
" kalo gitu goreng ikan deh "
" ikannya udah di goreng sama bunda tuh ikannya " sambil menunjuk sepiring ikan di atas meja makan anisha duduk di kursi meja makan
" kalo gitu Mmm " zahra dengan cepat memotong ucapan Anisha " udah deh mbak.. nurut napa sih.. mbak lebih baik nemanin ayah tuh di sofa ruang tamu ayah lagi sendirian lho di sana.. " anisha menatap zahra
" iya benar nish apa kata zahra sana gih oh iya kamu bikinin ayah kopi gih.. tadi ayah udah minta belum bunda bikinin " anisha langsung membuat kan kopi untuk sang ayah
" anisha nemenin ayah dulu bund " bunda lia menganguk sedangkan zahra tersenyum ke arah anisha sambil geleng-geleng kepala
" bund lucu deh mbak nisha sekarang hahaha "
" lucu gimana ra? "
" ya masa kita udah mau selesai masaknya dia baru keluar kamar hahaha "
" ish kamu ini nggak baik menertawakan kakak mu itu lho "
" biarlah bund.. sekali-kali kan nggak papa "
***
" yah ini kopi nya anisha lho yang buat bukan bunda "
" eh sayang sini temenin ayah main catur yuk nak "
" emang ayah tadi nggak main catur? "
" main si nak.. tapi itu lho ayahnya kiki balik tadi habis di telfon sama ibunya kiki "
" ya sudah sini yah biar nisha aja yang nemenin ayah mainnya "
***
sedangkan di kediaman Wijaya abram sudah berhasil membawakan foto yang ia yakini itu adalah wanita yang bernama anggia sedangkan Radit ia tidak berani untuk menanyakannya kepada kedua orang tua nya
" kak ini ni yang namanya anggia kali " sambil menyerahkan foto itu kepada Radit dengan cepat radit mengambil foto itu mata nya terbelalak melihat siapa yang ada di foto itu
" kamu nggak salah ambil foto kan bram? " abram menggeleng yakin " tidak kak karena ini adalah foto yang di mamah ke papah tuh liat deh belakang fotonya ada tulisan nya Calon mantu ku sayang kak " Radit membalik dan membaca tulisan di belakang foto itu
tanpa berlama-lama lagi dia pergi untuk menanyakan foto itu apakah benar itu adalah calon istri nya yang di pilih oleh kedua orang tua nya
dia melihat kedua orang tua nya sedang bersantai menonton televisi di ruang keluarga
" mah pah radit mau nanya " keduanya menoleh ke arah Radit " duduk dulu dit kalo ngomong itu nggak sopan deh kamu " Radit duduk di sofa single
__ADS_1
" kamu mau nanya apa hmm? "
" Radit langsung aja mah pah.. ini foto siapa? " sambil menyerahkan foto itu kepada kedua orang tua nya
mamah Radit mengambil foto itu dan menatap Radit " ini calon istri mu dit.. dia sedang berada di Australia bersama neneknya kedua orang tua nya sudah tiada dia hanya memiliki seorang nenek di Australia.. kamu setuju kan? "
Radit kaget mendengar jawaban mamahnya tentang foto itu " jadi dia yang mau jadi istri radit? " keduanya menganguk mengiyakan ucapan radit
" namanya siapa mah pah? " keduanya saling pandang " namanya anggia "
" anggia siapa mah? " mamah Radit menarik nafas dalam menatap Radit
" namanya Anggia Putri dit.. kamu mah nanya terus " Radit lagi-lagi di buat terkejut dengan kenyataan yang seolah berlihak dengan nya
*hening
hening
hening*
*satu detik..
dua detik..
" Yeayyy Alhamdulillah ya Allah terimakasih engkau telah mengabulkan semua do'a yang selama ini hamba panjatkan pada mu.. sungguh indah rencana mu ya Allah " Radit langsung bersujud syukur
kedua orang tua nya saling pandang sedangkan abram mematung di anak tangga melihat kelakuan kakak nya itu
bener nggak si itu kakak gua.. kakak gua yang dulunya suka mainin cewek sekarang dia alhamdulillah batinnya bahagia
alhamdulillah ya Allah engkau sudah mengubah anak hamba menjadi lebih baik.. batin mamahnya Radit
alhamdulillah wasyukurillah Allahhu Akbar batin papahnya Radit
Radit langsung memeluk kedua orang tua nya
" terimakasih banyak mah pah Radit bahagia banget mah pah.. " ungkap Radit dengan wajah berbinar
mamah radit membelai wajah sang putra yang terlihat sangat bahagia
senyum ini yang dulu pernah hilang telah kembali lagi.. jujur ya Allah aku sangat merindukan senyuman ini terpancar dari wajah putra ku batin mamahnya Radit
" indahnya rencana mu ya Allah... " lagi - lagi Radit mengucapkan kata itu
abram menghampiri Radit dan langsung memeluk nya
__ADS_1
" kak aku Rindu senyum ini kak.. aku rindu senyum mu ini.. tolong jangan pernah senyuman ini menghilang lagi kak.. hiks.. hiks.. aku tak akan sanggup kalau senyuman mu ini kembali menghilang kak hiks.. hiks.. " abram menangis di dalam pelukan Radit
" pasti bram.. kakak janji sama kamu sama mamah sama papah senyuman ini tidak akan pernah hilang lagi kakak janji " abram melepas pelukan nya dan menatap lekat Radit
" terimakasih kak terimakasih "
" jangan berterimakasih dengan ku kau harus berterimakasih dulu dengan Allah dan mamah dan papah kamu ngerti " abram menganguk tidak lama terdengar suara adzan maghrib mereka sholat berjamaah yang di imami oleh papah nya Radit
***
di Australia setelah sholat maghrib anggia menemani sang nenek menonton televisi di ruang keluarga
" dear grandma was about to ask you is it okay? ( sayang nenek hendak bertanya padamu apakah boleh? ) " anggia menoleh ke arah sang nenek yang tengah menatap nya lekat
" yes of course please ( ya tentu saja silahkan) "
" have you loved someone son? ( apakah kau sudah mencintai seseorang nak?) "
" why are you suddenly asking such questions? ( kenapa nenek tiba-tiba bertanya seperti itu? ) "
" just answer dear ( jawab saja sayang) "
" okay .. yes I already love someone Grandma ( baiklah.. ya aku sudah mencintai seseorang nek) "
" who is he dear? introduce your grandmother ( siapakah dia sayang? perkenalkanlah dengan nenek mu ini ) "
" hahaha how about this grandmother ( hahaha nenek ini bagaimana) "
" Why, dear? ( kenapa sayang) "
" hahaha I don't need to introduce it to you anymore Grandma ( hahaha aku tidak perlu mengenalkannya lagi pada mu nek) "
" what do you mean honey? i don't understand ( apa maksudmu sayang?aku tidak mengerti ) "
" I mean that someone I love is you Grandma .. ( maksud ku adalah seseorang itu yang sedang aku cintai adalah kau nek.. ) "
" ck. how do you feel ... I mean do you already love a man instead of me ... yes if I already know myself ... ( ck. kau ini bagaimana anggia..maksud ku apakah kau sudah mencintai seorang laki-laki bukannya diriku..ya kalo diriku aku sudah tau itu..) "
" No ... I don't have time to love a boy ... it's not me ... this is me alone ... without love ... without a boy ( tidak.. aku tidak ada waktu untuk mencintai laki-laki.. itu bukan diriku.. inilah diriku sendirian.. tanpa cinta..tanpa laki-laki ) "
----------------------------------
Wadawww bagaimana ini kasihan sekali Radit ya gaes... yang sabar ya babang Radit
Bersambung
__ADS_1