
pertemuan pertama..
•
•
•
🎋🎋🎋🎋
senin adalah hari yang sangat buruk bagi setiap siswa-siswi yang bersekolah di hari itu, kenapa tidak?
mereka harus bangun pagi dan berangkat ke sekolah lebih awal karena pada setiap senin pagi sekolah mereka mengadakan upacara bendera
belum lagi kalo tugas piket di kelas pagi-pagi mereka harus menerobos dingin nya embun yang menyuruh mereka terlelap di dalam selimut
OH GOD!!
senin adalah hari yang sangat membosankan dan panjang karena di hari ini banyak siswa-siswi yang bermalas-malasan ke sekolah
senin adalah hari terburuk bagi setiap siswa-siswi karena mereka harus bangun pagi berangkat sekolah lebih awal dan juga harus berpanas-panasan di bawah teriknya matahari pagi karena harus mengikuti kegiatan rutin yaitu UPACARA BENDERA
jam 06 : 45
Senin pagi terlihat seorang gadis cantik tengah mengayuh sepeda nya dengan kencang di pinggiran jalan yang cukup sepi mengayuh dengan seragam sekolah yang melekat di tubuh nya, jilbab putih yang bertengger di Kepala nya, sepatu dan kaos kaki yang terpasang di kaki nya, jangan lupakan tas sekolah yang berada di punggung belakang nya
" oh astaga, jilbab ku oh tidaakk hosh hosh, "
" Ghanisha Cantik jangan fikirkan jilbab dulu, sekarang coba kembali melihat jam apakah sudah terlambat ataukah belum "
Ghanisha kembali melihat jam yang ada pada pergelangan tangan kiri nya sambil kaki yang terus mengayuh dengan cepat
hari ini gadis itu terlambat lagi untuk bersekolah padahal sang uma sudah berkali-kali membangunkan dan al hasil dia terlambat lagi
ya hari ini bukanlah yang pertama bagi Ghanisha terlambat ke sekolah hari ini sudah hari yang kesekian kali nya dia terlambat lagi, tidak tau hukuman apalagi yang harus guru-guru nya berikan supaya Ghanisha jera dan tidak terlambat lagi ke sekolah
__ADS_1
BRAKKK!!!!
" Aduhhh!!!!! seragam sekolah kuuuu!!!! "
dia tersenggol sebuah mobil dan jatuh dari sepeda dan tercebur ke genangan air di pinggir jalan
sepeda Ghanisha seperti apa? jangan di tanya lagi nasib sepeda nya ya pastinya sudah terongok dengan kedua setang nya terbalik dan Ghanisha berada di bawahnya
tak lama keluar lah seorang laki-laki dari dalam mobil dan menghampiri Ghanisha yang sudah terduduk di genangan air itu dengan seragam yang kotor dan bau
" maaf ya, sini biar ku bantu "
pertama-tama laki-laki itu mendirikan sepeda yang sudah menindih badan mungil milik Ghanisha
setelah sepedanya sudah berdiri laki-laki itu masih memandangi Ghanisha dengan tatapan bingung
laki-laki itu ingat pesan yang selalu tertanam di otak kecilnya yaitu pesan dari papa nya
jangan pernah menyentuh seorang wanita yang bukan istri mu, hormati wanita sama halnya kamu menghormati mama mu, CAMKAN itu
begitulah pesan yang selalu tertanam di otak kecilnya dan sekarang dia bingung harus menolong dengan cara apa???
" kenapa? kau tidak mau menolong ku ya?! " jawab Ghanisha dengan sedikit sewot sambil masih menekan-nekan lutut kanannya seperti nya lutut gadis mungil itu terluka
" bukannya tidak mau menolong, tetapi saya tidak mau menyentuh gadis yang bukan istri saya, maaf ya "
Ghanisha yang mengerti pun langsung menggeser tubuh mungilnya dan duduk di trotoar jalan itu
" kak, apakah kakak ada obat luka? " tanya Ghanisha yang sudah melembut dirinya seketika ingat pesan sang uma sehari-hari sebelum berangkat sekolah
jangan meninggikan suaramu terhadap seseorang yang lebih tua darimu
begitulah pesan dari sang uma tersayang nya, yang selalu di ingat oleh gadis cantik itu
" Ada, sebentar ya "
__ADS_1
laki-laki itu kembali ke mobilnya dan datang membawa kotak obat sepertinya laki-laki itu sudah memprediksi kejadian seperti ini pasti akan terjadi
" ini, kau bisa mengobati luka mu sendiri kan? aku tidak bi-- "
" iya kak aku bisa mengobati luka ku sendiri, lagian kan kita bukan mahram jadi tidak boleh saling bersentuhan, apalagi luka ku ini terletak di lutut ku, "
" mmm, iya baiklah "
Ghanisha menyambut kotak P3K yang di sodorkan oleh laki-laki itu dan menaruhnya di atas trotoar yang sudah mulai panas itu berkat matahari yang sudah naik
untuk sebentar gadis itu melupakan sekolah nya dia hendak menaikkan rok panjang berwarna biru itu sampai lututnya tetapi tak jadi karena masih menyadari seorang laki-laki tengah memperhatikan nya dengan perasaan iba
" sekarang kakak bisa pergi, aku bisa mengobati luka ku sendiri, "
" iya baiklah, sebentar biar ku lihat sepeda mu dulu apa ada yang rusak? "
laki-laki itu memperhatikan sepeda milik Ghanisha dan tak lama mengeluarkan uang berwarna merah sebanyak lima lembar dan menyerahkan nya pada Ghanisha
" ini untuk apa kak? "
" untuk ganti rugi, karena mobil ku sepeda mu jadi rusak, ini untuk perbaiki sepeda mu ya, "
" eh tidak perlu kak, aku kok yang salah bersepeda tidak memperhatikan kanan kiri, "
" udah ambil aja, ini berdua kesalahan kita, aku cuma mau ganti rugi dan bertanggung jawab, karena bagaimana pun kenyataan nya mobil ku yang sudah menyenggol sepeda mu tadi "
" baiklah kak, terimakasih uang nya tapi ini kebanyakan, aku ambil dua lembar aja ya kak, tiga lembar nya masukin lagi ke dompet kakak "
" tidak, ini semua ambillah aku sudah terlambat ke bandara, " tanpa mendengarkan jawaban dari Ghanisha laki-laki itu langsung masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan Ghanisha dengan semua uang yang ada di tangan nya
" padahal ini kebanyakan " gumamnya tanpa fikir panjang Ghanisha langsung mengobati lukanya
saat sudah selesai mengobati luka nya Ghanisha kembali menutup kotak obat itu sebelum menutup perhatian Ghanisha tertuju pada nama yang ada di tutup kotak obat itu
" Rayyan " gumamnya seketika dirinya teringat akan sekolah nya tanpa fikir panjang Ghanisha menyeret sepeda nya menuju sekolah biarlah bajunya kotor dan badan penuh luka dia harus tetap sekolah karena itu adalah amanah dari sang uma harus sampai ke sekolah dan Pulang ketika bell pulang sekolah sudah berbunyi
__ADS_1
🌴🌴🌴🌴
......TBC......