Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku

Cinta Ke Dua Dan Terakhir Ku
Berpakaian Rapih


__ADS_3

"Em... ya udah deh, kalau gitu kakak ke kamar kakak dulu. Mau langsung tidur." kata Galang pada Viona.


"Ih... ko gitu sih kak" kata Viona menjawab ucapan Galang.


"Ya terus kakak harus kaya gimana? Ini tuh udah malem dek, waktunya orang tidur. Apalagi besok kakak kerja. Kan nggak banget kalau pergi ke kantor keliatan masih ngantuk karena tidur terlalu malem."


"Itu mah alasan kakak aja. Buat ngehindar dari ucapan aku."


"Ih... kamu dek jangan curigaan gitu. Kakak tuh bener - bener udah ngantuk. Dari tadi tuh kakak udah pengen tidur. Ya udah deh kalau kamu masih mau bicara sama kakak. Kakak coba tahan biar nggak ngantuk."


Viona lalu melihat ke arah mata Galang saat ini. Dan benar saja sangat terlihat bahwa Galang memang tak berbohong pada Viona bahwa ia memang pengen tidur.


Apalagi mata Galang sangat terlihat ngantuk. Hingga akhirnya Viona pun berucap lagi pada Galang.


"Em... ya udah kak besok lagi aja aku bicaranya. Lebih baik kakak langsung ke kamar kakak aja terus langsung tidur deh. Oke kak. Selamat tidur kak."


"Hem... kalau gitu kakak ke kamar kakak dulu ya. Kamu juga jangan begadang, langsung tidur. Jangan lanjutin baca, langsung tidur aja. Oke. Selamat tidur dek." Kata Galang pada Viona sambil menyentuh kepala Viona. Lalu setelah itu Galang pun pergi meninggalkan kamar Viona tanpa mendengar jawab dari ucapannya itu.


Viona yang melihat kakak nya pergi begitu saja tanpa mendengar jawaban dari dirinya sempat merasa kesal. Namun, rasa kesal itu tak berlangsung lama.


"Lah ko kakak langsung pergi gitu aja. Tanpa nunggu jawaban aku sama sekali. Bikin kesel aja sih. Argh... nyebelin. Eh... tapi kakak kan lagi ngatuk mungkin karena udah nggak bisa tahan kantuk nya jadi kakak langsung pergi gitu aja. Em... iya deh mungkin kaya gitu."


"Jam berapa ya sekarang."


Di lihatlah jam yang ada di dinding kamar Viona.


Setelah Viona melihatnya, ia pun akhirnya memutuskan untuk tidur.


"Em... udah jam segini ternyata. Aku juga harus tidur nih. Udah malem juga. Iya deh aku langsung tidur aja."


Tak lama setelah itu, Viona akhirnya tertidur.


Keesokan harinya, Galang yang sudah siap untuk pergi ke kantor dan Viona yang sudah siap juga untuk pergi ke kantor bersama kakak nya ini.


Sempat ada rasa takut karena besar kemungkinan cara yang Galang akan lakukan untuk membuat Viona bisa ikut pergi ke kantor akan gagal karena sikap mamah nya yang sulit untuk di bujuk.


"Kak cara nya udah ada kan"


"Udah ko dek tenang aja"


"Tapi yakin berhasil kan"


"Semoga aja berhasil dek"


"Hem... ya udah yuk, langsung ke bawah aja."


"Iya dek" kata Galang menjawab ucapan Viona dengan singkat.

__ADS_1


Tak lama kemudian mereka berdua kini telah sampai di meja makan.


"Selamat pagi mah, selamat pagi pah." Kata Viona dan Galang hampir bersamaan.


"Pagi juga kak, pagi juga dek." Kata papah Gilang dan mamah Vina hampir bersamaan juga.


"Eh... bentar, bentar ko tumben banget dek kamu udah rapih pake bajunya. Mau kemana?"


"Ya ampun mah adek kan tiap hari juga suka rapih pake baju nya. Ko mamah bilang kaya gitu sih ke adek. Adek jadi sedih nih. Hiks... hiks... hiks..."


"Drama banget dek, tapi kan memang itu kenyataannya dek. Nggak biasanya kamu berpakaian rapih kalau pagi - pagi kaya gini. Hari - hari sebelumnya kan nggak sepeti ini. Mau kemana emangnya?"


"Adek mau ke..." Kata Viona yang di potong ucapannya oleh Galang.


"Mah kita makan dulu aja ya. Kakak udah laper nih."


"Ya ampun kak. Bentar dulu kak, mamah pengen tau adek mau bilang apa ke mamah barusan. Eh... malah di potong sama kakak."


"Ya udah mah di lanjutin nanti aja. Setelah makan, kakak bener - bener udah lapar."


"Hem... ya udah deh kak, kalau gitu kita langsung makan aja." Kata mamah Vina akhirnya setuju dengan keinginan Galang.


"Oke mah" kata Galang menjawab ucapan mamah Vina.


Lalu mereka pun mulai memakan makanan yang telah mereka ambil.


Beberapa menit kemudian mereka semua telah selesai memakan makanan mereka.


"Alhamdulillah kenyang nya" kata Galang yang seperti biasa lebih dulu selesai makan nya.


"Mah, hari ini kakak boleh minta di anterin adek nggak, pergi ke kantor nya. Kakak pengen naik motor aja mah." kata Galang pada mamah Vina.


"Kenapa harus sama adek? kalau kakak mau naik motor ya naik ojek aja kan bisa." kata mamah Vina menjawab ucapan Galang.


"Em... tapi kakak mau nya di anterin adek mah. Boleh ya mah, boleh ya." kata Galang pada mamah Vina dengan memelas.


"Nggak boleh kak, kakak naik ojek aja."


"Ih... mamah ko gitu"


"Ya suka - suka mamah dong"


"Sekali aja mah. Hari ini kakak minta mamah bolehin adek anterin kakak. Ya mah ya boleh please."


"Nggak bisa kak"


"Mah boleh ya"

__ADS_1


"Nggak"


"Mah ko gitu"


"Kakak tau kan kalau mamah bilang nggak itu artinya apa."


"Em... nggak boleh" kata Galang menjawab ucapan mamah Vina dengan pasrah.


"Bagus kalau kakak tau. Ya udah sana sekarang kakak langsung berangkat aja ke kantornya. Ntar telat lagi."


"Nggak papa mah biar sekalian aja telat."


"Apa kak?"


"Nggak jadi mah, ya udah kalau gitu kakak pergi dulu."


"Mah, pah, dek, kakak berangkat ke kantor dulu ya. Assalamualaikum."


"Iya kak, Wa'alaikumussalam" kata mamah Vina, papah Gilang dan Viona hampir bersamaan.


Saat Galang baru melangkahkan kaki sebanyak tujuh langkah. Ia pun kemudian harus menghentikan langkahnya karena mendengar suara mamah Vina.


"Kak" Kata mamah Vina memanggil Galang.


"Iya mah" kata Galang yang telah membalikan tubuhnya menjawab panggilan mamah Vina.


"Em... kakak beneran pengen di anterin sama adek ke kantor nya."


"Iya mah, tapi ya udah mah kakak mau naik angkutan umum aja. Soalnya mamah nggak izinin adek anterin kakak. Kakak pergi sekarang ya."


"Tapi beneran kak, kakak mau naik angkutan umum aja."


"Hem... iya mah"


"Ya udah deh, mamah berubah pikiran kakak boleh pergi ke kantornya di anterin adek."


"Jangan bercanda deh mah"


"Ya ampun kak, ko malah bilang bercanda. Ini mamah beneran loh izinin kakak. Ya udah deh kalau kakak anggap nya ini bercanda. Berarti nggak jadi di anterin sama adek nya."


"Maksudnya mamah beneran, bolehin adek anterin kakak."


"Hem... iya kak, terus sekarang kakak masih tetep mau naik angkutan umum atau jadi di anterin sama adek."


"Di anterin sama adek mah" kata Galang menjawab ucapan mamah Vina dengan cepat.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2