
kakak beradik..
•
•
•
🎋🎋🎋🎋
selesai memasak bersama sang ummah yang tak lain adalah anisha Ghanisha langsung menata makanannya di meja makan sedangkan anisha kembali ke kamar untuk membersihkan diri untuk menyambut kepulangan suaminya dari tempat kerja
Ghanisha yang tengah asik menata meja makan tak menyadari kehadiran kakak tersayang nya, Ghaniyah dengan berjalan dengan sangat pelan ke arah adiknya berniat untuk mengagetkan Ghanisha
DORR!!!
" Eh malin kundang anak durhaka " ucap Ghanisha sambil mengangkat kedua tangannya sejajar dengan bahu
" malin kundang udah jadi batu pe'a pake acara manggil lagi, hahahahahah " Ghaniya yang memiliki keusilan tingkat tinggi menertawakan Ghanisha
" eh lu ya kak, kenapa si suka Banget gangguin adek cantiknya ini " ketus itulah Ghanisha saat ini sudah capek-capek masak, nata makanan, sekarang harus berhadapan dengan manusia terusil serumah
" biarin wleee " Ghaniya langsung berlari sambil menaiki tangga takut suara menggelegar adeknya tak terkontrol lagi
" lagian ya kak, lu tuh udah capek kerja terus pulang kerja pake acara usilin gw lagi, mau gw tabok lu hah " teriak Ghanisha dengan nada yang sungguh sangat kesal
" seru liat muka lu kek gitu tau " teriak Ghaniyah dari lantai atas sambil melihat ke bawah ke arah adeknya dengan menaik turun kan kedua alisnya tak lupa juga senyuman menyebalkan menurut Ghanisha
" apaansi kak, kok gitu sama adeknya " suara ummah mengagetkan Ghaniyah yang saat itu masih setia melihat kebawah tiba-tiba terlonjak saat suara ummah terdengar
" eh ummah, assalamu'alaikum " Ghaniya langsung mencium punggung tangan anisha itu sebuah didikan yang wajib dan harus di terapkan nya pada setiap waktu, setiap detik, setiap hari kepada seseorang yang lebih tua dari-Nya sebuah bentuk mengenai kesopanan terhadap seseorang yang lebih tua dari usianya
" waalaikumsalam sayang nya ummah, muach " anisha mengecup kening putri sulung nya itu yang sedikit berkeringat
" lain kali nggak boleh gitu sama adeknya kak, sekarang minta maaf sama Ghanisha sana "
" baiklah ummah, tap-- "
sebelum Gadis cantik itu menyelesaikan ucapannya ummah sudah memotongnya terlebih dahulu
" tidak ada tapi-tapian nak, sekarang cepat minta maaf sama adek " suara anisha memanglah masih sangat lembut tetapi itu dapat membuat seorang Ghaniya tertunduk dalam diam dan takut
" baiklah ummah kakak minta maaf sekarang "
" tidak usah ummah, adek tau kok seberapa usil nya kakak, emang ya dari dulu sampe sekarang usil nya kakak tuh nggak bisa ilang, semacam kayak udah mendarah daging gitu loh "
__ADS_1
" iih kamu tu loh dek, sini kamu kakak pengen peluk kamu " ucap Ghaniya sambil merentangkan tangannya
" ahh ku mohon kakak jangan peluk "
" kenapa, kakak cuma mau peluk kamu doang kok " tersenyum licik sambil melangkah mendekati Ghanisha dia tau kelemahan adeknya itu adalah di peluk
" oke - oke kita peluk, tapi kakak mandi dulu iiiihh bau keringet badannya, kan tadi abis kerja, iya kan ummah? " mencoba menyelematkan diri dengan anisha heheh maap ummah adek numpang ummah dulu
" iya kak, bener kata adek, jangan dipeluk dulu adeknya, takutnya ada kuman atau virus yang kamu bawa dari luar "
" iya deh, kakak mandi dulu ummah " ya harus bagaimana lagi kalau uma sudah berkata dunia seakan tidak berpihak kepada dirinya
***
Ghaniya yang sudah selesai mandi langsung berpakaian setelah berpakaian dia duduk di kasur dengan laptop di pangkuannya mengecek pemasukan restoran dan hotel yang di kelola nya sejak 3 tahun silam
saat tengah fokus dering ponselnya membuyarkan fokusnya itu dengan perasaan dongkol Ghaniya mengambil handphonenya ingin tahu siapa yang sudah berani menggangu aktivitas penting nya
" kak, Ayyan " gumamnya dengan sedikit senyum tipis di bibir nya bagaimana tidak orang yang sejak beberapa hari belakangan di tunggu-tunggu untuk menelfon nya saat ini sedang menelfon nya dengan hati berbunga-bunga gadis itu mengangkat panggilan itu
" Hallo, assalamu'alaikum " /Ghaniyah
" waalaikumsalam, Anya apa kabar? " /Ayyan
" aku juga baik an, maaf sudah lama tidak menghubungimu aku sedikit sibuk sekarang " /Ayyan
" oh iya? kesibukan apakah yang sedang kau kerjakan kak? " /Ghaniyah
" kau tau? sekarang aku sedang mengejar gelar S2 di tambah lagi papa menyuruh ku untuk membantu perusahaan eyang di Australia, aku sungguh lelah, sibuk deh pokoknya An " /Ayyan
" benarkah? Waw hebat ( bertepuk tangan) " /Ghaniyah
" hebat si hebat An capek tau nggak " /Ayyan
" heh, semua pekerjaan itu capek semua, kagak ada kerjaan itu kagak capek " /Ghaniyah
" sekarang kegiatan mu apa An? " /Ayyan
" sehabis lulus kuliah aku sibuk dengan hotel dan resto doang si " /Ghaniyah
" you've become an businessman An? aku tidak percaya ini, Waw " /Ayyan
tok.. tok.. tok..
" kakak, ayo turun kita makan bersama, Abi juga sudah pulang "
__ADS_1
ketukan pintu dan suara itu sudah membuyarkan acara telfon mereka
" aaaa.. oke duluan aja aku masih sibuk " saut Ghaniya masih dengan telfon di pipi sebelah kanannya
tidak ada sautan lagi dari Ghanisha menandakan bahwa gadis itu sudah pergi
" ya sudah kau makan lah dulu, nanti ku telfon lagi, assalamu'alaikum " /Ayyan
" waalaikumsalam, janji ya telfon lagi " /Ghaniyah
" iya " /Ayyan
Tutt
panggilan sudah terputus Ghaniyah segera menutup laptopnya dan turun ke lantai dasar dan menuju meja makan
" assalamu'alaikum, maaf ummah, abi, Niya terlambat, soalnya tadi masih ada yang harus di cek "
" iya tidak masalah sayang, sekarang cepat makan "
" emang tadi kakak cek apa? tugas kuliah? udah lulus juga kan? sekarang cek apalagi coba " celetuk Ghanisha
" ya cek e-mail pemasukan dan pengeluaran hotel dan resto lah dek, apaansi kamu tuh "
" cek e-mail apa telfonan " Ghanisha semakin genjar untuk kepoin putri sulung anisha dan galih itu
Ghaniyah kelabakan setelah mendengar celetukan adik lucn*t nya dia tidak mau kedua orang tuanya tau hubungannya dengan seorang laki-laki yang merupakan anak dari sahabat keduanya
mendengar celetukan Ghanisha Anisha dan galih menatap Ghaniyah dengan tatapan menyelidik sedangkan Ghanisha yang sudah membuat hidup kakaknya di ujung tanduk sekarang sedang asik mengunyah makanan
" ya Cek e-mail lah dek, hahaha telfonan sama siapa coba?haha "
" ummah, abi, tadi sebelum Ghanisha ngetuk pintu kamar kakak, nggak sengaja denger kakak tepuk tangan lhoo "
" aaaahhh, apaansi kamu dek, itu kakak nepuk nyamuk dek "
" emang di kamar kakak ada nyamuk? nggak di semprot ba*gon? " suara berat abi membuat Ghaniyah semakin deg deg an
" itu masalahnya bi, Ba*gon di kamar kakak tuh udah abis, lupa beli tadi "
" Bohong banget tu bi, orang kemaren aku baru aja beliin ba*gon kamar kakak sama ummah di supermarket, dan Ba*gon nya ada di atas meja sofa kakak "
🌴🌴🌴🌴
...TBC...
__ADS_1