Cinta Istri Sholehah

Cinta Istri Sholehah
Epson 77


__ADS_3

anisha dan galih sudah sampai di suatu tempat yang galih tuju yaitu tempat mereka memilih undangan pernikahan mereka


saat ini anisha dan galle tengah melihat-melihat contoh undangan pernikahan






" Nisha kamu suka yang mana? "


" aku suka yang ini galle "



" kok kamu milih ini kan masih ada yang lain nish "


" ya menurut aku ini itu simple galle juga sederhana jadi aku suka yang ini "


" ya sudah terserah kamu saja "


" galle apa kamu tidak mau yang ini.. baiklah kau mau yang mana lupakan pilihan ku mana pilihan mu "


" tidak kau suka yang ini kan "


anisha menganguk " baiklah kalau kau suka yang ini kita akan pesan yang ini ya "


" makasih galle "


" iya sama-sama "


" mbak kita pilih yang ini aja ya "


" baik Pak, namanya siapa? "


" Galih asfaradzhi Mahendradatta & Anisha Aulia Rahmah Frainkeris "


" baik, berapa banyak pak? "


" berapa ya sayang? "


" aku nggak tau juga "


" eeee.. mbak saya pesan dua ribu aja ya "


" galle "


" lebih baik lebihan dari pada kurang sayang "


" ya sudah terserah kamu aja "


" baik Pak kira-kira kapan di ambil? "


" tanggal 30 nanti mbak "


" tanggal akad nya pak? "


" tanggal 28 mbak hari sabtu "


" kalo hari H nya pak? "


" tanggal 7 nanti mbak hari minggu "


" baiklah pak, tolong tinggalkan nomer telfon nya biar kami bisa menghubungi jika undangan nya sudah siap "


" ya ini kartu nama saya hubungi saya di nomer itu "


" baik Pak "


" ya sudah saya pamit mbak assalamu'alaikum "


" waalaikumsalam pak "


di mobil


" galle banyak banget undangan nya apa nggak sayang sama uang? "


" nggak papa lah nish kan ini sekali seumur hidup kita kan jadi biar saja ya "


" ya sudah lah terserah kamu saja yang penting aku sudah beritahu kamu "


" iya sayang "

__ADS_1


" yaudah langsung pulang aja ya galle "


" pulang kemana? "


" pulang ke rumah kakek aja "


" ya sudah aku anter kesana ya "


" Nisha besok tolong kamu kosong kan jadwal kamu ya "


" kenapa galle " "


" besok kita akan milih gaun pengantin buat kamu "


" apa nggak kecepetan ya galle "


" apa nya yang cepet nish.. "


" ya milih gaun nya "


" nggak lah pokoknya besok kita milih gaun pengantin buat kamu ya "


" ya sudah lah "


" gitu dong kan mau jadi yang baik "


" hahahaha ya deh suamiku aku akan menuruti apa yang kamu mau "


" bener ya "


" iya hahaha "


" kalau aku mau.. "


Galih menaik-turunkan kedua alisnya dengan senyuman yang sulit di artikan ke arah anisha


anisha yang melihat itu mengerutkan keningnya bingung melihat ekspresi wajah galih


" kenapa galle? "


" nggak papa kok nish.. aku pegang omongan kamu ya "


" omongan aku? yang mana? "


" yang tadi "


" kamu akan nurutin apa yang aku mau "


" oh iya deh "


•skip sampai


" galle mau masuk dulu? "


" nggak deh nish ini udah jam empat aku mau ngejar waktu ashar "


" apa sebaiknya kamu sholat di sini aja dulu galle "


" apa nggak apa-apa nish? "


" ngak papa lah, yuk daripada kamu telat sholat ashar nya kan perjalanan dari sini ke rumah kamu hampir 30 menit kan "


" ya sudah aku numpang sholat di sini aja "


" ya.. ayok masuk "


saat mereka masuk mereka sudah di suguhkan dengan pemandangan viola yang duduk di ruang tamu bersama dengan keluarga malik di dampingi oleh tuan heru dan beberapa pengawalnya


" assalamu'alaikum "


" waalaikumsalam "


saat melihat anisha viola langsung memeluk anisha dengan erat nya sampai membuat anisha hampir terjungkal


" astaghfirullah "


walaupun terkejut anisha tetap membalas pelukan viola


" Anisha.. kamu anisha kan "


ucap viola setelah dia melepaskan pelukan nya dari anisha dan duduk di sofa panjang ruang tamu


anisha terkejut saat mendengar itu dia beralih menatap tuan heru


" anisha kamu anisha kan? "

__ADS_1


anisha kembali menatap viola yang juga tengah menatap nya


" i.. iya.. aku anisha "


viola meneteskan air mata nya dia kembali mengingat dengan sangat sadisnya dia menabrak anisha di kairo dan meninggal kan anisha dalam keadaan yang mengenaskan dan di penuhi banyak darah


viola langsung duduk di lantai dan memegang kaki anisha dia merasa sangat bersalah dengan wanita yang selama ini merawatnya dan mengeluarkan dirinya dari ruangan sempit itu


" anisha aku minta maaf nish sama kamu.. aku tau aku salah.. dan aku juga tau kesalahan ku itu tidak mudah untuk di maafkan ataupun di lupakan.. tapi aku akan tetap meminta maaf denganmu nish.. tolong maafin aku.. "


anisha merasa tidak enak dengan viola yang seolah-olah dia berlutut dengannya


" viola kamu tidak seharusnya seperti ini viola aku permisi sebentar ya "


galih yang sedari tadi diam melihat viola dan anisha dengan fikirannya sendiri


kenapa viola ada di sini? apa yang telah terjadi sebenarnya batin galih


anisha menarik tangan galih membawanya ke ruangan sholat


" galle kamu sholat aja dulu nanti kehabisan waktu ashar "


" nish kenapa viola ada di sini? "


" nanti aku jelasin ya sekarang kamu sholat dulu "


" ya udah tapi kamu janji harus ceritain semuanya dari awal oke "


" iya aku keluar dulu "


di ruang tamu


viola masih dengan posisinya seperti tadi duduk di lantai anisha memeluk viola dan menyuruh nya duduk kembali di sofa


" anisha maafin aku hiks.. "


" iya aku sudah maafin kamu kok.. jadi kamu tenang ya "


" beneran kamu nish "


" iya.."


" kamu pasti tau kan waktu itu aku yang menabrak kamu kan "


" iya tapi waktu itu aku nggak kenal sama kamu vio dan juga aku hanya melihat sekilas bahwa ada seorang wanita yang mengemudikan mobil itu, dan aku juga tau target kamu itu aku jadi aku biarkan saja kamu menabrak aku supaya kamu bisa senang karena sudah berhasil mencelakai aku "


" anisha kenapa kamu nggak menghindar.. hiks "


" kalau aku menghindar kamu pasti akan berusaha mencelakai ku lagi dengan cara lain kan.. lebih baik aku biarkan saja "


" dan saat kamu bilang kesalahan kamu di kamar hari itu aku sadar yang menabrak aku itu kamu tapi bagaimana kamu bisa di ruangan itu aku nggak tau sama sekali vio maafin aku ya mungkin gara-gara aku kamu jadi tersiksa di ruangan itu dan maafin aku juga aku telat mengetahui kamu di sana "


" nggak nish kamu nggak salah aku lah yang salah sebenarnya di sini "


" Nisha.. teman ku "


anisha menoleh kearah asal suara tetapi dia tak mengenali wanita yang memanggilnya


" maaf saya tidak mengenali kamu"


Della segera berdiri dan memeluk anisha dengan erat anisha juga spontan berdiri karena melihat Della berdiri


" kamu masih ingat nama Della kan? "


" Della? "


" kamu adalah satu-satunya teman aku dulu nish "


------------------


**Cast Bonus


Anisha**



Galih



Viola



Della

__ADS_1



Bersambung


__ADS_2