Cinta Istri Sholehah

Cinta Istri Sholehah
Epson 45


__ADS_3

" astaghfirullah kok sepi banget ya.. kemana umi dan abi hmm tanya mbak aja deh " dia berjalan menuju dapur


" mbak liat umi sama abi tidak? " pelayan wanita itu menoleh ke arah Galih dan menunduk


" maaf tuan muda saya tidak tau nyonya besar dan tuan besar ada di mana " Galih menganguk tanda mengerti dia memilih pergi ke taman halaman belakang rumahnya


***


sedangkan di rumah besar frans serta keluarga kecilnya sudah sampai dari rumah anisha mereka masuk dan tidak mendapati siapapun


" lho pada kemana orang-orang ya mi " airin menoleh ke arah sang suami " mana ai tau bi ai kan pergi sama abi dan iky jadi mana ai tau " frans menoleh ke arah airin " bener juga ya.. " frans menunduk menatap sang putra dengan wajah menggemaskan " sayang.. iky tanya gih sama mbak di dapur kemana oma dan opa serta paman galle sana gih " Rizky berjalan menuju dapur


" assalamu'alaikum mbak.. " pelayan wanita itu menunduk melihat Rizky yang begitu menggemaskan pelayan itu berjongkok mensejajarkan badannya dan badan kecil Rizky " waalaikumsalam tuan muda kecil " pelayan tersenyum ke arah Rizky


" hahaha mbak tau tidak oma, oa, dan aman di mana? " pelayan itu sudah mengerti dengan pertanyaan Rizky bocah kecil itu sedang menanyakan di mana keberadaan nyonya dan tuan besarnya serta tuan muda galle


" tuan muda kecil tadi paman galle nya mbak liat jalan ke taman belakang.. kalo oma dan opa tuan mbak tidak tau maaf ya tuan muda kecil " Rizky menganguk " baiklah kalo begitu iky mau ke aman dulu ya " pelayan wanita itu menganguk " apakah tuan muda kecil ingin saya temani! " Rizky menggeleng dan berlalu pergi


" umi abi oma dan oa tidak tau di mana tapi kalo aman ada di taman belakang " frans dan airin menoleh ke arah Rizky " baiklah kamu masuk ke kamar dengan umi mandi ya tadi katanya mau mandi abi ke paman galle dulu ya " Rizky menganguk frans segera berjalan menuju taman belakang rumah nya


***


Galih tengah duduk di salah satu kursi taman itu dia sedang menikmati semilir angin sore itu dengan khidmat sambil menutup matanya walau fikiran nya masih mengarah ke arah anisha tetapi dia berusaha melupakan wanita itu

__ADS_1


benar juga kata radit ngapain gue capek-capek mikirin dia.. toh dia juga nggak bakalan mikirin gue batinnya masih menikmati semilir angin yang berhembus lembut menerbangkan beberapa anak rambut nya


frans berdiri tidak jauh dari tempat Galih duduk dia masih memperhatikan adiknya laki-laki nya itu yang tengah memejamkan matanya itu


ngapain galle kaya gitu.. kurang kerjaan ni orang batinnya masih memperhatikan wajah tampan sang adik


pantesan galle ganteng ya toh turunan dari abangnya sih batinnya yang sangat percaya diri


Galih membuka matanya dan berdiri berjalan menuju hamparan taman indah itu dia berteriak sekencang-kencang nya meluapkan semua isi fikiran dan hatinya toh dia fikir tidak mungkin ada orang yang mendengar secara semua orang kan sedang tidak ada di rumah


" ANISHA!!! KENAPA SI KAMU ITU SELALU DUDUK DI DALAM FIKIRAN DAN HATI AKU!! AKU CAPEK NISH AKU CAPEK MIKIRIN KAMU TERUS!!! ASAL KAMU TAU NISH AKU ITU MAU NIKAH AKU MAU MENIKAH!! TAPI KENAPA KAMU TIDAK MAU KELUAR DARI FIKIRAN DAN HATI AKU!! TOH KAU JUGA AKAN MENIKAH KAN? JADI KELUAR LAH DARI FIKIRAN DAN HATI KU ANISHA!!! " Galih terduduk lemas di dalam hamparan taman yang indah itu dengan menunduk dia mengeluarkan seluruh uneg uneg nya tentang anisha di sertai air mata yang keluar tanpa izin itu


frans terkejut karena Galih tiba-tiba berteriak menyeruakan nama anisha dia membeku ternyata Galih mencintai anisha perasaan nya campur aduk antara senang, bahagia, ataukah sedih, sedih melihat sang adik tersiksa


tapi tunggu frans anisha? apakah benar anisha anaknya om dim? kalo bukan gimana dong? batinnya masih memerhatikan adiknya itu


" bang rans? " ucapnya masih dengan nada yang terkejut frans menatap lekat sang adik menepuk pelan kedua bahu galih dan berdiri


" bangun galle ikuti aku " hanya itu yang di ucapkan frans sedangkan Galih masih dengan terkejut nya mengikuti langkah sang kakak masuk ke ruang kerja nya


" duduk galle " titah frans dan di turuti oleh Galih " kenapa bang? "


" aku mendengar semuanya " Galih langsung terbelalak sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya " maksudnya bang? "

__ADS_1


" ya aku mendengar semua yang kau teriakan dan sangat jelas ku dengar aku mendengar satu nama perempuan yang kau sebut kan? " Galih menatap frans lekat yang tengah duduk di kursi kerjanya itu " nama siapa yang abang dengar? " frans tersenyum miring dan meraih sebuah foto di dalam laci kerjanya dan menunjukkan foto itu kepada Galih


Galih terbelalak setelah melihat siapa yang ada di dalam foto itu " Anisha " gumam Galih namun masih di dengar oleh frans " ya itu anisha anaknya teman abi dan umi galle " Galih menatap lekat frans


" apakah dia yang kau maksud galle? " Galih masih diam dengan wajah bingung nya " galle jawab apakah dia yang kau maksud? apakah anisha ini? atau bukan " Galih menganguk samar


" hahaha " frans tertawa sambil menatap Galih yang tengah bingung itu " keluar lah aku hendak bekerja " Galih keluar dari ruang kerja frans dengan wajah bingung sedangkan frans sangat bahagia karena benar anisha yang akan di jodohkan sama galle dialah yang sedang galle cintai


" jadi perjodohan ini akan berjalan lancar karena galle mencintai anisha.. eh tunggu dulu frans kau harus mencari tau apakah anisha juga mencintai galle atau tidak.. ya aku harus mencari tau dulu "


***


sedangkan di kediaman anisha wanita itu sedang sibuk membantu kedua wanita yang sangat ia cintai itu


" bund.. ra " keduanya menoleh ke arah anisha dan tersenyum " ya mbak kok mbak ke sini bukannya istirahat aja zahra dan bunda bisa kok masak di dapur mbak istirahat ja sana masuk kamar lagi " anisha tersenyum ke arah zahra


" iya nish benar apa yang adikmu katakan kau masuk lagi sana ke kamar kalo urusan masak mah kita juga bisa ya kan sayang " zahra menganguk sambil tersenyum


" anisha jadi nggak enak nih bunda ra kalo nggak bantuin masak.. Dikit aja ya.. eeeeemmm motong sayur aja deh bund "


" sayur nya udah zahra potong mbak tuh " menunjuk sebuah mangkok besar yang sudah di potong dan siap untuk di masak


" kalo gitu goreng ikan deh "

__ADS_1


---------------------------


Bersambung


__ADS_2