
di meja yang sama dua orang berbeda jenis kelamin itu masih saling diam tampak terjadi kecanggungan antara keduanya
zahra yang masih berusaha memfokuskan matanya ke arah ponselnya itu supaya tak menatap laki-laki di hadapannya saat ini karena dia tak mau di antara mereka terjadinya zina mata
sedangkan Daniel laki-laki itu tampak asik menatap zahra yang masih menundukkan kepala nya itu dia tersenyum tipis sangat tipis sehingga orang-orang di sekitar nya tak menyadari jika dia sedang tersenyum
merasa bosan mendapati zahra terus saja menunduk Daniel akhirnya berinisiatif untuk membuka obrolan antara keduanya
aku harus mencari topik yang menarik perhatian zahra supaya dia mau bicara lebih lama dengan ku batin nya
" zahra "
zahra yang merasa namanya di panggil akhirnya menengadah kan kepalanya menatap lurus ke depan ke arah laki-laki yang memanggilnya itu
" ya kak? "
" kenapa kau diam saja? "
" ouch.. hahaha.. ini.. dosen ku mengirim beberapa email untuk ku kak "
ya Allah maafkan hamba kali ini hamba terpaksa harus berbohong kepada seseorang untuk menghindari larangan mu batin nya
" email? "
email apa yang membuat nya sedari tadi mengabaikan aku batin nya
" iya kak email.. hahahaha "
" Mmm.. kau kuliah? "
" iya kak aku kuliah "
" kau mengambil jurusan apa? "
" aku mengambil jurusan kedokteran kak "
" kenapa kau mengambil jurusan kedokteran? "
" sedikit tertarik dengan dunia para dokter hahaha "
" apa yang membuatmu tertarik dengan dunia para dokter? "
" ammmm.. tunggu dulu.. kakak seperti wartawan saja hahah "
__ADS_1
" kenapa? memangnya keliatan nya jiwa-jiwa wartawan terhadap diri ku? "
" kayaknya iya si.. hahaha.. abisnya kakak nanya terus kek wartawan aja "
" hahaha... owh iya ra.. kamu udah punya pacar? "
zahra tertegun mendengar pertanyaan yang baru saja di lontarkan oleh seorang Daniel Padilla clayten
belum sempat zahra menjawab seorang Emsi acara sudah ada yang memanggilnya dan menyuruh nya untuk naik ke atas panggung
" silahkan Nona zahra adik dari mempelai wanita kita hari ini.. kami harap anda mau menyanyikan satu atau dua lagu untuk kami di sini "
zahra menoleh ke atas panggung terlihat Emsi sedang memegang microphone di tangan nya
zahra hanya tersenyum dan menolaknya secara halus karena memang saat ini dia sedang tidak mood untuk bernyanyi
Daniel yang mendapati zahra masih setia dengan duduknya dan hanya tersenyum sambil menolak ajakan Emsi segera berdiri dan meraih pergelangan tangan zahra
menuntun nya menaiki panggung tempat emsi tadi memanggilnya untuk menyanyikan beberapa lagu untuk para tamu
zahra sangat terkejut karena pergelangan tangan nya di cekal oleh Daniel sambil berjalan menaiki panggung
" wow kali ini Nona zahra tidak sendirian untuk menyanyikan kita beberapa lagu teman-teman.. kali ini Nona zahra datang bersama seorang laki-laki tampan untuk menyanyikan kita beberapa lagu hari ini.. mari tepuk tangannya teman-teman "
suara tepukan tangan terdengar riuh di dalam gedung resepsi anisha dan Galih zahra tan dapat berkata lagi dia mengambil microphone sambil tersenyum dia juga bingung lagu apa kira-kira yang bisa dia nyanyikan bersama Daniel laki-laki yang baru dia kenal dari ayah nya tadi
bunda lia langsung menghampiri suaminya yang saat ini juga sedang tercengang menatap keatas panggung
" ayah "
ayah dimas menoleh ke arah sangat istri sambil tersenyum dia mengelus punggung tangan istri nya itu dia mengangguk pelan menandakan bahwa semua nya akan baik-baik saja
mendapati suaminya tampak tenang dan senang langsung menghela nafas pelan rasa takut yang tadi menyerang nya seketika menghilang begitu saja
" iya yah.. bunda ke temen-temen dulu "
ayah dimas hanya menganguk menanggapi ucapan sangat istri dia kembali menatap ke atas panggung bergantian dengan menatap kedua pengantin hari ini yang nampak asik bercanda ria dia atas pelaminan nya
secepat itu kah waktu berjalan? batinnya
ayah dimas hanya mampu membatin sambil menyeka air mata di ujung matanya yang sedikit demi sedikit keluar dari tempat nya berada
abi Rasyid hanya bisa menghela nafas pelan sambil menatap ke arah sahabatnya itu
__ADS_1
waktu memang berjalan sangat cepat dim.. sampai-sampai kita tak menyadari nya batin abi Rasyid
* kita kembali ke atas panggung
" baiklah saya akan membawakan beberapa lagu untuk para tamu yang hadir hari ini sebagai ucapan terimakasih saya karena telah menyempatkan waktu kalian untuk menghadiri acara resepsi pernikahan kakak tertua saya "
ucap zahra sambil tersenyum menatap hamparan segerombolan orang-orang yang menghadiri acara resepsi pernikahan anisha dan Galih
" tapi Nona zahra kami menginginkan anda bernyanyi duet bersama laki-laki anda Nona "
tatapan mata zahra menoleh ke arah Emsi dan beralih menatap Daniel di samping nya dia sedikit tergelitik mendengar ucapan sang Emsi mengenai kata laki-laki anda apakah maksud ucapan sang emsi itu adalah Daniel adalah laki-laki nya atau bisa di bilang mereka sudah menjalin hubungan yang lebih?
sedangkan Daniel hanya tersenyum sangat-sangat tipis kala mendengar ucapan sang emsi kalau dia adalah laki-laki nya zahra
ucapan mu itu akan segera ku kabulkan tuan batinnya sambil tersenyum tipis
merasa di tatap seseorang Daniel menoleh ke arah zahra yang tengah menatap nya sambil menengadah kan Kepala nya karena ukuran badan Daniel dengan ukuran badannya sangat berbeda jauh
Daniel lebih tinggi sedangkan dia bisa di bilang pendek untuk ukuran laki-laki seperti Daniel saat ini
mereka saling menatap satu sama lain tak menyadari bahwa mereka sedang menjadi pusat perhatian seluruh orang di dalam gedung tersebut
mendapati keduanya hanya saling memandang emsi itu akhirnya buka suara juga
" baiklah hari ini mereka akan bernyanyi dengan berduet dengan lagu dari Ibu Ikke Nurjanah yang berjudul memandang mu "
zahra dan Daniel tersadar dari tatapan zina mata mereka kala mendengar suara emsi menggelegarkan gedung itu
zahra gelapan dia tak menyangka bahwa sang emsi itu memberikan judul lagu pilihan nya sendiri
zahra kemudian menatap ke arah Daniel sambil menaikkan alisnya memberi kode dengan arti ' bisa kah kau menyanyikan lagu itu? '
Daniel tersenyum tipis dan mendekat ke arah zahra laki-laki itu kemudian berbisik tepat di wajah gadis itu
" kau tenang saja aku bisa melakukan apapun untukmu "
hembusan nafas hangat dari hidung daniel menyapu halus bibir mungil zahra saat itu
tanpa sadar zahra malah menjawab bisikan Daniel dengan bisikan lagi
" benarkah? kau bisa melukakan apapun untukku kak? "
Bersambung
__ADS_1
lanjut besok gaesss.. janjii deh besok up nya banyak Oke mohon bersabar para readers CIS kemarin author nya lagi sibuk ulangan makanya novelnya terdampar begitu saja
mohon bersabar segalanya butuh proses💐