
" lah emang ente kenapa kalo ana nikah sekarang Lih? " heran Radit
" iyalah kalo ente nikah sekarang kan kasian ana kalo di kamar sendirian..😆 " Canda Galih
" Astaghfirullah ente ini.. ana kira kenapa haha😆" ucap Radit mereka tertawa bersama
setelah pembicaraan absurd mereka pesawat mereka lepas landas tepat di bandara internasional Kairo (IATA: CAI, ICAO: HECA) (Maṭār al-Qāhirah al-Duwaliyy)
penumpang di arahkan untuk keluar dari pesawat dengan bergiliran saat anisha akan berjalan dia tersandung sesuatu dan hampir terjatuh tetapi dengan sigap lelaki yang di belakang anisha menangkap tubuh anisha
mereka saling pandang dalam diam beberapa detik kemudian mereka tersadar dan mengalihkan pandangan mereka
" astaghfirullah kamu " ucap mereka bersamaan
" kamu ngapain di sini? " tanya Galih
" udah ah ayo nggi kita keluar sumpek liat dia " ucap anisha sambil menunjuk wajah Galih
" eh iya nish.. oh ya terimakasih ya " ucap Anggia kepada Galih
" hmm iya sama-sama " ucap Galih
mereka sudah keluar dari dalam pesawat sekarang anisha dan Anggia sedang menunggu koper mereka dengan wajah anisha yang di tekuk
" Nish.. kamu kenal dengan orang yang menangkap mu tadi di pesawat? " tanya Anggia
" nanti ya aku jelasin sekarang aku masih nunggu koper ku.. " ucap anisha Anggia hanya menganguk
" oh okay.. nish sebentar aku ambil koper ku dulu oh iya koper mu warna apa biar sekalian aja kamu nunggu di sini aja okay " ucap Anggia
" oh terimakasih banyak nggi... oh iya koper ku warna hitam ada kok namaku di sana " ucap anisha
" okay sebentar " ucap Anggia dan berlalu pergi
tak lama kemudian Anggia kembali dengan dua koper besar di tangannya
" Nish bener nggak ini koper mu? " tanya Anggia
" Mmmm kayaknya bener deh soalnya ni nama ku " jawab anisha
" oh okay langsung yuk kita berangkat.. oh iya kamu tidur di mana disini nish? " tanya Anggia
" Di apartemen Prime Residence New Cairo " jawab anisha
__ADS_1
" wah benar kah kebetulan apartemen ku juga di sana " ucap Anggia
" kayaknya kita penuh dengan kebetulan nggi.. hahaha " celetuk Anisha mereka tertawa bersama
" ya udah yuk paman ku sudah menjemput kamu ikut aku saja nggi " ucap anisha
" ah wah kebetulan aku nggak ada yang jemput.. haha" ucap Anggia
" ya udah yuk " ucap anisha
tak lama mereka berjalan anisha melihat seorang laki-laki paru baya tinggi tengah menatap nya dengan senyum bersama seorang wanita paru baya yang berdiri di samping laki-laki itu dan jangan lupa ada dua anak kembar beda jenis kelamin tersebut tengah duduk
" Paman " gumam anisha dan langsung berlari memeluk adik dari bundanya itu Anggia mengikuti anisha dari belakang dan menghampiri ke empat manusia tersebut
" wah ponakan ku sudah besar sekarang ya " ucap Paman anisha setelah anisha melepaskan pelukannya
" ya dong paman.. paman tau sekarang aku akan melanjutkan studi di sini " celetuk anisha
" hahahaha wah benarkah.. " ucap paman anisha pura-pura terkejut
" hmm " ucap anisha
" hey kau ini bicara terus dengannya peluklah bibimu ini.. " ucap bibi anisha
anisha melepaskan pelukannya dan menatap kedua anak kembar yang lucu dan imut tengah menatapnya dengan tampang polos
" hay kembar " ucap anisha sambil berjongkok di hadapan kedua anak kembar itu
" Mmm mbak nisha " ucap Arsya juliana dengan tampang polosnya
" hey kau kenal dengan dia? " tanya Arsyad juliandi menatap adik perempuan nya
" hmm ya abang dia mbak nisha.. mbak cantik yang pernah ku ceritakan bangb" jawab Arsya kepada Arsyad
maklum saja Arsyad tidak begitu mengenali anisha karena dia memang jarang kembali ke tanah air sedangkan Arsya dia sering ikut dengan paman anisha untuk ke tanah air dalam perjalanan bisnisnya dan jika paman anisha ingin bekerja di tanah air Arsya di titip kan kepada ayah dan bunda anisha selama paman anisha bekerja
Arsyad tidak ikut di karenakan dia tidak menyukai bepergian jauh apalagi menaiki pesawat dia sangat malas
" hahaha cuma Arsya yang mengenali mbak nisha ya.. Arsyad pasti tidak ingat atau bahkan sudah melupakan mbak cantik ini ya " ucap Anisha sambil merengut dengan tangan bersikap di dadanya
"maafkan aku mbak cantik.. aku bukannya melupakan mu tetapi aku memang baru melihat wajah mu.. aku hanya mendengar tentang mu dari adikku saja.. melihat fotomu saja aku tidak pernah karena tidak di perbolehkan olehnya " ucap Arsyad menunjuk Arsya
" kenapa sya kamu tidak memperbolehkan Arsyad melihat fotoku? " tanya anisha
__ADS_1
" karena kata abi kalo melihat foto wanita yang bukan mahramnya akan terjadi zina mata dan aku tidak mau abangku berzina dengan melihat fotomu saja " jelas Arsya paman dan bibi Anisha yang mendengar itu sontak tertawa karena kedua anaknya yang masih polos itu
" oh ya nish.. siapa gadis ini yang bersamamu ini? " tanya bibi anisha
" ooh perkenalkan bi paman dia Anggia kami baru bertemu di pesawat tadi " ucap anisha
" assalamu'alaikum bibi paman saya Anggia.. " ucap anggia sambil menyalami bibi anisha sedangkan dengan paman anisha dia hanya mengangguk sambil tersenyum
" baiklah nak mari kita berangkat sekarang saja ayahmu sudah menelfon paman dan memberi tahu kemana paman harus mengantarmu " ucap paman anisha
" iya paman mari.. ayo nggi " ucap anisha
" iya " ucap Anggia
***
sedangkan Galih di dalam kamar apartemen nya bersama dengan Radit sedang bercengkrama mengenai Radit yang di jodohkan oleh papa dan mama nya
" jadi gimana lih menurut ente.. ana harus terima kagak perjodohan enih " ucap Radit
" ya terserah ante dit.. kan ente yang menjalankan bahtera rumah tangga nya bukan ana " ucap Galih
" kalo ente merasa udah Srekk banget dengan calon bini ente yang di jodohin sama ente ya Terima saja lah.. " sambung Galih
" ya begitu ya lih.. " ucap Radit
" iya begitu " ledek Galih
" tapi masalah nya ana belum ketemu sama calon bini ana lih.. makanya ana bingung " ucap Radit
" udah ah dit.. dari pada ente kayak gini bumerang sendiri dengan keputusan ente.. coba ente sholat tahajjud minta petunjuk dari allah.. ana yakin dah Allah akan jawab dit.. ingat jika kalian berjodoh maka Allah akan menyatukan kalian dan jika kalian tidak berjodoh maka Allah akan memisahkan kalian.. " ucap Galih
" udah lih ana udah sholat tahajjud tapi belum ada tanda-tanda bahwa Allah jawab do'a ana lih " ucap Radit
" ente udah berapa kali Sholat tahajjud nya? " tanya Galih
" udah sekitar dua kali lih " jawab Radit
" Sering-sering lah sholat tahajud dit.. minta petunjuk nya dan satu lagi jangan patah semangat untuk terus meminta petunjuk pada Allah dit.. Allah hanya mau menguji hambanya yang beriman kepada nya dit.. setinggi apa hambanya beriman kepadnya dit..nanti juga ente di beri petunjuk dit. seperti ente.. di jodohin tetapi ente sendiri belum pernah liat tu gadisnya kan.. nah seperti itulah kira-kira dit.. ente faham " jelas Galih
" faham lih " ucap Radit
----------------
__ADS_1
BERSAMBUNG