
kegundahan Anisha dan galih..
•
•
•
🎋🎋🎋🎋
sudah satu minggu sejak malam di mana anggia dan suami berkunjung ke kediaman keluarga kecil Anisha dan galih
Ghaniyah justru semakin hari semakin tak karuan memikirkan nasib nya kelak yang sudah melanggar prinsipnya yang di titipkan oleh neneknya ( bunda lia) bahwa dia tidak akan hidup dalam lingkup perjodohan jikalau sudah dewasa
hari ini sengaja dia pulang agak larut karena masih memikirkan nasibnya, ntah dengan keluarga mana ummah nya menjodohkannya yang pasti dia tidak bisa membuat ummah nya bersedih dengan menolak perjodohan itu
di sinilah Ghaniyah berada di sebuah taman dekat restoran nya yang pasti terlihat ramai walau malam semakin lama kian larut
bagaimana ini? sudah seminggu setelah ummah bicara kalau mau menjodohkan aku, padahalkan aku tidak mau, menolak pun tak ada gunanya, aku tidak bisa melihat ummah sedih batinnya sambil melihat ke tanah sambil kakinya di ayun-ayunkan nya
larut dalam fikirannya gadis itu seakan lupa waktu malam kian larut tetapi Ghaniyah masih setia duduk di kursi itu
***
kegelisahan jelas terlihat di wajah anisha dan galih fikiran-fikiran aneh berkeliaran di otak mereka masing-masing sudah lama sekali mereka menunggu anak sulung nya itu pulang
" mas, kemana Niyah sekarang mas, aku khawatir banget, ASTAGFIRULLAH " gelisah, cemas, jelas terukir di wajah cantik anisha
melihat suaminya tak bersuara membuat anisha seketika marah " MAS, KAMU PEDULI GAK SAMA GHANIYAH HAH!! KENAPA KAMU GAK CARI DIA, PALING ENGGAK KAMU TELFON DIA MAS!! " suara anisha sudah naik beberapa oktaf mengejutkan Ghanisha yang sudah tidur di Kamar nya
__ADS_1
" KAMU BERANI BERTERIAK DENGAN SUAMI MU!! MALAM-MALAM GINI KAMU BERTERIAK!! APA TIDAK MALU KALAU TERDENGAR OLEH TETANGGA!! APALAGI KALAU GHANISHA MENDENGAR NYA!! " galih berbicara tidak berteriak seperti anisha suara galih pelan tapi tersirat nada tegas di setiap kalimat nya
" astagfirullah, suara ummah kenapa nyaring sekali, ada apa di luar " gadis itu beranjak dari kamarnya dan mengetuk pintu Kamar kakak nya tetapi tak ada jawaban akhirnya Ghanisha mendorong sedikit pintu itu dan ternyata tidak di kunci
gadis itu masuk ke dalam Kamar kakak nya tetapi tak di dapatinya " mungkin di Kamar mandi " gadis itu mengetuk pintu Kamar mandi Ghaniyah tetap sama tak ada jawaban sedikit di dorong nya dan masuk tidak ada siapa-siapa di dalam sana
setelah mendapati kamar kakaknya kosong gadis itu langsung turun tangga secara perlahan masih terdengar suara-suara anisha dan galih dari ruang tamu
dengan perlahan gadis itu menapakkan langkah demi langkah melewati dapur dan meja makan, ruang tv, sampai dekat ruang tamu gadis itu bersembunyi di balik dinding ruang tv yang menghubungkan langsung ke ruang tamu
" iya mas aku minta maaf, tapi kamu kenapa enggak usaha buat hubungin anak kita? setidaknya kamu telfon dia " ucap anisha dengan sedikit terisak
anak kita? berarti kakak dong, iya tadi di kamar kakak nggak ada apa jangan-jangan kakak belum pulang? batinnya di dengarnya galih bersuara
" kamu fikir aku nggak usaha buat hubungin Niyah hah?! kamu nggak lihat ini ponsel di tangan aku hah?! aku dari tadi telfon dia tapi nggak aktif "
" setidaknya kamu suruh orang-orang kamu melacak Ghaniyah sekarang mas, jujur aku khawatir sama dia " mata anisha melirik jam dinding jam sudah menunjukkan pukul 00:30 berarti sudah tengah malam tetapi sang putri belum pulang juga
" mas sudah tengah malam, kemana putri ku itu " lirih anisha ibu mana yang tidak khawatir jika anaknya tidak pulang dan tidak ada kabar apalagi dia seorang gadis
Ghanisha masih setia jadi pendengar gelap di balik dinding itu dia juga turut khawatir dengan kakaknya tak kuat akhirnya gadis itu menapakkan diri
" ummah sama abi belum tidur? " tanya gadis itu dengan gelas berisi air putih di tangannya dan berjalan mendekati anisha dan galih
galih menghentikan langkah nya dan mendekati Ghanisha " kamu sendiri kenapa bangun nak? " tanya galih sambil mengelus kenapa Ghanisha
" Nisha tadi haus ternyata air di kamar habis jadi Nisha turun untuk mengambillnya, dan tidak sengaja mendengar percakapan kalian jadi Nisha ke sini " jawab Ghanisha gadis itu melirik anisha dengan mata sedikit memerah
" ummah kenapa? ummah habis nangis? " tanyanya Anisha tersenyum manis ke arah putrinya itu dan mengelus Kerala Ghanisha
__ADS_1
" tidak sayang, ummah tidak menangis, Nisha sudah minum air nya kan? balik ke kamar sana sayang ini sudah tengah malam kembalilah tidur " Ghanisha dengan jelas melihat wajah anisha ke khawatiran yang mendalam
" ah iya ummah, kakak kemana? di kamarnya kosong "
" kakak belum pulang sayang, mungkin sebentar lagi, mending kamu tidur lagi ya, sini ummah temenin sayang "
" nggak mau ummah, sebelum kakak pulang Nisha nggak mau tidur, sekarang ummah minum dulu nih, khawatir juga butuh tenaga " Anisha mengambil gelas dari tangan putrinya dan segera meminum nya
" abi, apa abi sudah telfon kakak? " galih menghela nafas dan mendekati kedua wanita yang amat dia sayangi dan duduk di sebelah Ghanisha " sudah nak, tapi ponsel kakak nggak aktif "
" apa kakak tidak memberi kabar dia akan kemana? " galih menjawab dengan gelengan kepala " apa abi sudah telfon nenek dan kakek? mungkin kakak di sana dan lupa buat ngabarin kita "
mendengar itu Anisha langsung mendapat angin segar benar juga tidak menutup kemungkinan putrinya berada di rumah orang tua mereka
" mas kamu telfon umi sama abi aku telfon bunda sama ayah " suruh anisha dan langsung menelfon bunda lia dan ayah dimas begitupun dengan galih dia langsung menelfon umi fatma dan ayah Rasyid
Ghanisha langsung mengambil telfon rumah dan menelfon kakaknya biarpun tidak ada jawaban tapi tidak ada salah nya untuk mencoba pikirnya
***
sedangkan Ghaniyah gadis itu baru berada di dalam mobil nya di lirik nya jam di pergelangan tangannya mata nya terbelalak ternyata sudah jam satu malam
" astagfirullah, semoga ummah dan abi tidak marah sama aku, ponsel aku dimana ya. " di geledah nya tas nya setelah menemukan ponsel nya dia segera menghidupkan nya
" astagfirullah, lowbet lagi. powerbank aku dimana coba " setelah dapat powerbank segera dia isi daya ponselnya
setelah ponselnya bisa hidup di dapatinya notifikasi telfon dari galih maupun anisha hatinya semakin was-was tak lama kemudian telfon dari rumahnya masuk segera dia angkat dan langsung di sambut suara Ghanisha
" kakak...
__ADS_1
......TBC......