
Galih laki-laki ini sedang sibuk-sibuknya mengurus salah satu perusahaan milik sang abi yang berada di jakarta sudah satu tahun ini dia menjadi seorang CEO muda di kantor nya itu
dia bahkan juga sudah mengganti asistennya karena Galih dia tidak suka dengan cara berpakaian asisten nya itu
Naemi juga sudah kembali ke Malaysia dan menemui kakak dan ibunya yang sudah bertahun-tahun ini dia tinggal kan
sekarang Galih berada di ruang miting hari ini akan miting bersama CEO perusahaan terkenal dari negara B itu mereka sudah sepakat dengan kesepakatan dari kedua belah pihak perusahaan yang sama-sama untung akhirnya mereka sudah menjalin hubungan kerjasama antar perusahaan
sekarang Galih sudah kembali pulang ke rumah sang abang dan keluarga kecil itu
saat dia hendak masuk dia melihat keluarga kecil itu sedang bermain dengan airin yang kembali hamil anak kedua mereka
Galih mengamati keluarga kecil itu membayangkan bahwa dirinya, anisha, dan anak mereka kelak sedang bermain di tengah sofa ruang keluarga itu dengan bahagianya
anisha kamu belum kasih aku kabar setahunan ini, apa kamu baik-baik saja di sana, kenapa aku jadi takut ya, kenapa hati ini gelisah saat memikirkan kamu batinnya
airin dan frans menyadari keberadaan Galih yang tengah mengamati keluarga kecil nya yang nampak bahagia itu
" galle udah pulang? "
Galih tersadar dengan lamunan indahnya itu karena teguran dari frans
" iya bang udah.. "
Galih berjalan dan duduk di sofa itu Rizky yang sudah menginjak hampir empat tahun itu mendekati sang paman nya
" paman iky boleh nanya? "
Rizky ini sudah agak lancar ya bicara nya tapi masih agak kesusahan untuk menyebut kata tertentu
" iya sayang boleh nanya apa? "
Galih mendudukkan Rizky di pangkuan nya sambil mengusap kepala Rizky
" ica kemana? kenapa ica nggak pelnah ke sini lagi paman? "
Galih menatap wajah polos sang ponakan yang sedang menanyakan sang calon istri nya itu
jangankan memberitahu mu ky dia saja tidak memberikan kabar apapun kepada paman selama setahun ini batinnya
" paman jawab iky kenapa diam saja "
Galih tersenyum " ica lagi kuliah sayang dia masih mencari ilmu pengetahuan di sana.. dia akan kembali setelah kuliah nya selesai iky paham kan? "
" tapi kenapa ica tidak memberi kabar kepada iky paman hiks " sekarang bocah empat tahun sudah menangis di pangkuan sang paman Galih langsung memeluk tubuh kecil itu
" kenapa iky sangat ingin bertemu dengan ica sayang? "
" iky merindukan ica paman iky mau ketemu ica hiks "
jangan kan kau sayang paman juga sangat merindukan ica mu itu batinnya
" emm iky paman ke kamar dulu ya nanti kita jalan-jalan iky mau kan? "
" iya tapi jalan-jalan nya sama ica ya paman "
" Mmm paman mau mandi dulu dah sayang "
Rizky menahan tangan Galih " paman kenapa belum menjawab iky? "
__ADS_1
" Mmm aduh iky nak.. perut umi sakit nak.. tolong kau elus nak aduhh "
Rizky langsung menghampiri airin yang memegangi perutnya airin mengisyaratkan untuk galih segera pergi ke kamar nya
Galih langsung menuju kamar nya dia sedari tadi sudah menahan air mata nya karena sang ponakan yang menanyakan sang calon istri nya itu
brakk
Galih membuka dan menup pintu kamar nya dengan kasar dia langsung mengambil satu foto anisha yang tergantung di dinding kamar nya itu
" anisha kenapa kamu tidak memberi kabar barang sebentar, kenapa handphone mu tidak aktif aku sudah berkali-kali menghubungi kamu nish.. tapi handphone mu tidak aktif.. aku jadi takut hiks.. "
" aku lebih baik telfon zahra siapa tau dia tau kabar tentang anisha "
panggilan terhubung
zahra : assalamu'alaikum kak galle kenapa?
galih : waalaikumsalam ra.. kamu tau kabar tentang anisa tidak?
zahra : zahra juga mau nanya tentang mbak nisha ke kak galle ini.. emang mbak nisha nggak ngehubungin kakak ya
galih : nggak ra.. nisha nggak telfon kamu gitu atau nelfon bunda atau ayah gitu ra
zahra : nggak ada kak.. selama setahun ini mbak nisha nggak ada hubungin aku bunda ataupun ayah
galih : ya sudah ra terimakasih ya.. aku tutup dulu telfon nya assalamu'alaikum
zahra : iya kak waalaikumsalam
panggilan terputus
" astaghfirullah hal adzim anisha bagai hilang di telan bumi dia sama sekali tidak ada kabar bahkan dengan adik dan kedua orang tua nya tidak dia hubungi.. nisha aku harus bagaimana "
***
" aku nggak nyangka lo nggi kalau kamu yang akan jadi istri ku "
" hahaha iya aku juga nyangka kalau suami aku nanti adalah orang yang sudah aku kenal hahaha "
" oh iya kamu udah tau belum nggi soal galih dan anisha "
" udah kok aku udah tahu tentang mereka "
" aku bersyukur banget tau nggak nggi kala mendengar bahwa kamu yang akn menjadi istri ku kelas "
" ah iya aku juga.. aku boleh minta tolong nggak? "
" apa nggi apapun kalau aku bisa tolong pasti aku tolong "
" temenin aku anter surat dari anisha ya buat galle sama adiknya zahra namanya mau ya "
" ya sudah Galih sekarang berada di jakarta nggi aku tau kok alamat nya "
" ya sudah ayok dit nanti kemaleman "
" iya tapi alamat anisha aku nggak tau nggi "
" kamu tenang aja ni nisha udah tulisin alamat nya "
__ADS_1
" bagus kalau begitu ya sudah kita langsung jalan aja kali ya "
" okay.. "
***
setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka sampai di kediaman frans di jakarta
" bener ini rumahnya galle dit? "
" iya bener bentar ya aku suruh satpam nya bukain gerbang dulu "
Radit keluar dari mobil satpam menghampiri radit karena wajahnya radit serasa tidak asing lagi
" pak masih inget saya kan? "
" den Radit ya.. temennya den galle "
" iya Pak bukain dong pak gerbangnya aku "
" sebentar den bapak bukain dulu "
" terimakasih pak "
" sama-sama den "
mobil Radit sudah memasuki halaman rumah besar galih mereka segera turun dari mobil
" assalamu'alaikum "
airin yang kebetulan lewat pintu utama langsung membukakan pintu
" waalaikumsalam eh radit ya "
" iya kak ai.. wah dari tahun kemarin belum brojol tu anak " menatap perut airin yang kian membesar
" enak aja kamu dit.. ini tu anak kedua yang satu udah brojol itu dia, yuk masuk "
" hallo ganteng siapa namanya? "
" nama aku iky om "
" hallo iky nama om Radit ini calon istri om namanya tante anggia "
" hallo iky "
" hallo tante "
" kalian mau ketemu galle ya? "
" iya kak "
" sebentar ya iky sayang panggilan paman sana bilang temennya dateng "
" iya umi "
tak lama galih turun dia terkejut melihat anggia ada di rumahnya bersama temannya itu duduk bersebelahan lagi
dia langsung berlari menuju anggia " nggi kok kamu sendirian di aman nisha? dia baik-baik aja kan? ayo nggi jawab "
__ADS_1
----------------------
bersambung