
Anisha langsung memeluk Anggia " menangis lah nggi.. kau berhak menangis.. tumpahkan duka lara kau aku akan siap meminjamkan pelukan padamu " ucap anisha
" makasih nish.. " ucap Anggia
Anggia menangis menumpahkan semua suka lara yang ada di dalam hatinya dia mengingat adiknya dia semakin mempererat pelukannya pada anisha kini mereka sedang duduk di kursi yang ada Koridor apartemen anisha setelah keluar dari lift tadi
Bini anisha yang mendengar isak tangis seseorang lantas mengintip dari dalam rumah apartemen Anisha dia terkejut karena Anggia menangis di dalam pelukan anisha dia kembali masuk dan mengambil cadar nya dia kembali lagi dan membuka pintu rumah apartemen anisha
" astaghfirullah.. Anggia kenapa menangis nisha? " tanya bibi anisha
Anggia yang mendengar suara bibi wanita paruh baya lantas melepaskan pelukannya dari anisha dan beralih menatap wanita paruh baya itu
bibi anisha duduk di samping Anggia dan mengusap punggung belakang Anggia dan membawa Anggia ke dalam pelukannya dia tau bahwa Anggia sekarang sangat membutuhkan pelukan seorang ibu makan dari itu bibi anisha memeluk tubuh Anggia dia sudah menganggap Anggia seperti Putri nya sendiri seperti sama halnya dengan anisha
Anggia merasakan kehangatan, kasih sayang yang tulus dalam pelukan bibi anisha Anggia menutup matanya merasakan pelukan seorang ibu yang selama beberapa tahun belakangan ini tak pernah ia rasakan lagi
bibi anisha mengecup kening Anggia lagi-lagi Anggia merasakan ketulusan dari kecupan itu kembali Anggia meneteskan air matanya bibi anisha yang menyadari Anggia kembali meneteskan air matanya melepaskan pelukannya dan menangkup wajah kecil Anggia dan menghapus air matanya dengan kedua ibu jarinya
" sayang jangan menangis ya.. sekarang kita masuk makan terlebih dahulu nanti kalo kamu mau meluk bibi lagi kita bisa bicara di ruang keluarga dan mendengar curhatan-curhatan kamu.. ya sayang " ucap bibi anisha
" iya nggi.. kan tadi aku udah janji sama kamu akan mengenalkan Arsya dan Arsyad denganmu kan tadi... merek sudah menunggu di dalam nggi " ucap anisha
" iya nish.. iya bi.. makasih banyaknya " ucap Anggia
" iya sayang tidak masalah.. mulai sekarang masalahmu akan menjadi masalah kami juga ya kan nish? " tanya bibi anisha dengan anisha
" iya nggi.. bibi bener sekarang kami adalah keluarga mu.. tempat di mana kamu berbagi dula lara mu.. suka senang kamu.. kami akan menjadi keluarga yang tulus untuk mu nggi.. okay " tutur anisha
" sekali terimakasih " ucap Anggia sambil menunduk
" iya tidak masalah " ucap anisha
mereka bertiga masuk dan berjalan menuju meja makan terlihat Arsya dan Arsyad sudah menunggu sedangkan tadi paman anisha sudah makan terlebih dahulu dan masuk ke dalam kamar
" kok mata mbaknya bengkak? " bisik Arsya di telinga Arsyad
" suuutt diem.. kita anak kecil nggak boleh tau " ucap Arsyad sebagai seorang abang dia harus mencontohkan hal-hal baik untuk adiknya contoh tidak ikut campur dalam urusan orang dewasa yang mereka pun tidak mengerti
" kenapa bang? " tanya Arsya
" sudah diem bisa tidak " bengak Arsyad pelan namun tegas seketika Membuat Arsya langsung membekap mulutnya supaya tidak bicara lagi
" kalian belum makan Twins? " tanya anisha
" belum mbak nisha.. kita nunggu kalian" jawab Arsyad sedangkan Arsya masih setia membekap mulutnya sendiri
" loh kenapa sya kamu kok bekap mulutmu sendiri? " tanya anisha
Arsya menggeleng tanda tidak tejadi apa-apa anisha semakin ingin mencari tau kenapa dan ada tragedi apa dengan Arsya yang ia yakini ada sangkut pautnya dengan sang abang sampai-sampai Arsya tak berani membuka bekapan mulutnya
__ADS_1
" ya udah ayok kita makan" ucap anisha
" nish aku ke pinjem toiletnya dong " ucap Anggia
" di sana tuhh kamu masuk aja ke dalam kamar ku " ucap anisha sambil menunjuk kamar nya
" tidak masalah nish kalo aku masuk ke dalam kamar mu? " tanya Anggia
" No Problem " jawab anisha
" thanks nish.. aku ke sana dulu ya " ucap Anggia
setelah Anggia berlalu pergi anisha kembali menatap Arsya lekat gadis itu hanya menunduk sejak tadi
" sya ayo dong cerita ke mbak kamu tu kenapa? jangan buat mbak makin penasaran deh! " ucap anisha
Arsya hanya menggeleng sambil terus menunduk tanpa melihat semua orang yang ada di meja makan
Arsyad yang merasa bersalah dengan sang adik memutuskan untuk memeluk sang adik
Arsya masih menunduk saat di peluk sang abang Arsyad mencoba untuk memandang wajah satu sang adik dia menagkup wajah kecil sang adik dengan kedua tangan nya
" sya abang minta maaf ya.. abang sudah keterlaluan ya sama kamu? " ucap Arsyad
Arsya masih menunduk dia sedang menahan rasa takut nya
Anisha dan bibinya terus memandang lekat kedua bocah berbeda kelamin tersebut
" abang syad maafin sya juga ya " ucap Arsya
" iya sya.. cup " ucap Arsyad dan kembali mengecup kening sang adik
Arsya langsung memeluk tubuh Arsyad begitupun dengan Arsyad dia membalas pelukan Arsya
anisha yang terharu melihat kedua ponakan nya tu saling meminta maaf di kejutkan dengan suara Anggia
" Wahhhh.....😱 Sosweet " ucap Anggia yang baru datang sudah di suguhkan pemandangan kedua anak kembar itu
" astaghfirullah.. iiih nggi lagi seru-serunya juga lihat Arsyad dan Arsya eh dateng kudanil pengganggu " ucap anisha
" siapa kudanil nya? " tanya Anggia yang sudah duduk di sebelah anisha
" Oh iya mbak nisha siapa namanya " tanya Arsya menunjuk ke arah Anggia
" namanya A_" ucapan anisha di potong Anggia
" Anggia twins.. panggil saja aku kakak Anggia ya " ucap Anggia sambil menunjukkan senyum terbaik nya
" oh baiklah kak " ucap Arsya
__ADS_1
" sudah ya sekarang makan umi udah laper ini " ucap bibi anisha
mereka makan bersama dengan tenang hanya terdengar dentingan sendok
sedangkan di apartemen milik Galih laki-laki itu sedang berjalan bolak-balik tanpa tujuan di ruang tengah nya
dia sedang menunggu temannya yang sedari satu jam yang lalu pergi membeli makanan tapi sampai sekarang belum kunjung datang
dia terbangun karena perut berbunyi meminta untuk di isi
" Astaghfirullah hal Adzhim... huhh " ucap Galih sambil mengelus dadanya
" ni perut juga udah laper nih.. mana sih si Radit " kesal Galih sambil mengusap perutnya yang sudah keroncongan
Ting.. tong..
dengan cepat Galih membukakan pintu apartemen nya
Ceklek
saat dia membuka pintu apartemen nya terpampanglah senyuman terbaik dari Radit namun terlihat memyebalkan bagi Galih
" Assalamu'alaikum " ucap Radit
" Waalaikumsalam " ucap Galih
Radit masuk di ikuti oleh Galih setelah menutup pintu apartemen nya
" ente dari mana aja si! kok lama banget cuma beli makanan doang! dan mana lagi nih makanan jua kagak ada! ente tau ana dari tadi udah kelaperan nungguin ente pulang bawa balik makanan eh sekarang mana nih! nih tangan koshong dit " omel Galih
•
•
•
•
•
•
Anggia Putri
Ini visual Anggia ya ini ni yang anak LIKE pasti tau siapa yang kagak kenal ka Savira ya kan? ini si bayangan aku si Anggia ini
----------------
__ADS_1
Bersambung