
Saat ini Galih masih berusaha menghubungi handphone anisha meskipun Rya sudah memberitahu bahwa handphone anisha saat ini sedang di matikan daya karena dia berada di dalam pesawat
tetapi Galuh tetap pada pendirian nya dia masih kekeh menghubungi anisha entah sudah berapa ia menghubungi sang calon istri tetapi hasilnya tetap sama tidak ada jawaban dari anisha hanya suara operator yang bicara
" apa-apaan ini kenapa dia tidak mengangkat telfon nya "
" galle kau ini kenapa? seperti tidak pernah menaiki pesawat saja.. handphone anisha sengaja dia matikan karena anisha tidak mau ambil resiko.. kan memang prosedur pesawat seperti itu bodoh "
" aku akan tenang jika anisha memberi senyuman sebelum dia pergi kak.. "
" jadi hanya karena sebuah senyuman kamu jadi uring-uringan kayak gini galle "
" anisha kayak marah gitu kak sama aku.. aku juga nggak tau dia marah kenapa.. makanya aku bingung.. di bandara juga dia seperti menghindar dari ku kak "
" galle kau ini bagaimana anisha bukannya mau menghindar darimu tetapi memang pesawat nya hendak berangkat.. bagaimana kalau dia ketinggalan pesawat hueh.. "
" kak hanya memberi sebuah senyuman itu tidak sampe 10 detik kak.. apalagi satu jam.. "
" sudahlah galle kau ini seperti sedang kasmaran saja.. coba berfikir positif lah dari anisha galle.. fikir pake logika jika di bandara anisha sedang mengejar pesawat nya.. kalau kau menelfon nya tidak aktif itu berarti dia masih berada di dalam pesawat nya.. sudahlah aku hendak ke kamar.. bang rans di mana kamar ku? "
" seperti biasa kamar mu pastinya akan berada di dalam dua "
" oh iya rya.. kamar mu di sebelah kanan ya sebelah tangga pintunya berwarna Putih kamu akan tau kok di pintunya sudah ada namamu "
"astaghfirullah hal adzim kok unik ya kak ai "
" aku dan iky yang merancang konsep rumah ini hahaha "
" baiklah aku ke kamar dulu assalamu'alaikum "
" waalaikumsalam "
***
di kairo
setelah melakukan perjalanan udara selama berjam-jam anisha langsung pergi ke apartemen nya sekedar hanya untuk merapikan apartemen nya yang selama satu minggu ini tidak ia tiduri
" alhamdulillah sudah selesai... setelah ini aku akan ke rumah paman saja ah.. tidak baik kalau aku di apartemen sendirian.. oh iya anggia udah sampe belum ya? aku telfon aja deh.. "
anisha menghidupkan handphone nya terdapat berpuluh-puluh telfon dari Galih dan beratus-ratus pesan dari Galih
" mengapa dia menelfon ku banyak seperti ini..? "
" sudahlah nish kenapa kau memikirkan nya lebih kau telfon anggia saja "
anisha lebik memilih menelfon sang sahabat dari pada sang calon suami yang sedari sudah uring-uringan tidak jelas di Indonesia-jakarta
__ADS_1
panggilan terhubung
anisha : assalamu'alaikum nggi
anggia : waalaikumsalam nish.. kamu udah di apartemen kah?
anisha : iya nggi kamu sendiri?
anggia : aku lagi di taksi ni menuju apartemen kau tunggu ya aku akan langsung ke kamar apartemen mu
anisha : baiklah aku menunggu mu sudah dulu ya assalamu'alaikum
anggia : iya nish.. waalaikumsalam
panggilan terputus
" aku akan cerita sama anggia biar aku di kasih solusi sama dia.. anggia kan hebat dalam memberi solusi dan masuk lebih masuk akal "
tak berapa lama kemudian anggia masuk ke dalam apartemen anisha karena dia tau kode pintu apartemen sang sahabat
" assalamu'alaikum nish... " teriak anggia
" waalaikumsalam nggin" sahut anisha dari dapur anggia langsung melempar tas gandeng nya ke sofa dia langsung berlari ke arah dapur
" nish " anisha berbalik dan tersenyum ke arah anggia.. anggia langsung memeluk anisha erat seolah enggan untuk melepas
" kamu kenapa nggi? ada masalah dengan nenekmu? "
" baiklah peluklah aku sesuka mu.. aku ini milik mu bukan "
" kau benar nish. kau milikku dan aku milikmu kan? "
" iya kau benar.. kita sahabat yang tak pernah bisa terpisah kan okay "
" hmm "
setelah beberapa lama anggia melepas pelukan nya dan langsung duduk di kursi meja makan
anisha mencuci tangan nya karena tadi dia sedang memasak dia mendekati anggia dan duduk di samping anggia
" kamu mau cerita sama aku nggi? "
" iya nish.. tapi tidak sekarang ya.. nish aku mohon aku mau menginap di sini selama beberapa hari ya "
" kenapa? apartemen mu emang nya kenapa nggi? "
" aku hanya tidak ingin sendiri saja untuk beberapa hari ini "
__ADS_1
" baiklah tidak masalah nggi.. kau pasti capek kan lebih baik kau pergi ke kamar mu sana "
" iya assalamu'alaikum "
" waalaikumsalam "
***
di Indonesia-jakarta
Galih sudah selesai dengan mandinya dia sedang memandangi kontak anisha yang ada di wa nya terdapat tulisan Online di cht atasnya
" dia online dan sudah membaca semua cht ku.. tetapi kenapa dia tidak membalas atau menelfon balik diriku "
" wanita memang sulit di mengerti.. inilah alasannya kenapa dari dulu aku tidak menyukai wanita.. selain kak Rya, umi, dan Naemi hueh "
Rya masuk ke dalam kamar Galih yang berada di sebelah kanan kamar nya
" assalamu'alaikum galle boleh aku masuk? "
" masuk saja lah tumben kakak meminta izin untuk memasuki kamar ku. biasanya juga enggak kenapa? "
" tidak ada apa-apa kok.. "
rya duduk di kasur empuk Galih sedangkan laki-laki itu tengah duduk di dekat jendela kamar nya
" bagaimana dengan anisha galle. apa dia sudah membalas dan menelfon balik dirimu galle "
" di sudah membaca semua cht ku tetapi tidak ada satupun dari cht ku dia balas apalagi menelfon balik diriku "
" cobalah pahami anisha galle.. mungkin kau sudah membuat kesalahan dengannya atau melakukan atau mengucapkan atau apalah itu.. yang berkaitan dengan wanita selain aku, umi, kak ai, dan Anisha, coba kau fikir lagi galle "
" apa aku sudah membawa anisha menemui Naemi galle? "
" iya kak aku sudah membawa nya menemui Naemi dan ayah apa itu salah "
" galle kau ini bagaimana.. apakah kau saat itu memanggilnya dengan sebutan sayang? "
" iyalah kak.. aku sudah sering kan melakukan itu apa itu salah "
" apa anisha mendengar itu? "
" iyalah kak orang dia duduk di sebelah ku "
Rya menepuk dahinya bingung dengan sang adik yang tidak peka dengan perasaan wanita
pantas saja tidak ada wanita manapun yang mau berdekatan dengannya selain aku, umi, kak ai, dan Naemi untung saja anisha mau berdekatan dengan galle dan menyetujui perjodohan ini kalau tidak... aku tidak tau lagi bagaimana denga nasib adik laki-laki ku ini.. dia tidak peka dengan perasaan wanita hueh bagaimana caranya aku memberitahu nya bahwa anisha sedang cemburu terhadap Naemi.. batinnya sambil memijit pelipis nya
__ADS_1
------------------------
Bersambung