Cinta Istri Sholehah

Cinta Istri Sholehah
S2-4


__ADS_3

keinginan anisha





🎋🎋🎋


" ummah, weekend nanti kita Barbeque an yuk, udah lama kan kita nggak Barbeque an " rengek Ghanisha sedari tadi gadis ini terus-terusan merengek pengen minta Barbeque an


" ya sudah weekend kita Barbeque di halaman samping " putus anisha, sudah tak tau lagi mau menolak dengan cara apa padahal dirinya tau bahwa sang suami dan juga dirinya akan berangkat ke ke jogja untuk mengunjungi sebuah cabang butik milik bunda lia dan umi fatma yang sudah di serahkan kepada keluarga kecil itu


" yeayyy, makasih ummah muachh, Nisha tinggal ke kamar dulu "


baru saja gadis itu hendak berdiri suara cempreng milik tetangganya sudah terdengar yang menandakan hujan


" ya Allah, nisha nisha bantu ummah nak, angkat jemuran di loteng cepetan sayang keburu ujan nanti "


" ah iya ummah siap " Ghanisha langsung berlari meninggalkan kakak dan kedua orang tuanya


" kakak " panggil anisha dengan senyum yang sangat cerah


" iya ummah? "


" besok tante anggi dan om Radit berkunjung ke rumah, uma mohon kakak pulang cepet ya dari resto "


" in sya allah uma, kakak usaha kan " ucap Ghaniyah


berarti kak Ayyan ikut juga dong, nggak nyangka akan bertemu secepat ini, padahal baru 3 hari lalu telfonan batin Ghaniya


" Rayyan tidak ikut kak, dia masih sibuk dengan S2 nya di Australia " ucap galih


" ah ap-apa abi? ah hahaha siapa yang nanyain kak Ayyan " Ghaniyah langsung salting seketika, salting? iyalah manusia mana yang nggak salting kalo orang yang kita fikirin di singgung apalagi ini yang nyinggung orang tuanya sendiri,


anisha dan galih tersenyum sambil geleng-geleng kepala karena melihat anak gadis nya salting ( salah tingkah)


" kakak suka ya sama Nak Rayyan? " tanya anisha dengan senyuman menggoda


" ah apaansi uma, udah bahas yang lain aja jangan bahas kak Ayyan lagi " kesal? ya merajuk? ya, itulah yang di rasakan oleh Ghaniyah saat itu


" ummah, hosh hosh, jemuran nya udah Nisha angkat "


" iya makasih ya sayang, sini duduk samping kakak mu nak "


tanpa babibu lagi Ghanisha langsung duduk di samping Ghaniyah lelah? tentu saja orang dia tadi lari-lari sambil naik tangga lagi

__ADS_1


" dek, kalo kakak nikah gimana? " tanya Anisha entahlah di lubuk hatinya terdalam ingin melihat putri sulung nya cepat menikah apalagi dengan putra sulung sahabatnya


" ya, Nikah aja ummah, emang kakak udah ada calon? " ummah menggeleng samar dengan senyum yang sedikit di paksakan galih langsung menggenggam tangan istrinya itu


" kakak " menengok ke samping melihat sang kakak yang saat ini tengah melamun


" kakak " kali ini Ghanisha menyenggol bahu Ghaniyah membuat gadis itu kaget


" iya, kenapa dek? "


" kakak mau nikah? "


" ya mau lah dek, siapa si yang nggak mau nikah, lagian kan kita hidup di dunia ini itu berpasang-pasangan " jawab Ghaniya setelah terdiam beberapa saat


" ooohh, ummah, abi, adek ke kamar dulu ada tugas sekolah " pamit Ghanisha dan langsung menaiki tangga


" kakak juga ya uma, udah ngantuk " Ghaniyah pun sama ikut-ikutan masuk kamar dan meninggalkan kedua orang tuanya di sana


" ikut aku ke kamar " ucap galih dan langsung berjalan menuju kamar mereka sedangkan anisha hanya mengekor


" duduk, aku pengen ngomong " anisha menurut dan langsung duduk di kasur sedangkan galih duduk di sofa


" apa maksudnya kamu ngomong kayak gitu tadi ke anak-anak? "


" mas, aku pengen lihat Ghaniyah menikah mas, dan menjodohkannya dengan Rayyan putranya anggi sama radit "


" emang kamu nggak mau liat Ghaniyah nikah mas? umur kita tu udah tua loh mas, dan juga menurut aku umur Ghaniyah juga udah cukup untuk menikah "


" bukannya aku nggak mau lihat putri ku menikah nish, tapi... " galih berjalan mendekati kaca dingin itu dan membelai nya dengan telapak tangannya


" tapi apa mas, aku yakin Rayyan, anggi dan radit pasti setuju dengan keinginan aku " anisha berjalan ke arah galih dan menggengam tangan suaminya itu


" udahlah nish, buang jauh-jauh keinginan kamu untuk menjodohkan Niyah dengan Rayyan "


" kenapa mas? kamu nggak setuju? "


" bukannya aku nggak setuju nish bukan, tapi.. "


" tapi apa lagi mas, dari tadi kamu ngomong tapi.. tapi.. terus aku nggak faham maksud kamu tuh apa "


" udahlah tidur sekarang, besok aku ada rapat "


galih langsung masuk kedalam selimut dan mematikan lampu kamar meninggalkan anisha yang terdiam berdiri di sana


" apaansi mas " gumamnya


***

__ADS_1


di kamar Ghanisha gadis itu sedang memandangi kotak obat P3K di tangannya entah kenapa wajah laki-laki yang menyerahkan kotak obat itu selalu terngiang-ngiang di fikiran nya


" Rayyan, apa benar ini namanya? apa dia orang yang sama dengan anaknya tante Anggi? "


" ah nggak mungkin lah, kan kata uma anaknya tante Anggi itu lagi di luar negeri "


" aaaahh kenapa kenapa wajah itu selalu ada di otak sempit ku ini sih!! "


" ayo dong keluar, otak ku sudah di penuhi dengan materi sekolah ini sekarang di tambah lagi dengan wajah tampan mu itu "


tak tahan dengan wajah laki-laki itu Ghanisha memilih untuk kekamar mandi, sikat gigi, cuci muka, cuci tangan, cuci kaki, dan ambil Wudhu setelah itu pergi ke tempat tidur dan tidur hahaha


***


di waktu yang sama tapi di ruangan yang berbeda Ghaniyah saat ini tengah menerima telfon dari orang yang selalu di rindukan nya tidak tau orang itu merindukannya juga ataukah tidak tetapi yang pasti dia sangat merindukan nya


" besok kata uma, tante Anggi dan om Radit berkunjung ke rumah kak " /Ghaniyah


" iya tau kok, tadi mama udah telfon bilangnya kayak gitu " /Rayyan


" kakak sekarang sibuk dengan apa di kampus? " /Ghaniyah


" lagi sibuk skripsi si, tapi udah selesai tinggal di serahin aja ke dosennya " /Rayyan


" semoga lulus ya kak " /Ghaniyah


" aminn, terimakasih do'a nya An " /Rayyan


" sama-sama Kak, oh iya udah malem banget nih, aku tutup ya kak " /Ghaniyah


" oke, good night my beautiful friend " /Rayyan


" hahahaha, good night my handsome friend " /Ghaniyah


Tutt


🌴🌴🌴🌴


ini awal dari segalanya


awal dari keretakan sebuah hubungan ikatan darah kakak dan adik


akankah kentalnya sebuah ikatan darah bisa mencegah keretakan itu?


ataukah ego yang justru membuat nya retak bahkan bisa mempecahkan hubungan itu?


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2