Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku

Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Lagi Fokus


__ADS_3

"Kebetulan banget nih, pintu kamar adek nggak di kunci. Langsung masuk aja deh." kata Galang setalah ia berada di depan pintu kamar Viona.


Di buka lah pintu kamar Viona oleh Galang. Saat telah terbuka sempurna. Galang pun melihat Viona yang sedang duduk sambil membaca buku di atas tempat tidur nya.


"Hem... pantes di bawah nggak ada. Lagi fokus baca ternyata." kata Galang di dalam hatinya.


Sementara Viona yang memang saat ini sedang fokus membaca buku tak menyadari sama sekali bahwa Galang telah masuk ke kamar nya.


"Eh... bentar - bentar ini adek beneran nggak sadar aku udah masuk ke kamar nya ini. ko malah asyik bener gitu baca buku nya." kata Galang lagi di dalam hatinya.


"Coba aku panggil deh"


"Dek" kata Galang memanggil Viona.


Hening tak ada jawaban sama sekali. Membuat Galang kembali memanggil Viona untuk yang kedua kali.


"Dek" kata Galang memanggil Viona lagi.


Masih tak ada jawaban sama sekali dari Viona. Dan ini membuat Galang memutuskan bahwa Viona benar - benar tak menyadari keberadaannya.


Hingga tanpa di minta, niat jahil pun datang seketika di dalam diri Galang untuk adek nya yang sedang fokus membaca ini.


"Em...ini adek bener - bener lagi asyik gitu baca nya. Di panggil dua kali aja nggak di jawab - jawab. Lagi baca buku apa sih adek ini ya? Jadi kepo aku." kata Galang setelah menunggu Viona menjawab ucapannya tapi tak kunjung di jawab sama sekali.


"Em... aku kerjain adek ah. Kaya nya seru nih. Tapi kalau mau kerjainnya pake cara apa ya?" kata Galang yang seketika malah ingin mengerjai Viona.


Tak lama kemudian Galang mulai memikirkan hal apa yang harus ia lakukan untuk mengerjai adek nya ini.


"Akhirnya nih ide ada juga. Langsung aja deh aku lakuin ide nya untuk kerjain adek. Hehehe... kita liat apa yang akan di lakukan adek saat aku mengerjainya."


"Ah... jadi nggak sabar pengen cepat - cepet kerjainnya."


"Langsung aja deh deketin adek"


Galang lalu mulai mendekatkan dirinya pada Viona yang sedang duduk di tempat tidur nya itu.


Saat telah sampai di dekat Viona. Galang pun melihat Viona yang tertawa - tawa sendiri.


Kemudian berganti menjadi sedih dan murung. Galang yang melihat Viona malah seperti ini tingkah nya menjadi sedikit takut.

__ADS_1


"Ini adek kenapa ya? ko tertawa - tawa, terus tiba - tiba malah sedih gini."


"Em... apa jangan - jangan kerasu..."


"Ih... ngeri deh kalau beneran kaya gitu." kata Galang di dalam hatinya.


Namun di detik berikutnya Galang baru ingat bahwa saat ini Viona sedang membaca buku. Mungkin Viona sedang terbawa suasana saat baca buku itu.


Dengan keberanian dan sudah yakin bahwa apa yang ia bilang kemungkinan benar. Galang lalu mulai bertanya pada Viona.


"Ko nangis lagi baca apa?" inilah kata yang di tanyakan Galang untuk Viona.


"Em... ini lagi baca novel" kata Viona menjawab ucapan Galang tanpa melihat Galang sama sekali.


"Novel nya tentang apa?" kata Galang lagi bertanya pada Viona.


"Em... ini tentang..." kata Viona seketika menghentikan ucapannya itu.


"Bentar - bentar ini aku lagi di tanya sama orang atau lagi berhalusinasi ya. Ko tiba - tiba ada yang tanya kaya gitu." kata Viona dengan bergumam namun masih terdengar oleh Galang.


"Ya ampun dek kamu bener - bener kalau udah baca novel pasti deh lupa segalanya. Masa iya nggak bisa bedain mana orang yang beneran tanya sama yang lagi berhalusinasi. Ckckck... dek, dek kamu ini ya." kata Galang di dalam hatinya sambil ia pun menggeleng - geleng kan kepalanya kerena tak percaya dengan tingkah adek nya ini.


Di tutup lah buku novel yang barusan di baca Viona. Setelah itu Viona mulai melihat ke sekeliling kamar nya.


"Eh... bentar - bentar ini ko ada kakak sih. Jam berapa emangnya sekarang. Apa aku beneran berhalusinasi ya." kata Viona di dalam hatinya saat melihat Galang sedang berdiri di hadapannya saat ini.


Karena Viona masih mengira bahwa saat ini ia sedang berhalusinasi. Ia pun kemudian mengucek - ngucek kedua mata nya dengan kedua tangannya.


Setelah satu kali ia mengucek kedua matanya. Namun yang terjadi malah Galang tetap berdiri di hadapannya.


Membuat ia kembali mengucek matanya lagi sampai dua kali. Baru lah ia berhenti mengucek ke dua matanya.


"Kak ini kakak beneran kan bukan han..." kata Viona pada Galang.


"Han... apa dek? ko nggak di terusin" kata Galang menjawab ucapan Viona.


"Em... nggak jadi deh kak karena kakak bukan han... tapi ini bener - bener kakak. Eh...tapi sejak kapan kakak ada di sini." kata Viona menjawab ucapan Galang.


"Sejak dulu sebelum kamu di lahir kan kakak udah ada." kata Galang menjawab ucapan Viona dengan asal.

__ADS_1


"Ih... bukan itu yang adek maksud. Tapi sejak kapan kakak ada di kamar adek." kata Viona memprotes jawaban dari Galang.


"Oh gitu, ya jelas makan nya dek tanya itu." kata Galang malah menyalahkan pertanyaan yang Viona berikan untuk nya tadi.


"Hem" kata Viona menjawab ucapan Galang sambil memutarkan bola matanya karena malas menjawab ucapan Galang itu.


"Terus sejak kapan? ko nggak di jawab sih kak." kata Viona yang mulai sedikit emosi berkata pada Galang.


"Em... lagi nunggu kamu tanya lagi. Baru deh ntar kakak jawab." kata Galang menjawab ucapan Viona dengan santainya.


"Ya ampun kak sampai segitu nya. Ya udah jawab kak, sejak kapan kakak ada di kamar adek?" kata Viona menjawab ucapan Galang.


"Sejak tadi" kata Galang hanya menjawab ucapan Viona dengan dua kata itu saja.


"Hem... kalau jawaban nya itu adek nggak perlu tanya kak. Tau adek juga kakak ada di kamar adek nya sejak tadi. Ini tuh adek tanya kakak disini pas adek lagi apa? ko bisa adek sampai nggak tau kakak ada di sini." kata Viona sudah mulai geram dengan jawaban yang keluar dari Galang barusan.


"Oh gitu yang kamu maksud dek tapi jawaban kakak nggak salah juga tuh dek. Kenapa harus di permasalahin." kata Galang menjawab ucapan Viona sambil ia pun bertanya juga pada Viona.


"Terserah kakak aja deh. Sekarang adek tanya kakak ke kamar adek mau ngapain?" kata Viona menjawab ucapan Galang.


"Mau aja ke sini emang nggak boleh" kata Galang menjawab ucapan Viona.


"Ya nggak boleh kalau nggak ada kepentingan. Sumpek tau nggak sih kak kalau kakak ada di sini."


"Em... masa sih gitu. Perasaan kakak nggak gitu deh."


"Itu perasan kakak aja"


"Nggak ko ini tuh kenyataan dek kakak memang nggak kaya gitu."


"Terserah deh aku pusing bicara terus sama kakak. Udah deh kak sana ke kamar kakak aku mau lanjut baca lagi."


"Ya ampun dek kamu ngusir kakak"


"Em... itu yang bilang kakak ya bukan aku."


"Ih... kamu dek" kata Galang pada Viona.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2