Cinta Istri Sholehah

Cinta Istri Sholehah
S2-2


__ADS_3

Ummah





🎋🎋🎋🎋


Ghanisha sudah pulang dari sekolah nya dan dia sekarang duduk di balkon kamar nya sambil menikmati angin alam yang sejuk di sore hari


tak lama terdengar ketukan pintu sambil berteriak Ghanisha memperbolehkan orang itu untuk masik paling juga kakak atau uma nya


" sayang " sebuah panggilan yang mampu membuat Ghanisha membuka matanya yang terpejam dan duduk dengan benar di ayunan nya itu


" ummah "


" sayang, ummah boleh bicara? " Ghanisha hanya menganguk tanda mempersilahkan uma nya berbicara


" sayang, tadi wali kelas kamu telfon ummah " perkataan ummah nya mampu membuat Ghanisha menoleh dengan raut wajah was was


" kata bu Patmi, tadi kamu ke sekolah terlambat, dan seragam kamu juga kotor, apakah benar? " Ghanisha lagi-lagi menganguk membenarkan perkataan uma nya


ummah nya mengusap rambut hitam panjang sebahu Ghanisha dan kembali melontarkan pertanyaan dengan sabar


" bisa kamu jelaskan kenapa kamu bisa ke sekolah terlambat, dan kenapa seragam kamu kotor sayang? " Ghanisha mengangguk menyanggupi permintaan sang ummah


" ayo, sekarang ummah mau dengar penjelasan dari kamu sayang "


" tadi pagi Ghanisha terlambat bangun ummah, terus pas Ghanisha bangun udah jam 06 : 00, karena takut terlambat dan di hukum di sekolah, Ghanisha bersepeda sangat laju ummah, dan juga tidak fokus karena Ghanisha terus-terusan melihat jam, tanpa di sengaja sebuah mobil menyenggol ban belakang sepeda, dan Ghanisha terjatuh ke genangan air sepeda juga menindih badan Ghanisha ummah "


" jadi karena kejadian yang tidak di sengaja itu kamu terlambat dan seragam juga kotor? " tanya ummah dengan sangat lembut dia tidak ingin anaknya merasa takut untuk terbuka dengannya sehingga memilih untuk lebih tertutup


" iya ummah, maaf ya ummah, pasti uma sangat sangat malu dengan kejadian tadi di sekolah, sampai-sampai ibu Patmi menelfon ummah tadi "

__ADS_1


" kalau kamu tau kejadian itu membuat uma malu, kenapa kamu tetap sekolah dan tidak pulang ke rumah? " tanya ummah dengan senyuman tipis di wajah cantiknya


" karena, Ghanisha tidak ingin mengecewakan ummah, karena ummah sudah memberi amanah untuk sekolah dan pulang jika bell sudah berbunyi "


ummah tersenyum dengan sangat lebar sambil mengusap kepala anaknya ada perasaan bangga karena sudah mengajarkan pentingnya menjaga sebuah amanah


karena ummah tak lagi memberikan pertanyaan Ghanisha semakin was was takut akan di marahi padahal dia tau betul bagaimana sifat dan prinsip-prinsip uma nya


" sayang, apakah orang yang sudah menyenggol sepeda kamu bertanggung jawab? " Ghanisha menganguk dengan jari-jari yang bertaut


melirik ke arah jari-jari anaknya uma mengambil dan mengenggam tangan anaknya lembut


" dia bertanggung jawab dalam bentuk apa nak? "


" dia memberikan kotak obat P3K dan juga sejumlah uang untuk memperbaiki sepeda ummah "


ummah menganguk " nak, sebetulnya itu bukan kesalahan orang itu sepenuhnya sayang, kamu juga salah, karena bersepeda dengan laju dan juga terus melihat jam "


" iya ummah, Ghanisha juga sudah bilang begitu tetapi orang itu memaksa memberikan uang itu dan langsung pergi, tapi Ghanisha belum menggunakan uang itu kok ummah, "


" iya ummah, makanya Ghanisha tidak membawanya ke bengkel "


" orang itu ganti rugi memberikan uang ke kamu jumlah nya berapa nak? "


" banyak ummah, banyak banget "


" banyak nya berapa sayang? " uma tersenyum gemas kepada Ghanisha


" 500 ribu uma, banyak banget kan ma? padahal Ghanisha sudah bilang ini kebanyakan tapi orang itu tetap maksa "


" kenapa wajah kamu seperti ketakutan seperti itu nak? kenapa sayang? "


" uang nya banyak banget, Ghanisha takut pegang nya ummah "


ummah tersenyum dia faham dengan ketakutan yang di hadapi Ghanisha saat ini karena sejak kecil ummah dan aba tidak pernah memberikan uang yang banyak kepada anak-anak nya, jadi untuk pertama kali nya ghanisha memegang uang sebanyak itu wajar jika di mengalami kegundahan

__ADS_1


" ummah, uang nya uma aja ya yang simpan "


" kenapa sayang? itu uang buat kamu, buat perbaiki sepeda dan sisanya untuk kamu nak, kamu simpen aja siapa tau suatu saat nanti kamu butuh sayang "


" baiklah ummah, terimakasih ummah tidak memarahi Nisha "


" untuk apa ummah memarahi kamu nak? kamu emangnya punya salah apa sama ummah? atau kamu sudah melakukan hal-hal yang ummah sama abi larang buat kamu lakukan? "


" tidak ummah "


" terus? "


" wajar kan ummah kalau Nisha takut, karena tadi kan Nisha terlambat ke sekolah dan juga seragam kotor, dan Nisha sudah buat ummah malu, Nisha takut ummah memarahi Nisha karena malu "


" anakku sayang, ketakutan kamu itu terlalu berlebihan, ummah tidak akan marah jika kamu melakukan hal-hal yang tidak di sengaja, tetapi ummah akan marah kalau kamu melanggar semua larangan ummah sama abi, kamu faham sayang? "


Ghanisha tersenyum dan mengangguk dan langsung memeluk tubuh ummah nya, jujur dia selalu mendapatkan kasih sayang dari ummah, abi, dan juga kakaknya dan walau dia tahu sifat dan prinsip-prinsip ummah nya tetap dia merasa takut wajarkan kalau seorang wanita mengalami rasa takut? ya wajar lah kan wanita makhluk tuhan yang rapuh


" udah ya nak pelukan nya, ummah harus masak buat abi, bentar lagi abi pulang dari kantor "


" iya ummah, Nisha sayang ummah "


" ummah juga sayang Nisha, bantuin ummah masak yuk nak "


" ayuk ummah, Nisha ganti pakaian dulu ya "


" iya sayang, ummah tunggu ya "


ummah keluar dari kamar meninggalkan Ghanisha yang masih setia duduk di ayunan nya sambil melihat pemandangan di depan matanya


" syukur deh, kalo ummah nggak marah, tapi nih duit di apain? nggak banget deh kalo di pake, tadi kata ummah di simpen aja nanti kalo sewaktu-waktu aku butuh bisa berguna ni duit, ya udah aku simpen aja deh, itung-itung rezeki, kan rezeki nggak boleh ditolak, hahahaha "


Ghanisha mengambil rok plisket warna hitam dan baju lengan panjang juga jilbab instan setelah selesai gadis itu langsung keluar dari kamar nya dan menuju dapur guna membantu sang ummah tercinta


🌴🌴🌴🌴

__ADS_1


...TBC ...


__ADS_2