarin ana yak! dia itu kagak ada Takut-takut nya tau "


" maksud ente apaan si dit? "


" ya begitu lah bro! oh iya btw kayaknya cantik tu cewek "


" cewek yang mana? "


" yang dengan ente tadi oh iya kayaknya Anggia juga imut deh... hahaha " jawab Radit dan langsung kabur


Galih langsung mengejar Radit tak peduli dengan sakit yang ada di perut nya demi anisha hahaha


***


di dalam lift Anggia berusaha untuk menjelaskan dengan anisha tapi percuma anisha itu kalo udah marah denger penjelasan dari seseorang itu masuk telinga kanan keluar telinga kiri


ting


anisha segera keluar dari dalam lift dia langsung menuju apartemen nya Anggia masih berusaha mengejar anisha


" nish tolong dong dengerin dulu "


" denger apa! "


" tadi pas kamu masuk aku juga mau ikutan masuk eh tangan aku di tahan oleh si oncom itu dan dia nanya nama aku ya aku jawablah terus di bilang juga namanya dan aku bilang aku tidak mau tau namamu terus di tiba-tiba mau minta nomer handphone aku nish_ "

__ADS_1


" terus kamu kasih gitu!! aduh Anggia kamu itu jangan gampang banget berikan nomer handphone kamu itu ke orang lain apa lagi itu laki-laki!! kita nggak tau ada maksud terselubung atau nggak dari dia minta nomer kamu itu!! "


" eh enak aja ya nggak aku kasih lah!! makanya dia menyudutkan aku supaya aku mau berikan nomer handphone aku terus kamu dateng deh dan marah-marah "


" ya tetep aja nggi!! kalian itu laki-laki dan perempuan tidak seharusnya kalian berduaan kaya tadi mepet banget lagi "


" aku minta maaf nish "


" jangan dengan aku minta maaf nya dengan Allah baru bener "


" kamu juga tadi satu ruangan dengan galle " celetuk Anggia


" yang penting aku nggak mepet kaya kamu tadi kan? "


" hmm "


***


pagi hari di Indonesia di sekolah zahra gadis itu baru saja selesai upacara bendera di hari senin karena kebetulan dia yang mendapat tugas menjadi pemimpin upacara di sekolah nya


" haduh panas banget astaghfirullah tadi " ucap zahra sambil mengipas-ngipasi wajahnya dengan tangan


" ya lho si ra main ambil gitu tawaran bu Dewi gini kan jadinya " omel Niki


" ya kalo nggak gue ambil gue akan di cap murid lemah oleh kaka kelas tu "


" maksud lho ka abram? "


" ya siapa lagi kakel yang suka cari gara-gara sama gue! "


" ya lho bener juga si ra.. gue salut sama lho "


" eh ra ini ada titipan dari kak abram " ucap sisi teman sekelas nya zahra dan Niki sambil menyerahkan dua botol air mineral dan teh pucuk


" buat lho aja deh si! gue males banget nerima nya "


" ah yang bener ra? "


" hmm ambil aja "


" kalo gitu sini si aku minta yang teh pucuk aja ya kamu yang air mineral nya " Niki mengambil teh pucuk dari tangan sisi


" ya udah makasih banget ya ra " ucap sisi sambil berlalu duduk di belakang zahra


" ra emang nya lho nggak naksir apa sama kak Abram? "


" nggak ngapain gue naksir sama dia yang suka bikin gara-gara itu "


" kata orang itu adalah salah satu cara laki-laki untuk bisa deket sama cewek yang dia suka.. gitu deh "


" pede sumpah lho ki "


" ya gue si cuma ngasih tau aja ra.. "


" walaupun apa yang lho katakan bener ki gue nggak bakalan mau pacaran sekarang!! "


" emang kenapa ra? hahaha nggak zaman mah kalo sekarang kita nggak pacaran ra..ra "


" ya pokoknya gue nggak mau pacaran mau nya langsung ta'aruf aja.. hahaha "


" ya pede gila sumpah mah ini "


" biarin kita tu jadi cewek jual mahal dikit ngapa ki "


" etdah jangan mahal-mahal ra nanti kagak laku hahahahahahahahahaha "


zahra dan Niki tertawa terbahak-bahak sampai guru wali kelas mereka masuk


----------------------


gaes mau ngasih dikit bocoran dong ini cerita nya campuran ya dengan nanti di sini aku campur cerita si zahra gitu biar kalian pada nggak bosen gitu sebelum kalian menghujat aku lebih baik alurnya sama dengan zahra aja ya..


**makasih banyak sebelum nya udah mau sempetin waktu buat baca karya aku ini di sini bebas promosi karya kalian juga ya


salam penulis ✍

__ADS_1


salam pembaca 🤓**


Bersambung


__ADS_2