Cinta Istri Sholehah

Cinta Istri Sholehah
Epson 54


__ADS_3

Di dalam mobil


anisha yang masih tak mengerti apa yang terjadi dengan Galih yang membawa mobilnya dengan cepat semakin bingung


" galle kau kenapa!! hentikan mobilnya!! " tetapi Galih seakan tidak mendengar apa yang anisha teriakan dia semakin cepat cepat dan cepat membawa mobilnya


anisha semakin takut dia merasakan pusing di kepalanya karena Galih menjalankan mobilnya dengan cepat


" astaghfirullah hal adzim.. galle kau kenapa!? " lagi - lagi Galih mengabaikan anisha


Galih membawa mobilnya ke jalan hutan mobil mereka masuk dan melewati jalan terjal


tak lama sampai lah mereka di sebuah gubuk di dalam hutan tersebut anisha menoleh ke arah Galih yang masih tak bicara apa-apa


" galle ini di mana? aku mau pulang galle aku takut " anisha bicara sangat lembut meskipun dia merasakan ketakutan yang amat sangat


Galih tak menjawab apa-apa dia keluar dari mobil nya dan berjalan masuk ke arah gubuk tersebut


" ya Allah apa ini.. galle mengapa dia membawa ku kemari? ya Allah hamba sangat takut "


" dari pada aku sendirian di mobil lebih baik aku nyusul galle aja deh.. Bismillah "


anisha keluar dari mobil kanan dan kiri hanya hutan lebat anisha bisa memastikan bahwa mereka sekarang ini sedang berada di tengah hutan


dengan segera anisha menyusul Galih masuk ke dalam gubuk itu


" assalamu'alaikum " anisha mengucapkan salam dengan suara gemetar karena ketakutan tengah menyelimuti dirinya


" galle.. galle.. kau di mana.. " teriak anisha


" aduh kok gelap ya.. aku tidak bisa bernafas ini.. huft " anisha mengambil handphone nya dia menyalakan senter dari handphone nya untuk menerangi ruangan di mana dia berdiri


tak lama suara bariton seorang laki-laki yang terdengar berat dari arah belakang anisha. anisha semakin takut di buatnya


" wanita "


" galle kau di mana " anisha terus menyebut nama galih sambil memejamkan matanya


laki-laki itu menyentuh bahu anisha gadis itu terperanjat kaget dan perlahan mundur keringat dingin terus mengucur di pelipis nya dengan penuh ketakutan


tak lama terdengar seseorang membuka pintu


" bro " dia mendekati laki-laki yang bersuara Bariton itu


anisha melihat ke arah laki-laki itu saat mengetahui dia adalah Galih tanpa pikir panjang anisha langsung memeluk tubuh Galih dia sangat ketakutan


" anisha kau kenapa? " anisha semakin mengeratkan pelukan nya pada dada bidang galih


" mungkin dia ketakutan galle " Galih mengeryit heran dan berusaha melepas pelukan anisha dia tidak bisa melihat wajah anisha karena gadis itu memeluknya dari arah belakang


anisha menempelkan pipinya pada bahu Galih karena rasa takutnya dia sampai-sampai tidak memikirkan apapun selain menghilang kamu rasa takut nya sekarang ini

__ADS_1


" anisha lepaskan aku " Galih meninggikan suaranya membuat anisha tersadar dan melepas pelukan nya


" maaf galle a.. ak.. aku.. h.. hanya.. ta.. takut.. " cicit anisha sekarang dia sedang merasakan kegugupan yang melanda nya karena telah memeluk laki-laki yang masih belum sah menjadi suaminya


Galih mendekati anisha mengambil dagunya dan mengangkat wajah cantik anisha saat itu wajah anisha tengah terkena sinar matahari dari celah-celah hutan yang lebat itu


membuat anisha semakin keliatan cantik dengan mata sayu yang gugup dan takut yang menjadi satu


ya Allah rasanya hamba hendak segera meminang wanita ini sekarang Galih membatin dia menatap kedua mata sayu itu


" anisha kamu takut kenapa? " anisha tersentak dengan pertanyaan Galih dia beringsut mundur dua langkah dari Galih


" k.. kamu dari mana galle? "


" aku? (menunjuk dirinya sendiri) aku dari belakang "


" k.. kenapa kau meninggal kan ku di mobil sendirian galle? dan mengapa kau membawa ku kemari? kau tau galle di sepanjang jalan aku ketakutan dan kebingungan.. aku takut galle "


" hufttt aku hendak mengenalkan mu pada seseorang kemari dan duduk di kursi itu "


anisha menurut dia duduk di samping Galih tak lama ada seorang wanita muda cantik yang masuk ke dalam ruangan itu


anisha terkejut melihat wanita muda itu dia tidak mengenal wanita itu bahkan bertemu saja baru satu kali ini


wanita itu tersenyum ke arah anisha " assalamu'alaikum kak.. selamat datang di rumah kami "


anisha berusaha tersenyum tulus meski masih merasakan takut


" nish kamu mau minum apa? "


" air putih saja " wanita itu menganguk dan berlalu pergi


" jadi ini perempuan yang telah berhasil merebut hatimu galle? " tanya laki-laki yang bersuara bariton itu


" iya.. ayah itu benar " anisha semakin bingung karena Galih menyebut kata ayah pada laki-laki itu


" apa kau tertarik karena kecantikan nya galle? "


" tidak ayah aku tidak tertarik dengan kecantikan nya.. "


" terus dengan apa? "


" aku tertarik dengan kepribadian nya ayah.. tutur katanya, serta sikapnya yang ramah dan mudah tersenyum kepada siapapun sekalipun itu ia tidak mengenal orang tersebut "


" kau beruntung nak bisa menaklukkan hati laki-laki yang sedari dulu tidak pernah menghargai wanita manapun sejak dia kelas 1 SMA terkecuali ibu dan kakak nya " anisha hanya tersenyum menanggapi perkataan laki-laki itu


" wah maaf ya galle melihat senyum nya ini ayah teringat dengan seorang wanita yang sejak 25 tahun silam menemani ayah "


" ya kau benar ayah.. dia mantan ke kekasih mu kan? dan dia menikah dengan pilihan orang tua nya dan meninggal kan ayah "


" kau benar galle "

__ADS_1


" nak senyuman mu itu terlihat mirip sekali dengan sosok wanita ini " sambil menyerahkan sebuah foto


anisha mengambil foto tersebut dan terkejut melihat foto bundanya bersama laki-laki yang ada di hadapannya ini


anisha memandang Galih mereka saling tatap menatap


" galle bunda " lirih anisha namun masih bisa terdengar oleh laki-laki itu tetapi dia hanya diam menunggu apa yang akan anisha dan Galih ucapkan


" iya nisha.. itu bunda "


" hmm maksudnya apa ini? bunda? "


" tanyakan lah dengannya " anisha menatap laki-laki itu


" maaf sebelumnya paman_"


" jangan panggil apa ku paman panggil aku ayah sama seperti galle memanggilku "


" maaf sebelumnya ayah.. apakah kau mengenal bundaku? "


" jadi dia adalah bundamu Lia? "


" iya bunda lia adalah bunda ku "


" jadi kau anaknya? "


" iya "


" galle? "


" aku tak tau ayah.. entah kenapa tadi aku merasa sangat marah terhadap nya.. dan aku membawanya kemari untuk bertemu ayah "


" kau marah dengannya " marah laki-laki itu terhadap Galih


" iya ayah.. maafkan aku "


" sekali lagi kau marah terhadap nya kau akan berhadapan dengan ku galle " ancam laki-laki itu


" iya ayah maaf "


" bagiku anak lia adalah anak ku juga.. meskipun aku bukanlah suaminya "


wanita muda tadi datang membawakan segelas air putih dan memberikan nya kepada Anisha


-----------------------------


halooo siapa ya laki-laki dan wanita muda cantik tadi?


siapa yang bisa jawab hayo..


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2