
" ooh.. kok seperti banyak orang ya bund..? " tanya anisha sembari mengintip di sela-sela lubang tirai itu
" ya iyalah kan dengan keluarga nya " jawab bunda lia
" ngapain bund? " tanya anisha
" mana bunda tahu sayang.." jawab bunda lia
" sana hush hush.. kamu balik kamar.. bunda mau antar camilan dan minuman " usir bunda lia
" bund nisha aja yang nganter bund.. bunda ambil camilan nya aja di dapur " ucap anisha
" nggak nisha.. kamu yang ambil camilan terus bawa ke sini dan kamu masuk kamar " titah bunda lia
" ah baiklah bund.. " pasrah anisha dan berlalu ke dapur
di dapur Anisha menggerutu kesal dengan sang bunda..
" bunda apa-apaan si.. masa aku di suruh bawa camilan dan antar ke bunda tanpa menemui tamu ayah.. ishh.. kan aku kepo " gerutu anisha sambil berjalan
bunda lia sudah menunggu di depan tirai pembatas
" bund.. biar nisha aja ya bund.. bunda cantik " rayu anisha
" nggak nisha " tegas bunda lia
" plisss.. " memelas anisha
" huffttt.. ya udah tapi cuma anter camilan habis itu langsung masuk kamar " ucap bunda lia
" iya bund.. makasih ya bund.. muach " senang anisha dan mengecup pipi kanan sang bunda dan berlalu
" ayah.. ini camilan nya " ucap anisha sopan sambil berjongkok meletakkan camilan di atas meja
" ini silahkan di cicipi " ucap anisha sambil tersenyum
nisha hendak kembali masuk karena isyarat mata bunda tapi di hentikan oleh ayah dimas
" Nisha kamu mau kemana? sini sayang duduk dulu.. ayah mau kenalkan teman ayah nak " ucap ayah dimas
" Mmm tapi yah.. bun.. " ucapan anisha dipotong bunda lia
" hehehe duduk sayang " potong bunda lia
anisha duduk di tengah-tengah ayah dan bunda nya sambil menundukkan kepala tersenyum malu-malu
" Nah.. syid.. kenalkan.. putri sulung ku.. Anisha sengaja nama belakang nya tidak kami masukkan dalam daftar Sekolah supaya dia tenang di sekolah.. tetapi nama aslinya Anisha aulia Rahmah putri Mahendradanta " ucap ayah dimas
" maksud kamu tenang di sekolah apa dim? " tanya kyai
" ya kalo temen-temen nya tau anak dari CEO Frankeris Grup bisa aja terjadi hal-hal yang tidak di inginkan " jawab ayah dimas
" ooh iya.. jadi semisal dia menikah dengan seseorang ijab nya gimana dim? " tanya kyai Rasyid
" ya Anisha aulia Rahmah putri Mahendradanta " jawab ayah dimas
" wah wah wah panjang sekali ya " celetuk umi fatma sambil tersenyum geli anisha semakin malu di buat ayah nya
" inilah yang tidak bunda inginkan kamu akan di buat malu oleh ayah mu karena urusan nama.. hehehe " bisik bunda lia sambil terkekeh pelan anisha membelalakan matanya mendengar bisikan sang bunda
__ADS_1
" ya begitulah kedua orang tua itu yang memberikan nama untuk cucu pertama mereka hahahaha " ucap ayah dimas
" maksudmu apa kak " ucap bunda lia
" maksud ku kedua orang tua kita sayang " ucap ayah dimas
anisha berusaha menahan tawanya sejak tadi dia berusaha menetralkan mimik wajahnya supaya tidak tertawa di depan tamu ayahnya itu
" bund.. yah.. Nisha masuk dulu yah assalamu'alaikum semuanya " ucap anisha
" iya nak.. kamu masuklah " ucap bunda lia
" hemm bund.. besok nisha berangkat malam ini nisha mau tidur dengan ayah dan bunda ya " ucap anisha
" Hah! apa nak.. ohh tidak bisa sayang " tolak ayah dimas
" sudahlah dim izinkan saja anakmu tidur dengan kalian.. toh kalian kan nggak mungkin berikan adik lagi buat nisha ya kan nak " ucap kyai Rasyid
" bukan begitu syid tapi " ucapan ayah dimas menggantung
" tapi apa dim? " tanya kyai Rasyid dengan nada menggoda
" sudahlah bi.. mungkin dimas dan lia mau berikan dedek lagi buat nisha kan tadi katanya mau berangkat.. eh iya ngomong-ngomong berangkat kemana kamu nish " ucap umi fatma
" Nisha mau melanjutkan studi nisha di Universitas Al-Azhar khairo mesir umi " ucap anisha
" Oohh.. kebetulan banget yah.. putra umi juga studinya di sana.. tapi dia udah dua tahun ini kuliah di sana nak.. kalo kamu? " tanya umi fatma
" nisha baru tahun ini umi.. soalnya kemaren istirahat dulu " jawab anisha
" ya kamu bener nak.. " ucap umi fatma
ponsel umi fatma berdering segera umi fatma mengangkat tanpa melihat si penelfon
" Hallo, Assalamu'alaikum ini siapa ya " ucap umi fatma
" waalaikumsalam umi ini galle " ucap Galih
" owalah kamu to le kirain tadi siapa " ucap umi fatma
" umi sama abi kemana si dari tadi pergi nggak balik-balik? " tanya Galih
" umi sama abi masih di rumah temen abimu.. abimu mau membagi kebahagiaan kepada temennya atas hamilnya mbak airin lo " jawab umi fatma
" ooh gitu..ooh iya tadi mang mamat pulang bawa mobil umi yang nyuruh ya? " tanya Galih
" iya galle umi yang nyuruh " jawab umi fatma
" terus gimana nanti pulang nya? " tanya Galih
" ya kamu jemput lah galle.. " jawab umi fatma
" gimana galle mau jemput mi.. galle kan nggak tau alamat rumah temennya abi " ucap Galih
" rumahnya jalan xx komplek Permata nomer 135 nah itu jalan sekarang " ucap umi fatma
" oh oke umi galle jalan sekarang, assalamu'alaikum " ucap Galih dan mematikan secara sepihak
" hey anak ini umi nya belum selesai bicara main matikan saja hehe waalaikumsalam " gumam umi fatma sambil terkekeh
__ADS_1
" kenapa umi? " tanya anisha
" eh.. nak anisha umi kira kamu sudah masuk kedalam tadi " ucap umi fatma
" ahhh memang iya tadi nisha sudah masuk tetapi nisha kelupaan " ucap anisha
" lupa apa nak? " tanya bunda lia
" nisha lupa salaman bund " jawab anisha
" ooh " ucap bunda lia
" umi assalamu'alaikum nanti kalo umi pulang panggil nisha ya " ucap anisha sambil mengecup punggung tangan umi fatma
" waalaikumsalam sayang.. iya nanti umi suruh bundamu memanggil mu ya " ucap umi fatma sambil mengelus kepala anisha yang tertutupi dengan jilbab instan anisha
" abi assalamu'alaikum " ucap anisha sambil mengecup punggung tangan abi Rasyid
" waalaikumsalam nak " ucap abi Rasyid
" bund yah.. nanti panggil nisha ya " ucap anisha
" iya sayang sana masuk " ucap bunda lia
tak lama terdengar teriakan zahra dari dalam kamarnya
anisha yang mendengar itu bergegas menuju kamar sang adik
tanpa mengetuk anisha masuk ke dalam kamar zahra dia melihat tidak melihat zahra di kamar nya
anisha berjalan menuju kamar mandi mengetuk nya beberapa kali
" ya siapa ya? " ucap zahra dari dalam kamar mandi dengan suara serak
" ini mbak zahra ayo keluar " ucap anisha
" iya mbak sebentar lagi zahra keluar kok " sahut zahra
anisha tak menjawab lagi dia berlalu ke sofa kamar zahra
Ceklek
" eh mbak nisha " kaget zahra melihat anisha masih di kamar nya
anisha menoleh ke arah zahra dengan wajah bingung
--------------------------
BERSAMBUNG
Hayo kenapa dengan zahra ya?
Stay terus ya di ' Cinta Istri Sholehah '
Oh iya jangan lupa juga mampir di karya pertama othor C4S ' Cinta 4 Sahabat '
Othor tunggu loh..
terimakasih
__ADS_1