
Operasi Caesar..
•
•
•
segera dirinya berteriak histeris mbak Ute yang mendengar segera mendatangi mbak Ute menghampiri anisha dan berusaha menenangkan anisha sedangkan itu salah satu mbak Naik ke atas memanggil zahra
mendengar kakak tersayang nya mengalami kontraksi dan pecahnya air ketuban segera dirinya menelfon dokter kandungan kenalannya yang sering berkunjung ke kampus sembari berlari menuruni tangga
" Mbak suruh pak djarot siapkan mobil,, dan suruh pak totok kemari cepat mbak " teriakan zahra menggelegar seisi ruangan itu
zahra menghampiri anisha yang di pangku Oleh mbak Ute tak sengaja dirinya mendengar berita di televisi yang masih menyala itu
|| pesawat Xxx yang seharusnya membawa 50 orang dewasa dan 10 anak-anak dan 2 bayi itu tetapi pesawat itu hanya membawa 47 orang dewasa,10 Anak-anak,dan 2 bayi, itu di kabarkan telah jatuh dan pihak tim SAR nasional akan segera terjun untuk mencari korban ||
" Akhhhhh raaaaaa,, itu suami mbakkkkkk,, " teriak lirih anisha
kedatangan pak totok segera mengangkat anisha menuju mobil yang sudah di siapkan pak djarot sesuai perintah zahra
perjalanan menuju rumah sakit anisha yang terus menggerang kesakitan dan Mbak Ute yang setia mengelus perut nya sedangkan zahra memeluk anisha sambil mengucapkan kata-kata positif
perjalanan itu mendadak menjadi lambat membuat zahra berteriak kepada pak djarot untuk mempercepat laju mobil nya karena teriakan anisha
" pak lebih cepat!! "
sesampainya di depan rumah sakit dokter kandungan yang di telfon zahra tadi segera menghampiri dengan membawa brankar berjalan pak djarot segera meletakkan anisha di atas brankar itu
Para perawat segera mendorong brankar anisha itu masuk ke ruang UGD bersama dokter kandungan itu dan beberapa dokter lainnya
zahra,, mbak Ute,, dan pak djarot menunggu di depan ruang UGD itu dengan perasaan harap-harap cemas
" pak,, hubungi ayah sama bunda,, suruh ke sini,, handphone zahra ketinggalan di meja sofa "
" baik Non,, saya permisi "
Sepeninggalnya pak djarot zahra menangis memikirkan nasib kakaknya di dalam sana hanya mbak Ute lah orang yang mengerti mereka berdua sejak dulu
" mbakkk,, "
Mbak Ute segera memeluk zahra berusaha menenangkan padahal dirinya juga harap-harap cemas memikirkan nasib ibu dan anak itu
" semuanya akan baik-baik saja non,, percaya sama mbak,, kita berdo'a untuk keselamatan Non isha sama bayi nya "
zahra hanya menganguk dalam pelukan mbak Ute
Tak lama kemudian ayah dimas dah bunda lia yang sedang bertamu ke rumah besar mertua anisha segera meluncur ke rumah sakit Alexander karena rumah sakit itu yang paling dekat dengan komplek kediaman Ayah dimas dan bunda lia
Abi Rasyid dan umi fatma juga tak ketinggalan mereka juga ikut setelah ayah dimas mengatakan bahwa anisha mengalami kontraksi dan air ketuban nya sudah pecah
__ADS_1
melihat bunda lia datang zahra segera memeluk bunda lia dirinya merasa shok mendengar teriakan lirih anisha merasa kesakitan
" bundaaa,, hiks hiks "
" sayng apa kata dokter? "
zahra hanya menggeleng masih dalam pelukan bunda lia
" mbak Ute,, apa kata dokter? "
" Dokter belum keluar nyonya dari dalam,, "
Bunda lia, ayah dimas, abi Rasyid, dan umi fatma hanya menganguk dengan wajah harap-harap cemas
melihat zahra yang terlihat shok di dalam pelukan bunda lia umi fatma berjalan mendekati dan mengelus punggung zahra
" sayang,, do'a kan kakak kamu ya,, semoga dirinya juga bayinya sehat dan selamat,, semoga mereka bisa menjalani cobaan ini,, allah tidak akan memberi cobaan kepada hambanya jika hambanya tidak mampu untuk menjalaninya "
zahra melepas pelukannya dan menyeka air matanya sambil menganguk umi fatma dan bunda membawa zahra untuk duduk di kursi tunggu
" Nyonya saya pamit kembali ke rumah,, ingin memasakkan makanan untuk kalian di sini "
" iya mbak,, terimakasih karena ada mbak "
" Iya nyonya,, saya izin pulang bersama pak djarot "
" iya mbak,, sekali lagi terimakasih "
" suami Anisha? "
" kak Nana,, suami mbak Nisha sedang tidak berada di sinii, sekarang gimana mbak nisha kak? "
" zahra dan keluarga,, mengingat air ketuban nya sudah pecah kami harus segera mengambil tindakan dengan operasi Caesar karena di dalam pasien sudah pingsan, dan juga mengingat usia kandungan anisha masih menginjak 8 bulan "
dokter Nana terus menjelaskan tentang kondisi anisha saat ini dan hanya bunda lia, umi fatma, dan zahra yang mengerti pejelasan dokter itu
" kak,, lakukan tindakan yang terbaik untuk mbak Nisha,, zahra mohon selamat kan mbak Nisha " ucapan zahra sambil memgang lengan dokter cantik itu
" iya dok,, lakukan tindakan yang terbaik untuk anak dan cucu kami "
" baik,, sus tolong berikan surat nya dan minta tanda tangan dari suami atau orang tuanya "
" sini sus dimana yang harus saya tanda tangani? "
" di sini pak?? " Ayah dimas segera menandatangani selembar kertas itu dan menyerahkan kembali ke sang suster
" bapak bisa mengurus administrasi nya terlebih dahulu,, saya permisi "
" zahra ayah ngurus administrasi mbak mu dulu ya,, "
" iya yah,, "
__ADS_1
Ayah dimas segera berjalan menuju administrasi sedangkan bunda lia dan umi fatma tak bisa lagi berkata-kata setelah mendengar penjelasan dokter tadi
anisha dipindahkan ke ruang operasi saat dokter kenalan zahra itu hendak memasuki ruang operasi lengkap dengan pakaian yang berwarna hijau itu justru zahra mencegat nya
" Kak Nana,, zahra mohon selamat kan mbak Nisha "
" iya zahra,, kamu tenang aja,, kami tim dokter akan melakukan yang terbaik,, kalian juga jangan lupa meminta pertolongan kepada yang di atas sekarang aku permisi "
sekarang fikiran semua orang hanya tertuju kepada anisha dan bayinya yang sedang di dalam ruang operasi
" bang galle,, abang kemana bang? Abang tau nggak anak abang akan segera lahir kedunia ini,, cepatlah pulang kasian mbak Nisha berjuang sendirian di dalam sana " Batin zahra
Rya baru saja datang dengan perut yang sedikit sudah membuncit itu tak lupa dengan jas dokter nya karena dirinya sehabis dari rumah sakit asfaradzhi
" umi,, bagaimana kondisi anisha? "
" kak Rya,, "
Rya berjalan menghampiri zahra dan duduk di sebelah nya dirinya juga merasa lelah belum lagi dengan dirinya juga sedang hamil
" zahra,, gimana kondisi anisha sekarang? "
" mbak Nisha,, lagi menjalani operasi Caesar kak,, "
tak lama setelah lah setelah itu datanglah anggia dan radit mereka sedang memeriksakan Rayyan dan tak sengaja melihat keluarga anisha dan galih menunggu di depan ruang operasi dengan wajah harap-harap cemas tanpa pikir panjang mereka langsung menghampiri dua keluarga itu
" assalamu'alaikum,, umi abi,, kenapa kalian berada di sini? "
" ini lho dit,, anisha kontraksi dan sekarang lagi operasi Caesar "
" innalillahi,, semoga anisha selamat,, "
***
3 jam sudah berlalu dokter juga belum keluar dari ruang operasi itu membuat semuanya cemas tingkat dewi oncom
tak lama kemudian terdengar lah suara tangisan bayi dari dalam sana membuat semua orang merasakan bahagia dengan lahirnya anak dari anisha dan galih penerus keluarga mereka
setelah itu dokter Nana keluar dari ruang operasi itu dengan wajah penuh kelegaan dan bibirnya terus saja tersenyum dengan cantik
__________________________
BERSAMBUNG
#jangan jadi pembaca gelap kaliaaan
#dan jangan aku selalu mengingatkan untuk like n vote
Note :
secara teori risiko (kematian) pada persalinan Caesar lebih tinggi di bandingan per vaginam. risiko (kematian) pada persalinan Caesar lebih tinggi di sebabkan karena beberapa faktor, antara lain anestesi (pembisuan) dan jumlah darah yang keluar
__ADS_1
terimakasih...