Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku

Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Bikin Sebel


__ADS_3

Detik demi detik telah berlalu. Kini detik itu pun berganti menjadi menit demi menit.


Tak terasa kini menit itu telah berganti menjadi jam demi jam.


Waktu pulang kerja pun telah tiba. Galang yang telah selesai dengan pekerjaan nya mulai bersiap untuk pulang.


"Akhirnya selesai juga. Jam berapa ya sekarang. Ya ampun nggak kerasa udah jam segini aja. Itu artinya aku melewati jam istirahat, sampai lupa nggak Istirahat dulu tadi. Tapi ko aneh ya perut nggak laper sama sekali. Apa karena terlalu sibuk sampai perut aja di buat sibuk untuk tak laper juga. Masa iya kaya gitu. Ckckck... Galang, Galang ada - ada aja sih kamu." Kata Galang berbicara pada dirinya sendiri.


"Hem... beli makan dulu atau pulang aja ya." Kata Galang yang saat ini sedang terdiam setelah mengatakan ucapannya.


Mungkin diam nya Galang sedang berpikir untuk memilih antara membeli makan atau tidak perlu membeli makanan terlebih dahulu sebelum pulang.


Tak lama setelah terdiam, Galang pun mulai berbicara lagi.


"Tapi setelah di pikir - pikir lagi. Aku kan masih dapet hukuman dari mamah kalau beli makanan dulu, ntar yang ada aku telat lagi datang ke rumahnya. Bisa - bisa nggak boleh masuk sama mamah. Ah... nggak mau aku kalau kaya gitu. Lebih baik nggak beli makan dulu daripada ntar tidur di luar. Ya udah deh langsung bersiap aja untuk pulang." Kata Galang akhirnya memutuskan untuk pulang.


Semua dokumen - dokumen sudah Galang simpan dengan rapih pada tempat dimana ia selalu menyimpan dokumen itu. Tak lupa ia pun mematikan komputer terlebih dahulu sebelum pulang. Saat dirasa semua yang ada di meja kerjanya sudah rapih. Ia pun mulai bergegas meninggalkan ruangan kerjanya.


"Akhirnya rapih juga. Bisa langsung pulang deh kalau kaya gini." Kata Galang yang telah melihat meja kerja nya.


"Ya iya lah Galang kalau udah rapih kamu pasti pulang, masa iya masih mau diem aja di ruangan ini. Kan nggak mungkin." Kata Galang berbicara pada dirinya sendiri.


"Hem... iya juga ya. Ya udah deh aku langsung pulang aja." Kata Galang kemudian pergi meninggalkan ruangannya.


Tak jauh berbeda dengan Rendi saat ini. Ia pun mulai berjalan meninggalkan ruangan nya untuk pulang.


Sampai di mana, baik Rendi mau pun Galang mereka sama - sama bertemu di luar kantor.


Namun, pertemuan mereka itu tak ada satu patah kata pun terucap di antara mereka. Tetapi anehnya mereka masih saling tatap.


Sampai dimana tatapan mereka berdua yang tak saling berucap teralihkan saat ada seseorang yang memanggil Rendi.

__ADS_1


"Tuan muda mobil sudah siap. Mari silahkan masuk Tuan." Kata Bayu seseorang yang memanggil itu.


Rendi yang mendengar suara Bayu tanpa berpikir lagi. Ia pun langsung menjawab ucapannya.


"Iya Bay" ini lah kata yang Rendi keluarkan untuk menjawab ucapan Bayu sambil ia pun masuk ke dalam mobil.


Saat Rendi telah masuk ke dalam mobil. Pintu pun di tutup oleh Bayu. Lalu Bayu mulai bergegas untuk masuk ke dalam mobil juga di bagian pengemudi.


Setelah Bayu masuk ke dalam mobil. Tanpa menunggu lama mobil pun melaju meninggalkan kantor.


Galang yang masih berdiri di luar kantor masih sempat melihat semua kejadian yang terjadi barusan di depan matanya.


Sampai ia pun merasa iri karena biasanya ia juga suka menggunakan mobil. Namun, karena mendapatkan hukuman dari mamah Vina. Akhirnya ia harus pulang dan pergi naik angkutan umum.


"Sedih nya, udah capek pulang kerja harus nunggu dulu angkutan umum ada. Di tambah di kejar sama waktu harus tepat waktu pulang ke rumah nya. Sabar ya Galang kamu pasti bisa ko seperti dulu lagi bawa mobil ke kantornya dan bebas mau pulang jam berapa pun. Hem... ayo Galang kamu pasti bisa." Kata Galang yang merasa sedih dan tak lupa di akhir kalimat yang ia ucapkan ia pun menyemangati diri nya sendiri.


Setelah itu Galang pun mulai pergi melangkahkan kakinya untuk menunggu angkutan umum. Namun, beruntung nya tak perlu menunggu lama angkutan umum pun telah ada di hadapannya saat ini


Hingga Galang mulai masuk ke dalam angkutan umum ini.


Berhentilah angkutan umum ini di kompleks tersebut. Setelah Galang turun dan memberikan uang pada supir angkutan umum. Angkutan umum ini pun pergi melajukan mobilnya lagi.


"Masih harus semangat nih jalan ke rumah. Mana lumayan jauh lagi dari depan sini sampai ke rumah. Ayo Galang semangat." Kata Galang pada dirinya sendiri.


Tap... Tap...


Galang mulai melangkahkan kakinya untuk pulang ke rumah. Beberapa menit kemudian. Galang kini telah sampai di depan rumah dan mulai mengetuk pintu.


Tok... Tok...


Dua kali Galang mengetuk pintu, lalu ia mulai menunggu untuk beberapa saat sampai ada seseorang yang membuka pintu untuk nya.

__ADS_1


Tetapi setelah cukup lama ia mengetuk pintu. Tak ada satu pun orang yang membuka pintu.


"Lah ko nggak ada yang buka pintunya sih. Pada kemana ya mereka semua. Apa ketukannya kurang kenceng ya sampai nggak ada yang denger sama sekali. Hem... ya udah deh aku coba ketuk lagi." Kata Galang yang heran karena tak ada yang membuka pintu untuk nya sama sekali.


Tok... Tok...


"Mah... dek... pah... bi... buka pintunya ini Galang mau masuk" kata Galang setelah mengetuk pintu.


Lalu Galang pun terdiam untuk menunggu apakah panggilan nya ini akan ada yang membuka pintu atau nggak sama sekali untuknya.


Tiga menit telah berlalu tak ada satu orang pun yang membuka pintu untuknya sama sekali.


"Pada kemana sih? ko nggak ada orang yang buka pintu. Mana udah laper lagi ni perut. Kalau tau nggak ada yang buka aku tadi beli makan aja. Argh... bikin sebel deh." kata Galang yang emosi karena tak ada yang membuka pintu untuknya saat ini.


"Apa hubungi adek aja ya. Hem... sepertinya memang harus kaya gitu." kata Galang kemudian mulai mengambil handphone nya untuk menghubungi Viona.


Tut... Tut...


Galang pun masih menunggu Viona untuk menerima panggilan nya itu. Sampai panggilan itu berakhir tak ada suara Viona yang terdengar olehnya sama sekali.


"Ya ampun dek, ko nggak di jawab sih. Ih... bikin gereget deh, ku lempar juga nih hanphone." kata Galang yang semakin emosi karena panggilannya tak di jawab oleh Viona.


"Tapi bentar, bentar kalau di lempar ntar kalau butuh lagi gimana? harus beli lagi dong, mana uang gajian belum dapet lagi. Ah... jangan di lempar deh. Bisa - bisa nggak punya hanphone ntar." kata Galang pada dirinya sendiri.


Lalu setelah ia berbicara pada dirinya sendiri, ia pun mulai menghubungi Viona untuk yang ke dua kalinya.


Namun, sebelum ia menghubungi Viona ia mengancam Viona terlebih dahulu.


"Awas ya dek kalau di panggilan ke dua ini kamu nggak terima panggilannya. Kakak nggak akan kasih uang hadiah taruhannya." kata Galang untuk Viona.


Tut... Tut...

__ADS_1


Panggilan kedua pun mulai Galang lakukan untuk Viona. Tinggal menunggu Viona untuk menerima panggilan tersebut. Apakah akan ia terima atau nggak sama sekali panggilan itu.


To be continued


__ADS_2