
Pagi yang indah tapi tidak seindah dengan wajah anisha sedari kemarin gadis itu selalu saja berwajah murung
" zahra kamu panggil mbakmu biar kita antar sama-sama ke bandara dia.. "
" iya bund. sebentar ya "
zahra berjalan ke arah kamar anisha yang sedari belum juga terbuka
tok.. tok.. tok..
" mbak ini zahra.. apakah boleh masuk? "
" masuk saja ra.. "
ceklek
" mbak uda siap belum? ayok kalo udah siap nanti mbak ketinggalan pesawat lagi "
" iya ra mbak udah siap kok.. ayok "
***
" udah siap nish? "
" udah bund.. ayok "
" ayok "
" sini tas kamu nish.. biar ayah taruh di belakang "
" iya yah nih.. "
di tengah kesibukan keluarga kecil anisha yang hendak berangkat suci lewat dan memanggil zahra
" zahra " zahra menoleh ke arah suci " eh suci ada apa? " suci melihat koper anisha di masukkan ke dalam mobil " ka nisha kemana? "
" mbak nisha balik lah ci.. ke kairo dua tahun lagi lo "
" kamu lupa ya ra.. "
" lupa apa ci "
" kamu nggak dateng kemarin malam ke masjid tau nggak pak Rt udah nunggu loh "
" astaghfirullah maaf ya ci.. aku lupa maaf ya "
" lupa apa ra? "
" itu lo kak nisha kan zahra udah janji sama suci entar dateng ke masjid mengikuti kegiatan remaja masjid untuk menyiapkan acara besok malam eh dia nggak ingat.. padahal aku udah wanti-wanti mbak buat ajak mbak.. "
" acara apa ci? "
" untuk acara ceramah dari kak Ega kak buat semua yang ada di kompleks ini "
" Ega siapa ci? "
" kak Ega kak nisha.. dia itu baru enam bulan yang lalu selesai studi nya di turki.. anaknya pak harto "
" maksud kamu kak Ega kakaknya ane? "
" iya ra.. emang siapa lagi? "
" yang gans itu kan? "
" iya ra.. "
" acaranya besok malam kan? "
" di undur ra.. jadi malam selasa acaranya "
" wht.. okay malam ini aku akan dateng ke masjid dan akan buatkan konsepnya oke "
" awas kamu ra nggak dateng yang kena omel aku sama kak rian sama pak Rt "
" iya-iya aku janji pokoknya entar malam tunggu aja oke "
__ADS_1
" ya sudah suci.. kita berangkat ya.. takut ketinggalan pesawat nanti "
" iya kak nisha. fighting studi "
" terimakasih suci assalamu'alaikum "
" waalaikumsalam "
***
di dalam mobil
Handphone anisha terus saja berbunyi tetapi sama sekali tidak ia gubris karena ia tau yang menelfon adalah sang calon suami
drttt drttt drttt
" aduh mbak angkat dong telfon nya siapa tau penting itu bunyi terus dari tadi pengeng telinga aku denger musik itu-itu aja "
" biarin aja ra.. nggak penting juga "
" dari mana mbak tau kalau itu nggak penting.. dari tadi bunyi terus pasti penting itu gih angkat "
" ya ampun zahra kamu ini bisa diem nggak sih.. dari tadi nyerocos nya nggak berenti-berenti pengeng telinga ku tau nggak dengar ocehan absurd mu itu "
" kalo mbak mau zahra diem makanya di angkat dong "
" iya-iya bawel "
anisha melihat layar di handphone nya ternyata benar dugaan nya yang menelfon berkali-kali tadi adalah Galih sang calon suami
ngapain lagi ini Nelfon-nelfon bikin ancur mood aku aja batinnya
**panggilan terhubung
Anisha** : assalamu'alaikum apa! ( judes)
Galih : waalaikumsalam sayang.. kok ngomong nya kek gitu ( bingung)
Anisha : biarin aja.. apaan buru kenapa kamu nelfon terus ( masih judes)
Anisha : pikir aja sendiri nggak usah nanya-nanya
Galih : aku nggak tau kamu kenapa? ya jelas lah aku nanya.. biar aku tau salah aku itu apa.. biar aku bisa perbaiki kesalahan itu sayang
Anisha : lama kamu mah.. aku tutup ya.. assalamu'alaikum
Galih : eh sa.. tutt
panggilan terputus
" astaghfirullah hal adzim anisha kenapa ya? lagi dapet kali ya "
" mbak siapa yang nelfon "
" udah mbak bilang nggak penting.. "
" kak galle ya " bisik zahra
" hmm " zahra menganguk mengerti
" siapa nish? "
" bukan siapa-siapa bund.. telfon nyasar "
" oohh "
***
Di Bandara
anisha turun dari mobilnya ayah dimas menurunkan koper anisha
mereka masuk ke dalam bandara dan menunggu operator menyebutkan pesawat yang Anisha tumpangi hari ini
" yah di mana ya kira-kira keluarga fatma dan Rasyid "
__ADS_1
" nggak tau nih bund.. ayah telfon dulu ya "
ayah dimas menelfon Abi Rasyid dan bunda duduk di dekat anisha dan zahra
" nish.. kamu hati-hati ya di sana.. jaga makanan kamu ya.. "
" iya bund.. kayaknya nisha.. mau tinggal di rumah paman aja deh.. selama dua tahun ini "
" kenapa sayang.. "
" nggak papa kok bund... "
" kan jauh sayang kampus kamu dengan rumahnya paman "
" nggak papa lah bund.. nisha kangen sama paman dan bibi.. juga dua twins "
" ya sudah lah senyaman kamu saja nish.. "
" makasih bund.. "
tak lama datanglah rombongan keluarga asfaradzhi menghampiri anisha, zahra, dan bunda lia
" assalamu'alaikum nisha "
" waalaikumsalam umi.. "
anisha mengecup punggung tangan umi fatma dan abi Rasyid
anisha tak melihat Galih datang bersama keluarga asfaradzhi tetapi dia tidak ingin bertanya karena dia tidak ingin melihat wajah sang calon suami
" nisha.. kamu nggak tanya galle kemana gitu.. jadi nggak kesini " Goda Rya
anisha tersenyum " nggak kak.. galle pasti sibuk kan? sekarang ini pasti dia sedang berada di ruang kantor nya " tolak anisha halus
" kamu tau nish galle akan menjadi CEO di perusahaan abi yang di jakarta? "
" iya kak.. galle sendiri yang bilang "
" alhamdulillah bagus kalo kamu sudah tau.. "
tak lama suara operator menyebutkan pesawat yang akan di tumpangi oleh anisha gadis itu dengan segera berpamitan dengan kedua keluarga dan segera pergi anisha menghilang di balik kerumunan orang-orang
" anisha!! " teriak Galih sebelum anisha menghilang dari kerumunan orang-orang sebenarnya anisha mendengar suara Galih tetapi dia tetap terus berjalan berusaha menghindari untuk bertemu dengan Galih
" galle.. kamu kok telat si.. anisha udah mau berangkat tuh "
Galih langsung berlari mengejar anisha yang sudah menghilang di balik kerumunan orang-orang
saat anisha tengah di periksa oleh keamanan Bandara Galih langsung memegang tangan anisha
" Anisha.. huh.. huh.. huh.. " anisha berbalik menghadap Galih dia langsung melepas tangan nya
" maaf galle pesawat ku sudah hendak berangkat assalamu'alaikum "
" nish.. sebentar saja ya.. "
" maaf galle.. pesawat ku sudah hendak berangkat assalamu'alaikum.. kita bicara nanti "
" waalaikumsalam.. tapi nish.. "
anisha tidak mendengarkan Galih dia langsung berlari masuk menuju pesawat nya
Galih nampak frustasi menghadapi sikap anisha yang kembali dingin dengannya
" kamu kenapa sih nish "
***
di dalam pesawat
pesawat yang anisha tumpangi sudah take off kini gadis itu tengah menatap ke luar jendela
maafin aku galle.. batinnya
---------------------
__ADS_1
Bersambung