Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku

Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Sudah Tak Bisa


__ADS_3

"Ya nggak papa dong kak kaya gitu juga" kata papah Gilang menjawab ucapan mamah Vina.


"Tapi pah ini nggak adil. Dek gimana boleh kan." kata Gilang menjawab ucapan papah Gilang sambil bertanya lagi pada Viona yang tak menjawab ucapan nya itu sama sekali.


"Nggak adil apa coba kak. Ini kan sesuai sama ucapan kakak yang harus di salahin berati siapa." kata papah Gilang menjawab ucapan Galang.


"Kakak" kata Galang yang refleks berkata seperti itu.


"Em... pah tadi kakak..." kata Galang yang menyadari bahwa ia salah berucap pada papah Gilang.


"Udah bilang kakak salah, ya kak nggak usah di ulang lagi juga papah udah denger dengan jelas ko tadi. Jadi nggak perlu di jelasin lagi." kata papah Gilang yang memotong ucapan Galang.


"Buk..." kata Galang yang di potong lagi oleh papah Gilang.


"Hem ya udah kak sekarang di lanjutin lagi gih makannya. Tapi inget ya makanan yang ini jangan di ambil lagi." kata papah Gilang yang memotong ucapan Galang sambil menunjuk salah satu makanan yang di maksud itu.


"Tap..." kata Galang lagi malah di potong oleh papah Gilang.


"Hem... udah kak papah tau ko. Ya udah di lanjut makan nya. Adek sama mamah juga di lanjut makannya." kata papah Gilang menjawab ucapan Galang dan berkata juga pada mamah Vina dan Viona.


"Iya pah" kata mamah Vina dan Viona yang hampir bersamaan.


Sementara Galang ia mau tak mau akhirnya menyerah untuk tak meminta lagi pada papah Gilang yang ingin mengambil makanan yang tadi ia makan itu.


Walau dalam hati masih ingin memakan makanan itu. Tapi apa boleh buat ia sudah tak bisa mengambil makanan itu lagi karena ucapan yang ia keluarkan sendiri tadi.


Maka dari itu ia tak akan pernah mengulangi lagi kesalahan itu untuk kedua kalinya di kemudian hari.


Viona yang melihat kakak nya sudah menyerah meminta pada papah Gilang. Langsung mengambil bagian makanan nya untuk di kasih kan pada Galang.


"Ini kak buat kakak, jangan sedih lagi ya." kata Viona pada Galang sambil tersenyum.


"Bener dek ini untuk kakak" kata Galang yang mulai berbinar karena mendapatkan makanan yang ia ingin kan itu.

__ADS_1


"Iya kak, adek lagi nggak pingin makan itu jadi buat kakak aja." kata Viona menjawab ucapan Galang.


"Makasih dek" kata Galang pada Viona.


"Iya kak" kata Viona menjawab ucapan Galang secara singkat.


Mereka semua pun kini sedang menikmati makanan yang tersaji di meja makan dan yang terdengar hanyalah suara sendok dan garpu yang tak sengaja bertemu.


Beberapa menit kemudian mereka kini telah menyelesaikan makannya.


Papah Gilang dan mamah Vina sudah pamit meninggalkan meja makan pada Galang dan Viona yang masih berada di meja makan.


"Kak" kata Viona memanggil Galang.


"Iya dek" kata Galang menjawab panggilan Viona.


"Ini yang beresin ini semua siapa kak?" kaya Viona menunjuk makanan yang masih ada di meja dan piring serta gelas yang sudah di pakai mereka makan barusan.


"Kakak" kata Galang menjawab ucapan Viona.


"Ya terus harus siapa dek?" kata Galang menjawab ucapan Viona sambil bertanya juga pada Viona.


"Bibi Eni kak biasanya sama bibi kan" kata Viona menjawab ucapan Galang.


"Hem... iya sih dek kamu bener, tapi untuk beberapa hari ke depan tepatnya satu Minggu. Bibi Eni nggak akan beresin ini semua kalau malam hari. Jadi kaya libur gitu, tapi pas malam hari aja." kata Galang menjawab ucapan Viona.


"Ko bisa kak, terus kenapa harus kakak yang beresin nya?" kata Viona menjawab ucapan Viona.


"Yakin kamu dek pengen tahu." kata Galang menjawab ucapan Viona.


"Hem iya kak yakin" kata Viona menjawab ucapan Galang sambil menganggukkan kepalanya.


"Oke kalau kamu yakin dek, kakak kasih tau. Ini semua kakak dapatkan dari seseorang yang kakak bantu buat minta maaf barusan." kata Galang menjawab ucapan Viona dengan sebuah teka - teki.

__ADS_1


"Bentar - bentar kak maksud ucapan kakak itu seseorang yang kakak maksud itu aku gitu." kata Viona menjawab ucapan Galang sambil menunjuk diri nya sendiri.


"Em... kakak nggak bilang kamu ya, tapi kamu sendiri yang bilang. Jadi kamu bisa simpulin sendiri tanpa kakak repot - repot untuk menjawab ucapan kamu itu secara jelas." kata Galang menjawab ucapan Viona.


"Ih... kakak ko gitu sih. Sebel deh adek tapi ngomong - ngomong kenapa karena adek kak?" kata Viona menjawab ucapan Galang.


Kemudian Galang menceritakan secara jelas pada Viona apa yang ia dapatkan dari mamah Vina sebagai hukuman karena ulah yang di lakukan adek nya ini.


Viona yang mendengarkan cerita Galang sampai tak tega dan sangat merasa bersalah atas perbuatannya yang tidak baik itu.


Hingga membuat kakak nya harus menanggung hukuman yang mamah Vina berikan.


"Jadi gitu dek ceritanya sekarang kakak mau beresin ini dulu ya. Sana gih kalau kamu mau pergi duluan ke kamar kamu." kata Galang pada Viona.


"Nggak kak adek mau di sini dulu bantuin kakak. Ini kan hukuman yang kakak dapatkan itu atas ulahnya adek. Jadi adek juga harus bertanggung jawab atas semua itu." kata Viona dengan yakin mengucapkan perkataan tersebut pada Galang.


"Bener kamu dek mau bantuin kakak" kata Galang menjawab ucapan Viona.


"Iya kak adek mau bantu kakak, ya udah kakak yang beresin ini semua biar yang nyuci adek aja. Gimana kakak setuju nggak?" kata Viona pada Galang.


"Hem...boleh dek, tapi adek nggak papa harus nyuci." kata Galang menjawab ucapan Viona sambil bertanya juga pada Viona.


"Iya kak gak papa, cuman nyuci juga mah adek bisa. Jangan ragu in kemampuan adek soal cuci mencuci." kata Viona pada Galang.


"Baiklah adek ku yang mau nyuci." kata Galang menjawab ucapan Viona.


"Eh... aku kira kakak mau puji aku tadi tapi ternyata di luar dugaan." kata Viona menjawab ucapan Galang.


"Hahaha... kamu lucu sih dek. Hem... ya udah kakak puji deh adek kakak ini. Makasih ya adek kakak yang baik hati, tidak sombong dan gemar membantu." kata Galang menjawab ucapan Viona sambil memuji Viona.


"Telat kak harusnya tadi, tapi nggak papah yang terpenting kakak udah mau Muji aku. Walau ada yang kurang sih satu." kata Viona menjawab ucapan Galang.


"Maaf deh dek kalau telat. Terus yang kurang nya apa gitu dek." kata Galang menjawab ucapan Viona sambil bertanya juga pada Viona.

__ADS_1


"Cantik nya ngga di sebutin kak. Huh... sedih nya. Hiks... hiks..." kata Viona pada Galang sambil berpura - pura sedih.


To be continued


__ADS_2